Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Relaksasi Otot Progresif Menurunkan Tingkat Depresi pada Lansia

View through CrossRef
Perubahan penampilan fisik sebagai bagian dari proses penuaan yang normal, seperti berkurangnya ketajaman pancaindra, menurunnya daya tahan tubuh merupakan ancaman bagi integritas orang usia lanjut. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan kehilangan peran diri, kedudukan social serta perpisahan dengan orang-orang yang dicintai Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok intervensi atau perlakuan yang diberikan intervensi berupa latihan relaksasi otot progresif dan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi berupa latihan relaksasi otot progresif.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang tinggal di PSTW Gau Mabaji Gowa yang berjumlah 95 orang. Sampel yang digunakan adalah lansia yang mengalami depresi yaitu 20 orang dengan teknik pengambilan proportional random sampling. Kelompok intervensi berjumlah 10 orang lansia dan kelompok kontrol berjumlah 10 orang lansia. Semua responden mengikuti penelitian hingga akhir penelitian Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada lansia kelompok intervensi setelah diberikan latihan relaksasi otot progresif sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi memiliki tingkat depresi yang tetap. Berdasarkan analisis Independent T-Test diperoleh nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan tingkat depresi responden pada kedua kelompok pada post test. Hal ini membuktikan bahwa relaksasi otot progresif yang dilakukan oleh lansia yang mengalami depresi dapat membantu mengurangi tingkat depresi.Terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan depresi pada lansia. Diharapkan relaksasi otot progresif dapat menjadi terapi non farmakologi dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan depresi karena dapat dilakukan sendiri oleh lansia setiap waktu, tidak memerlukan biaya yang banyak, dan tidak memerlukan waktu yang lama
Title: Relaksasi Otot Progresif Menurunkan Tingkat Depresi pada Lansia
Description:
Perubahan penampilan fisik sebagai bagian dari proses penuaan yang normal, seperti berkurangnya ketajaman pancaindra, menurunnya daya tahan tubuh merupakan ancaman bagi integritas orang usia lanjut.
Belum lagi mereka harus berhadapan dengan kehilangan peran diri, kedudukan social serta perpisahan dengan orang-orang yang dicintai Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok intervensi atau perlakuan yang diberikan intervensi berupa latihan relaksasi otot progresif dan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi berupa latihan relaksasi otot progresif.
Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang tinggal di PSTW Gau Mabaji Gowa yang berjumlah 95 orang.
Sampel yang digunakan adalah lansia yang mengalami depresi yaitu 20 orang dengan teknik pengambilan proportional random sampling.
Kelompok intervensi berjumlah 10 orang lansia dan kelompok kontrol berjumlah 10 orang lansia.
Semua responden mengikuti penelitian hingga akhir penelitian Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat depresi pada lansia kelompok intervensi setelah diberikan latihan relaksasi otot progresif sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi memiliki tingkat depresi yang tetap.
Berdasarkan analisis Independent T-Test diperoleh nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan tingkat depresi responden pada kedua kelompok pada post test.
Hal ini membuktikan bahwa relaksasi otot progresif yang dilakukan oleh lansia yang mengalami depresi dapat membantu mengurangi tingkat depresi.
Terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan depresi pada lansia.
Diharapkan relaksasi otot progresif dapat menjadi terapi non farmakologi dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan depresi karena dapat dilakukan sendiri oleh lansia setiap waktu, tidak memerlukan biaya yang banyak, dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Klien Lansia
Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Klien Lansia
Lansia adalah suatu masa dimana proses produktifitas berpikir, mengingat, menangkap, dan merespon sesuatu sudah mengalami penurunan secara berkala. Tahun 2020, jumlah lansia dipred...
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kualitas Tidur Lansia
Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kualitas Tidur Lansia
Lansia merupakan kelompok orang yang paling sering mengalami penurunan kualitas tidur. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat latihan relaksasi otot progresif untuk menghadirkan r...
Relaksasi Otot Progresif pada Lansia dengan Masalah Psikososial
Relaksasi Otot Progresif pada Lansia dengan Masalah Psikososial
Dampak  seseorang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Perubahan psikososial pada lansia meliputi perubahan masa pensiun, perubahan aspek kep...
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Lansia sebagai tahap akhir siklus kehidupan sering diwarnai dengan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak mengalami depresi. World Health Orgalenization menyatak...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA TAHANAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A BANDUNG
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA TAHANAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A BANDUNG
Kondisi stress merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi pada setiap individu dengan berbagai latar belakang, tanpa kecuali pada individu yang sedang menjalani masa tahanan di Lem...

Back to Top