Javascript must be enabled to continue!
Pendugaan Heritabilitas dan Korelasi Genetik Berat Umur 21 Hari dan Berat Umur 35 Hari pada Mencit
View through CrossRef
Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui potensi genetik pada mencit melalui pendugaan berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari. Mencit merupakan salah satu hewan pengerat yang dipergunakan di bidang pendidikan untuk sarana pembelajaran seperti kebutuhan praktikum, penelitian dan hewan percoban serta di bidang industri pangan, farmasi, kosmetik. Pentingnya mencit di dunia pendidikan dan dunia industri menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas mencit melalui perbaikan mutu genetik. Penelitian ini menggunakan data dari 258 ekor mencit dari 20 ekor mencit pejantan dan 43 ekor mencit betina. Pendugaan nilai heritabilitas dan pendugaan nilai korelasi genetik berdasarkan metode korelasi saudara tiri sebapak. Hasil penelitian pendugaan nilai heritabilitas berat umur 21 hari pada mencit sebesar 0,72 ± 0,27 dan pendugaan nilai heritabilitas berat umur 35 hari pada mencit sebesar 0,88 ± 0,30. Pendugaan nilai heritabilitas mencit pada berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari termasuk kategori heritabilitas bernilai tinggi. Pendugaan nilai korelasi genetik berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari pada mencit sebesar 0,34 ± 0,22 termasuk kategori nilai korelasi genetik positif dan sedang. Berdasarkan hasil penelitian pendugaan heritabilitas dan korelasi genetik pada berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari menunjukkan potensi genetik mencit yang baik.
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
Title: Pendugaan Heritabilitas dan Korelasi Genetik Berat Umur 21 Hari dan Berat Umur 35 Hari pada Mencit
Description:
Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui potensi genetik pada mencit melalui pendugaan berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari.
Mencit merupakan salah satu hewan pengerat yang dipergunakan di bidang pendidikan untuk sarana pembelajaran seperti kebutuhan praktikum, penelitian dan hewan percoban serta di bidang industri pangan, farmasi, kosmetik.
Pentingnya mencit di dunia pendidikan dan dunia industri menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas mencit melalui perbaikan mutu genetik.
Penelitian ini menggunakan data dari 258 ekor mencit dari 20 ekor mencit pejantan dan 43 ekor mencit betina.
Pendugaan nilai heritabilitas dan pendugaan nilai korelasi genetik berdasarkan metode korelasi saudara tiri sebapak.
Hasil penelitian pendugaan nilai heritabilitas berat umur 21 hari pada mencit sebesar 0,72 ± 0,27 dan pendugaan nilai heritabilitas berat umur 35 hari pada mencit sebesar 0,88 ± 0,30.
Pendugaan nilai heritabilitas mencit pada berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari termasuk kategori heritabilitas bernilai tinggi.
Pendugaan nilai korelasi genetik berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari pada mencit sebesar 0,34 ± 0,22 termasuk kategori nilai korelasi genetik positif dan sedang.
Berdasarkan hasil penelitian pendugaan heritabilitas dan korelasi genetik pada berat umur 21 hari dan berat umur 35 hari menunjukkan potensi genetik mencit yang baik.
Related Results
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
<b>Parameter Genetic Beberapa Galur Mutan Padi Baas Selem</b> <b>Generasi Kelima (M5)</b>
<b>Parameter Genetic Beberapa Galur Mutan Padi Baas Selem</b> <b>Generasi Kelima (M5)</b>
Padi Baas Selem memiliki kandungan Antosianin tinggi. Pengembangan padi Baas Selem untuk meningkatkan daya hasil sudah dilakukan dengan sinar gamma. Seleksi pada generasi kelima ha...
Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Monosodium Glutamat (MSG) dan Gambaran Histologis Otak: Implikasi terhadap Pembentukan Otak Mencit
Abstract
BACKGROUND
The sodium salt of glutamic acid, monosodium glutamate (MSG), is a white crystalline compound (glutamic acid). MSG was first produced in large quantities in ear...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Produksi melon mengalami penurunan pada tahun 2016 yaitu 117.341 ton menjadi 92.435 ton pada tahun 2017. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi ialah penggunaan bahan tanam yang ...
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Galur S3 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Galur S3 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas arti luas karakter kuantitatif galur S3 tanaman jagung di lahan kering. Percobaan dilakukan pada bulan...
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan peneli...

