Javascript must be enabled to continue!
Multi Method Tafsir Karya Syekh Wahbah az-Zuhalī Dalam Kitab Tafsirnya “at-Tafsīr al-Munīr”
View through CrossRef
Penelitian ini bermaksud mengupas secara global karya monumental seorang ulama besar abad ini, beliau adalah Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya “at-Tafsīr al-Munīr”. Secara khusus, penelitian ini menjelaskan dua pertanyaan, a) Benarkah “at-Tafsīr al-Munīr” memeiliki multi Metode dalam penafsirannya?, b) Bagaimana sampel beberapa ayat Al-Qur’an dari “at-Tafsīr al-Munīr” beserta penafsirannya yang menunjukan multi method?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian kepustakaan (Library research). Metode yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis). Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa Tafsir ini cukup komprehenship, karena menggabungkan 4 metode sekaligus, yaitu: metode tahlilī (analisis), ijmālī (makna global), muqâran (perbandingan) dan maudhū’ī (tematik), walaupun yang lebih dominan tentu saja adalah metode tahlilī. Jika dikategorikan jenis tafsir, maka “at-Tafsīr al-Munīr” ini lebih dominan jenis tafsir bi ra’yi au bil aqli (ijtihad akal) dibandingkan dengan jenis tafsir bil ma’tsur (riwayat), makna lebih dominan bukan berarti “at-Tafsīr al-Munīr” meninggalkan riwayat dalam menafsirkan Al-Qur’an, melainkan porsi penggunaan akal lebih banyak dibandingkan dengan riwayat.
Title: Multi Method Tafsir Karya Syekh Wahbah az-Zuhalī Dalam Kitab Tafsirnya “at-Tafsīr al-Munīr”
Description:
Penelitian ini bermaksud mengupas secara global karya monumental seorang ulama besar abad ini, beliau adalah Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsirnya “at-Tafsīr al-Munīr”.
Secara khusus, penelitian ini menjelaskan dua pertanyaan, a) Benarkah “at-Tafsīr al-Munīr” memeiliki multi Metode dalam penafsirannya?, b) Bagaimana sampel beberapa ayat Al-Qur’an dari “at-Tafsīr al-Munīr” beserta penafsirannya yang menunjukan multi method?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian kepustakaan (Library research).
Metode yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis).
Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa Tafsir ini cukup komprehenship, karena menggabungkan 4 metode sekaligus, yaitu: metode tahlilī (analisis), ijmālī (makna global), muqâran (perbandingan) dan maudhū’ī (tematik), walaupun yang lebih dominan tentu saja adalah metode tahlilī.
Jika dikategorikan jenis tafsir, maka “at-Tafsīr al-Munīr” ini lebih dominan jenis tafsir bi ra’yi au bil aqli (ijtihad akal) dibandingkan dengan jenis tafsir bil ma’tsur (riwayat), makna lebih dominan bukan berarti “at-Tafsīr al-Munīr” meninggalkan riwayat dalam menafsirkan Al-Qur’an, melainkan porsi penggunaan akal lebih banyak dibandingkan dengan riwayat.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Sekilas Tentang Tafsir Wahbah Al-Zuhaily
Sekilas Tentang Tafsir Wahbah Al-Zuhaily
Berbicara tentang penafsir al-Qur’an tidaklah akan terlepas dari membicarakan para mufassir ataupun penulis kitab-kitab tafsir terdahulu. Hal itu karena para mufassir masa kini mer...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
EPISTEMOLOGI TAFSIR MUHAMMADIYAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR
Epistemologi tafsir merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk mengungkap pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang teori ilmu pengetahuan tentang tafsir. Bagaimana sebuah karya tafs...
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abstract
Abdul Halim Hasan was a Malay exegetical writer of Indonesian origin. His work on Qur’anic exegesis or tafsir, transcended geographical boundaries and reached audien...

