Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerimaan Diri Penderita Kusta Dengan Stigma: Studi Fenomenologi

View through CrossRef
Latar Belakang: Gangguan  psikologis  pada  penderita kusta  semakin  meningkat  akibat  meningkatnya insidensi.  Individu    mengalami  gangguan  internal,  seperti  rasa  tidak  aman, malu,  dan  takut  dihindari. Sedangkan yang  berasal  dari  faktor eksternal  seperti  stigmatisasi,  isolasi  sosial,  dan  diskriminasi  komunitas. Permasalahan tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi penerimaan diri penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Perubahan saat sakit dengan subtema perubahan interaksi social dan perubahan kondisis ekonomi, penerimaan diri penderita kusta dengan subtema bentuk  dan waktu serta hambatan , dan optimisme dengan subtema  keinginan penderita kusta. Kesimpulan: Penyakit kusta tidak hanya berdampak terhadap fisik akan tetapi juga berdampak terhadap psikososial  dan status ekonomi, stigma merupakan salah satu hal yang mempengaruhi masalah tersebut dikarenakan masih ada stigma dan penolakan dari masyarakat yang mempengaruhi penerimaan diri pada masyarakat. Hal itu merupakan kemampuan individu dalam mengolah koping menjadi lebih baik yang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang optimal.
Title: Penerimaan Diri Penderita Kusta Dengan Stigma: Studi Fenomenologi
Description:
Latar Belakang: Gangguan  psikologis  pada  penderita kusta  semakin  meningkat  akibat  meningkatnya insidensi.
  Individu    mengalami  gangguan  internal,  seperti  rasa  tidak  aman, malu,  dan  takut  dihindari.
Sedangkan yang  berasal  dari  faktor eksternal  seperti  stigmatisasi,  isolasi  sosial,  dan  diskriminasi  komunitas.
Permasalahan tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat.
Tujuan: untuk mengekplorasi penerimaan diri penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis.
Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango.
Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi.
Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Perubahan saat sakit dengan subtema perubahan interaksi social dan perubahan kondisis ekonomi, penerimaan diri penderita kusta dengan subtema bentuk  dan waktu serta hambatan , dan optimisme dengan subtema  keinginan penderita kusta.
Kesimpulan: Penyakit kusta tidak hanya berdampak terhadap fisik akan tetapi juga berdampak terhadap psikososial  dan status ekonomi, stigma merupakan salah satu hal yang mempengaruhi masalah tersebut dikarenakan masih ada stigma dan penolakan dari masyarakat yang mempengaruhi penerimaan diri pada masyarakat.
Hal itu merupakan kemampuan individu dalam mengolah koping menjadi lebih baik yang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang optimal.

Related Results

Diskriminasi Sosial Anak Penderita Kusta di Kota Makassar
Diskriminasi Sosial Anak Penderita Kusta di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana proses diskriminasi sosial terhadap anak penderita kusta di Kecamatan Tamalate Kota Makassar, 2) Bagaimana faktor penyebab di...
Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021
Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021
Kusta adalah penyakit menular karena Mycobacterium leprae. Kusta adalah penyakit menular yang tetap endemik di banyak wilayah di dunia, Brasil, India dan Indonesia menyumbang sekit...
PROFIL PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010
PROFIL PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010
PROFIL PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010. Latar Belakang: Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Myc...
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Mantan Pasien Kusta
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Mantan Pasien Kusta
Penyakit kusta adalah penyakit yang lekat dengan pandangan negatif dan diskriminasi, baik yang muncul daridalam diri sendiri maupun dari masyarakat, anggota keluarga maupun dari pe...
Analisis Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata
Analisis Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2021, Indonesia menempati urutan ketiga negara yang memiliki pengidap kusta sebesar 10.976 orang. Sedangkan, Kementerian ...
KUSTA DI PROVINSI LAMPUNG: STUDI EKOLOGI BERDASARKAN TREN WAKTU
KUSTA DI PROVINSI LAMPUNG: STUDI EKOLOGI BERDASARKAN TREN WAKTU
ABSTRACT  Leprosy is a disease that can cause pain and disability, which in the end can affect a person's quality of life. Through the 2013 Bangkok Declaration, Indonesia dec...
Kusta dalam Lensa Teologi dan Medis: Pemahaman Interdisipliner dari Imamat 13
Kusta dalam Lensa Teologi dan Medis: Pemahaman Interdisipliner dari Imamat 13
Literatur medis modern mengungkap bahwa kusta adalah penyakit yang dapat diobati dan tidak mudah menular. Sebaliknya, literatur teologis, terutama dari teks-teks Alkitab, sering me...

Back to Top