Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMETAAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN DAN TANPA KOREKSI KOLOM AIR DI PERAIRAN PULAU PAJENEKANG, SULAWESI SELATAN

View through CrossRef
Koreksi kolom air dalam pemetaan habitat bentik menggunakan data satelit dapat meningkatkan nilai akurasi informasi yang dihasilkan, seperti yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi lamun dengan perlakuan dengan dan tanpa koreksi kolom air menggunakan klasifikasi berbasis objek (OBIA) di Pulau Pajanekang. Data sebaran padang lamun dan non lamun sebanyak 347 titik diambil pada Juli-Agustus 2018 dengan transek 1x1 m2. Data satelit yang digunakan adalah citra satelit SPOT-7 akuisisi pada 27 Maret 2017 dengan resolusi 6x6 m2. Pada penelitian ini metode klasifikasi OBIA menggunakan beberapa algoritma klasifikasi seperti Support Vector Machine (SVM), Bayes, K-Nearest Neighbour (KNN), dan Decision Tree (DT) untuk memetakan habitat bentik dan lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perlakuan dengan koreksi kolom air dan tanpa koreksi kolom air pada pemetaan ekosistem habitat bentik dan lamun dengan menggunakan beberapa algoritma klasifikasi menunjukkan hasil akurasi yang tidak berbeda nyata. Namun demikian, dari empat algoritma yang digunakan, algoritma Bayes tanpa koreksi kolom air memberikan nilai akurasi tertinggi untuk pemetaan habitat bentik sebesar 70,36% dan habitat lamun sebesar 66,47%. Hal tersebut menunjukkan bahwa koreksi kolom air tidak selamanya memberikan hasil yang lebih baik dalam klasifikasi habitat bentik dan lamun dari citra satelit digital.
Title: PEMETAAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN DAN TANPA KOREKSI KOLOM AIR DI PERAIRAN PULAU PAJENEKANG, SULAWESI SELATAN
Description:
Koreksi kolom air dalam pemetaan habitat bentik menggunakan data satelit dapat meningkatkan nilai akurasi informasi yang dihasilkan, seperti yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat distribusi lamun dengan perlakuan dengan dan tanpa koreksi kolom air menggunakan klasifikasi berbasis objek (OBIA) di Pulau Pajanekang.
Data sebaran padang lamun dan non lamun sebanyak 347 titik diambil pada Juli-Agustus 2018 dengan transek 1x1 m2.
Data satelit yang digunakan adalah citra satelit SPOT-7 akuisisi pada 27 Maret 2017 dengan resolusi 6x6 m2.
Pada penelitian ini metode klasifikasi OBIA menggunakan beberapa algoritma klasifikasi seperti Support Vector Machine (SVM), Bayes, K-Nearest Neighbour (KNN), dan Decision Tree (DT) untuk memetakan habitat bentik dan lamun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perlakuan dengan koreksi kolom air dan tanpa koreksi kolom air pada pemetaan ekosistem habitat bentik dan lamun dengan menggunakan beberapa algoritma klasifikasi menunjukkan hasil akurasi yang tidak berbeda nyata.
Namun demikian, dari empat algoritma yang digunakan, algoritma Bayes tanpa koreksi kolom air memberikan nilai akurasi tertinggi untuk pemetaan habitat bentik sebesar 70,36% dan habitat lamun sebesar 66,47%.
Hal tersebut menunjukkan bahwa koreksi kolom air tidak selamanya memberikan hasil yang lebih baik dalam klasifikasi habitat bentik dan lamun dari citra satelit digital.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Urgensi Pendekatan Social-Ecological System (SES) dalam Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia
Urgensi Pendekatan Social-Ecological System (SES) dalam Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia
Tiga ekosistem penting di wilayah pesisir adalah ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang. Dari ketiga ekosistem pesisir itu, ekosistem lamun masih termarginalkan, padahal ekos...
Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia
Peran Padang Lamun Terhadap Hewan Asosiasi di Perairan Indonesia
Ekosistem lamun banyak dijumpai di daerah estuary dan memiliki produktivitas tinggi. Ekosistem ini memiliki beragam hewan asosiasi yang memanfaatkan padang lamun untuk menunjang ak...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten
Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten
Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Ekosistem yang ada di...
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
Pulau Cempedak adalah salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman yang tinggi untuk jenis lamun. Lamun memiliki peran ekologi, yaitu penyediaan makanan,...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Penampang kolom adalah salah satu elemen penting dalam desain struktur beton bertulang. Berbagai bentuk penampang dapat digunakan, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, atau...

Back to Top