Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL SUKU MOILE DAN SUKU MEYAH DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT (Rehabilitation of Forest and Land Based On Local Knowledge of Moile and the Meyah in Manokwari Regency West Papua Province)

View through CrossRef
ABSTRAKKajian Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat telah dilakukan dengan berdasarkan kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis tanaman lokal, indentifikasi kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah dan merumuskan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sub Sai Distrik Warmare dan Kampung Lebau Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Teknik pengambilan data adalah pendekatan metode kombinasi data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan teknik Snowball sampling dan penelusuran dokumen. Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tanaman lokal yang berpotensi digunakan dalam kegiatan RHL di Kabupaten Manokwari adalah: tanaman yang mempunyai kualitas kayu pertukangan yang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti: kayu besi (Intsia bijuga), kayu susu (Astonia sp), kayu matoa (Pometia sp).  Di samping tanaman yang buah dan kulitnya bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat, seperti: buah merah (Pandanus conoideus), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Mangga (Manggifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio Zibethinus). Masyarakat Arfak pada kawasan ini memiliki nilai dan kearifan budaya Igya Ser Hanjob yang artinya berdiri menjaga batas. Kawasan hutan yang dimanfaatkan terbagi atas 4 (empat) bagian yakni Susti, Bahamti, Nimahamti dan Tumti, dengan fokus kegiatan RHL seharusnya dilakukan di Susti dan Nimahamti yang berfungsi sebagai kawasan penyangga.ABSTRACTStudy of the Forest and Land Rehabilitation (FLR) in Manokwari Regency West Papua Province have been done based on local knowledge of Moile and the Meyah. This research aims to know the type of local plants, identification the local wisdom of a tribal society Moile and Tribe Meyah and formulate the FLR strategy based on the wisdom of the local community. The study is done in sub sai vilagge warmare district and lebau vilagge manokwari the northern district manokwari counties provincial west papua. Techniques used in the data is the approach combination method through observation field, interviews with snowball sampling techniques and the tracing documents. Descriptive method with an analysis Miles and Huberman used to identify local knowledge of Moile and Meyah. The results showed that the local-crop potentially used FLR in the district Manokwari intsia bijuga asltonia sp, pometia .sp, where its have good quality for use as timber carpentry having high as well as economic value and Pandanus conoideus, Aquilaria malaccensis, Manggifera indica, Nephelium lappaceum, Durio Zibethinus which fruit and the skin can be utilized to add community incomes. The community arfak in this area has a value and culture igya wisdom similar hanjob which means keeping the limit stood, forest areas being utilized divided over 4 (four) : susti, bahamti, nimahamti and tumti , where RHL activities should be undertaken in susti and nimahamti because it can function as buffer area
Title: REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL SUKU MOILE DAN SUKU MEYAH DI KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT (Rehabilitation of Forest and Land Based On Local Knowledge of Moile and the Meyah in Manokwari Regency West Papua Province)
Description:
ABSTRAKKajian Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat telah dilakukan dengan berdasarkan kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis tanaman lokal, indentifikasi kearifan lokal masyarakat Suku Moile dan Suku Meyah dan merumuskan strategi RHL berdasarkan kearifan lokal masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di Kampung Sub Sai Distrik Warmare dan Kampung Lebau Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.
Teknik pengambilan data adalah pendekatan metode kombinasi data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan teknik Snowball sampling dan penelusuran dokumen.
Metode deskriptif dengan analisis Miles dan Huberman digunakan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Suku Moile dan Suku Meyah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tanaman lokal yang berpotensi digunakan dalam kegiatan RHL di Kabupaten Manokwari adalah: tanaman yang mempunyai kualitas kayu pertukangan yang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti: kayu besi (Intsia bijuga), kayu susu (Astonia sp), kayu matoa (Pometia sp).
 Di samping tanaman yang buah dan kulitnya bernilai ekonomi tinggi sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat, seperti: buah merah (Pandanus conoideus), Gaharu (Aquilaria malaccensis), Mangga (Manggifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio Zibethinus).
Masyarakat Arfak pada kawasan ini memiliki nilai dan kearifan budaya Igya Ser Hanjob yang artinya berdiri menjaga batas.
Kawasan hutan yang dimanfaatkan terbagi atas 4 (empat) bagian yakni Susti, Bahamti, Nimahamti dan Tumti, dengan fokus kegiatan RHL seharusnya dilakukan di Susti dan Nimahamti yang berfungsi sebagai kawasan penyangga.
ABSTRACTStudy of the Forest and Land Rehabilitation (FLR) in Manokwari Regency West Papua Province have been done based on local knowledge of Moile and the Meyah.
This research aims to know the type of local plants, identification the local wisdom of a tribal society Moile and Tribe Meyah and formulate the FLR strategy based on the wisdom of the local community.
The study is done in sub sai vilagge warmare district and lebau vilagge manokwari the northern district manokwari counties provincial west papua.
Techniques used in the data is the approach combination method through observation field, interviews with snowball sampling techniques and the tracing documents.
Descriptive method with an analysis Miles and Huberman used to identify local knowledge of Moile and Meyah.
The results showed that the local-crop potentially used FLR in the district Manokwari intsia bijuga asltonia sp, pometia .
sp, where its have good quality for use as timber carpentry having high as well as economic value and Pandanus conoideus, Aquilaria malaccensis, Manggifera indica, Nephelium lappaceum, Durio Zibethinus which fruit and the skin can be utilized to add community incomes.
The community arfak in this area has a value and culture igya wisdom similar hanjob which means keeping the limit stood, forest areas being utilized divided over 4 (four) : susti, bahamti, nimahamti and tumti , where RHL activities should be undertaken in susti and nimahamti because it can function as buffer area.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara  pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Ng...
PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
PEMETAAN TUTUPAN VEGETASI PADA PETAK 76 DI DESA PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
Perubahan tutupan hutan akibat rusaknya hutan dapat diatasi dengan rehabilitasi. Rehabilitasi hutan dilakukan untuk menjaga prinsip kelestaria hutan. Keberhasilan rehabilitasi dini...
Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat
Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kabupaten/Kota yang basis terhadap sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat serta mengetahui komoditi unggulan masing-masing Kabupaten/...
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri memiliki pengaruh terhadap aspek ekologi, seperti: udara bersih, erosi terkendali, serapan karbon, pengaturan tata air, penyangga ekosis...

Back to Top