Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mesin Pengaduk Pupuk Organik Cair (POC) untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jatimulyo, Jenggawah, Jember

View through CrossRef
Abstrak Limbah organik jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah, baik bagi kesehatan, maupun lingkungan. Pengelolaannya menjadi pupuk cair dapat membantu petani memanfaatkan ulang limbah dapur dan pertanian mereka menjadi lebih berdaya guna bagi usaha tani mereka. Petani di Desa Jatimulyo, Jenggawah, Jember, Jawa Timur telah mengenal dan memanfatkan pupuk organik cair (POC) dengan proses pembuatan secara manual. Karena manual, proses pembuatannya memerlukan waktu sekitar enam pekan. Proses pembutaan POC dapat dipercepat dengan pengadukan masinal, terutama pada periode fermentasi yakni dengan pengadukan berkala dan teratur. Tim pengabdian terdiri atas gabungan mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Industri Pertanian melihat peluang ini dan membuat mesin pengaduk untuk POC. Pengenalan teknologi ini ke  masyarakat membuat kelompok tani sangat bergembira, karena dapat memercepat proses pembuatan POC menjadi tiga pekan. Para petani mengharapkan keberlanjutan program mahasiswa mengabdi di desa dengan berbagia inovasi dan teknologi yang lain untuk kemajuan mereka. Kata kunci: limbah organik, pupuk organic cair, mesin pengaduk, pengabdian masyarakat Abstract If not managed properly, organic waste can cause various problems, both for health and the environment. Processing it into liquid fertilizer can help farmers reuse their kitchen and agricultural waste, making it more effective for their farming businesses. Farmers in Jatimulyo Village, Jenggawah, Jember, East Java, have become familiar with and utilize liquid organic fertilizer (POC) through a manual manufacturing process. Due to the manual process, the manufacturing time is approximately six weeks. The POC manufacturing process can be accelerated by mechanical stirring, especially during the fermentation period, which requires periodic and regular stirring. A community service team consisting of Mechanical Engineering and Agricultural Industrial Engineering students saw this opportunity and created a mixing machine for POC. The introduction of this technology to the community greatly delighted the farmer group, as it can accelerate the POC manufacturing process to three weeks. The farmers hope for the continuation of the student service program in the village, along with various other innovations and technologies to further their progress. Keywords: organic waste; liquid organic fertilizer; stirrer machine; community service
Title: Mesin Pengaduk Pupuk Organik Cair (POC) untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jatimulyo, Jenggawah, Jember
Description:
Abstrak Limbah organik jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah, baik bagi kesehatan, maupun lingkungan.
Pengelolaannya menjadi pupuk cair dapat membantu petani memanfaatkan ulang limbah dapur dan pertanian mereka menjadi lebih berdaya guna bagi usaha tani mereka.
Petani di Desa Jatimulyo, Jenggawah, Jember, Jawa Timur telah mengenal dan memanfatkan pupuk organik cair (POC) dengan proses pembuatan secara manual.
Karena manual, proses pembuatannya memerlukan waktu sekitar enam pekan.
Proses pembutaan POC dapat dipercepat dengan pengadukan masinal, terutama pada periode fermentasi yakni dengan pengadukan berkala dan teratur.
Tim pengabdian terdiri atas gabungan mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Industri Pertanian melihat peluang ini dan membuat mesin pengaduk untuk POC.
Pengenalan teknologi ini ke  masyarakat membuat kelompok tani sangat bergembira, karena dapat memercepat proses pembuatan POC menjadi tiga pekan.
Para petani mengharapkan keberlanjutan program mahasiswa mengabdi di desa dengan berbagia inovasi dan teknologi yang lain untuk kemajuan mereka.
Kata kunci: limbah organik, pupuk organic cair, mesin pengaduk, pengabdian masyarakat Abstract If not managed properly, organic waste can cause various problems, both for health and the environment.
Processing it into liquid fertilizer can help farmers reuse their kitchen and agricultural waste, making it more effective for their farming businesses.
Farmers in Jatimulyo Village, Jenggawah, Jember, East Java, have become familiar with and utilize liquid organic fertilizer (POC) through a manual manufacturing process.
Due to the manual process, the manufacturing time is approximately six weeks.
The POC manufacturing process can be accelerated by mechanical stirring, especially during the fermentation period, which requires periodic and regular stirring.
A community service team consisting of Mechanical Engineering and Agricultural Industrial Engineering students saw this opportunity and created a mixing machine for POC.
The introduction of this technology to the community greatly delighted the farmer group, as it can accelerate the POC manufacturing process to three weeks.
The farmers hope for the continuation of the student service program in the village, along with various other innovations and technologies to further their progress.
Keywords: organic waste; liquid organic fertilizer; stirrer machine; community service.

Related Results

Pengaruh Pupuk Hayati Cair BRE4 dan Pupuk Organik Terhadap Keragaman Nematoda Tanah Pada Lahan Kopi Arabika
Pengaruh Pupuk Hayati Cair BRE4 dan Pupuk Organik Terhadap Keragaman Nematoda Tanah Pada Lahan Kopi Arabika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati cair BRE4 dan pupuk organik terhadap keragaman nematoda tanah pada lahan kopi arabika. Penelitian dilaksanakan di la...
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is one of the ornamental plants that are in great demand by the people of Indonesia. Unfortunately, chrysanthemum seeds are still imported ...
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH INDUSTRI TEMPE
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH INDUSTRI TEMPE
Penelitian ini bertujuan untuk membuat pupuk organik cair dari limbah cair indusrti tempe dengan penambahan bonggol pisang dan bioaktivator EM4. Kualitas pupuk organik  cair yang d...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Budidaya Sayuran Organik Secara Vertikultur di Pekarangan
Budidaya Sayuran Organik Secara Vertikultur di Pekarangan
Vegetables are an essential commodity as a source of vitamins and minerals for the community, so they must be available in sufficient quantities, at low prices, and are organic pro...
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair
Pertanian modern menghadapi tantangan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan. Salah satu solusi yang menarik adalah penggunaan pupuk organik cair dari limbah tahu yang...

Back to Top