Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI NGANGGUNG

View through CrossRef
The tradition of Nganggung in Petaling Bangka, Province of Bangka Belitung Islands is a tradition that has been rooted in its community. This study reveals about values and symbolic meanings of the Nganggung tradition in the village of Petaling in which in the tradition have these values of 1) spiritual, 2) economical, 3) mutual cooperation and togetherness and 4) political. This tradition also has a symbolic meaning, we can see it at Nganggung attributes such as tudung saji that represents the preservation of the indigenous plants of pandanus forest, as well as means of preserving of lofty values of its ancestors; from its shape, tudung saji resembles a parabole that represents the tradition of Nganggung as a shelter for all; red, as a dominant color of tudung saji symbolizes courage and high work ethic; cord symbolizes the fastener with a diversity of community and a sense of belonging; while talam, a round pan, shape symbolizes the dynamic attitude and flexibility of its inhabitants.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI NGANGGUNG
Description:
The tradition of Nganggung in Petaling Bangka, Province of Bangka Belitung Islands is a tradition that has been rooted in its community.
This study reveals about values and symbolic meanings of the Nganggung tradition in the village of Petaling in which in the tradition have these values of 1) spiritual, 2) economical, 3) mutual cooperation and togetherness and 4) political.
This tradition also has a symbolic meaning, we can see it at Nganggung attributes such as tudung saji that represents the preservation of the indigenous plants of pandanus forest, as well as means of preserving of lofty values of its ancestors; from its shape, tudung saji resembles a parabole that represents the tradition of Nganggung as a shelter for all; red, as a dominant color of tudung saji symbolizes courage and high work ethic; cord symbolizes the fastener with a diversity of community and a sense of belonging; while talam, a round pan, shape symbolizes the dynamic attitude and flexibility of its inhabitants.

Related Results

K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Tradisi Nganggung di Bangka Belitung
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Tradisi Nganggung di Bangka Belitung
Tradisi Nganggung berasal dari Kepulauan Bangka Belitung, Dalam tradisi nganggung masyarakat yang berkumpul untuk menyediakan makanan dari rumahnya masing-masing ke tempat tertentu...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi kalentuno gholeo pada masyarakat di desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten M...
MAKNA TRADISI LARANGAN MENIKAH ANTAR DESA ADUMANIS DAN DESA BETUNG KABUPATEN OKU TIMUR
MAKNA TRADISI LARANGAN MENIKAH ANTAR DESA ADUMANIS DAN DESA BETUNG KABUPATEN OKU TIMUR
Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia  bahkan telah menjadi fenomena bagi terbentuknya masyarakat yang terintergrasi oleh informasi untuk menc...
Makna Simbolik Pantun Melayu Sambas dalam Tradisi Mulang-Mulangkan di Desa Sarilaba Kecamatan Jawai Selatan
Makna Simbolik Pantun Melayu Sambas dalam Tradisi Mulang-Mulangkan di Desa Sarilaba Kecamatan Jawai Selatan
Penelitian ini berjudul “Makna Simbolik Pantun Melayu Sambas Dalam Tradisi Mulang-mulangkan Di Desa Sarilaba Kecamatan Jawai Selatan”. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Nilai Dakwah “Tradisi Syawalan” di Masyarakat Desa Pendowo Harjo Kecamatan Mekarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Nilai Dakwah “Tradisi Syawalan” di Masyarakat Desa Pendowo Harjo Kecamatan Mekarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Syawalan merupakan tradisi yang menjadi kebiasaan bagi mayarakat Indonesia, walaupun hakekatnya tradisi ini datang setelah muncul inisiatif dari beberapa kalangan ulama terdahulu s...

Back to Top