Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIVITAS PIJAT KAKI TERHADAP NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DM TIPE 2
View through CrossRef
Neuropati perifer merupakan komplikasi kronis yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2, yang ditandai dengan rasa kebas, kesemutan, dan nyeri, terutama pada ekstremitas bawah. Penatalaksanaan neuropati tidak hanya melibatkan terapi farmakologis tetapi juga terapi komplementer seperti pijat kaki, yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat kaki terhadap skor neuropati perifer pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 28 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol melalui randomisasi sederhana. Kelompok intervensi menerima pijat kaki selama 20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran neuropati perifer dilakukan menggunakan monofilamen test sebelum dan setelah intervensi. Uji Wilcoxon tidak terdapat perbedaan rerata skor neuropati perifer pada pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol (p value 0.083). Uji Mann-Whitney tidak terdapat perbedaan rerata skor neuropati perifer pada pasien diabetes melitus kelompok kontrol dan intervensi (p value 0.490). Hal ini menunjukkan bahwa pijat kaki efektif dalam menurunkan skor neuropati perifer pada kelompok intervensi. Pijat kaki merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan, serta dapat digunakan sebagai terapi suportif untuk mengurangi gejala neuropati perifer. Pijat kaki terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan skor neuropati perifer pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: EFEKTIVITAS PIJAT KAKI TERHADAP NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DM TIPE 2
Description:
Neuropati perifer merupakan komplikasi kronis yang umum terjadi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2, yang ditandai dengan rasa kebas, kesemutan, dan nyeri, terutama pada ekstremitas bawah.
Penatalaksanaan neuropati tidak hanya melibatkan terapi farmakologis tetapi juga terapi komplementer seperti pijat kaki, yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi saraf.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat kaki terhadap skor neuropati perifer pada pasien DM tipe 2.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pretest–posttest with control group.
Sampel berjumlah 28 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol melalui randomisasi sederhana.
Kelompok intervensi menerima pijat kaki selama 20 menit per hari selama tiga hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi.
Pengukuran neuropati perifer dilakukan menggunakan monofilamen test sebelum dan setelah intervensi.
Uji Wilcoxon tidak terdapat perbedaan rerata skor neuropati perifer pada pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol (p value 0.
083).
Uji Mann-Whitney tidak terdapat perbedaan rerata skor neuropati perifer pada pasien diabetes melitus kelompok kontrol dan intervensi (p value 0.
490).
Hal ini menunjukkan bahwa pijat kaki efektif dalam menurunkan skor neuropati perifer pada kelompok intervensi.
Pijat kaki merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan, serta dapat digunakan sebagai terapi suportif untuk mengurangi gejala neuropati perifer.
Pijat kaki terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan skor neuropati perifer pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus
Neuropati merupakan sekelompok penyakit yang mempengaruhi semua jenis saraf. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat adanya neuropati d...
PERBANDINGAN SENSITIFITAS KAKI ANTARA SENAM KAKI MENGGUNAKAN KORAN DAN KELERENG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
PERBANDINGAN SENSITIFITAS KAKI ANTARA SENAM KAKI MENGGUNAKAN KORAN DAN KELERENG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
ABSTRACT
Diabetic foot exercise aims to help improving blood circulation, strengthen the small muscles of the feet and prevent foot deformities. Reduced sensitivity o...
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pej...
Hubungan Jenis dan Siklus Kemoterapi dengan Derajat Neuropati pada Pasien Keganasan
Hubungan Jenis dan Siklus Kemoterapi dengan Derajat Neuropati pada Pasien Keganasan
Abstract: Antineoplastic chemotherapy agents in cancer treatment can cause peripheral neuropathy. Antineoplastic agents associated with chemotherapy-induced peripheral neuropathy i...
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman
Peningkatan gula darah yang terjadi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mengakibatkan gangguan pemenuhan kebutuhan aman dan nyaman, Gangguan integritas jaringan terja...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Aman dan Tipe Bahaya di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2022-2024
Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Aman dan Tipe Bahaya di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2022-2024
Abstract: Chronic suppurative otitis media (CSOM) is a chronic inflammation of the middle ear and mastoid cavity marked by tympanic membrane perforation and persistent or recurrent...

