Javascript must be enabled to continue!
MAKNA TRADISI LARANGAN MENIKAH ANTAR DESA ADUMANIS DAN DESA BETUNG KABUPATEN OKU TIMUR
View through CrossRef
Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia bahkan telah menjadi fenomena bagi terbentuknya masyarakat yang terintergrasi oleh informasi untuk mencapai tujuan bersama. Kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi kegenerasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat, yang menjadi ciri khas suatu daerah yang diterapkan dalam diri masyrakat yang melakukannya dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat. Dalam makna tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan Betung ini terdapat beberapa rangkaian komunikasi nonverbal yang memiliki makna simbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik pada Tradisi Larangan Menikah Antar Desa Adumanis Dan Desa Betung Kabupaten OKU Timur. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam memaknai proses komunikasi nonverbal pada Makna tradisi Larangan Menikah Antar Adumanis Dan Betung menggunakan teori Interaksi Simbolik. Teori interaksi simbolik berpegang pada individu membentuk sebuah makna melalui interaksi dan komunikasi. Hasil penelitian secara keseluruhan didapatkan bahwa Pemaknaan tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan desa Betung, telah mengalami pergeseran nilai makna kebudayaan dalam kehidupan bemasyarakat, masyarakat memang mempercayai namun tetap melanggar larangan menikah antar dua desa ini dikarenakan melalui interaksi secara terus menerus, pola kehidupan manusia yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tradisi ini sudah mulai tertinggal dan sudah mulai terabaikan oleh kedua masyarakat desa tersebut.
Title: MAKNA TRADISI LARANGAN MENIKAH ANTAR DESA ADUMANIS DAN DESA BETUNG KABUPATEN OKU TIMUR
Description:
Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia bahkan telah menjadi fenomena bagi terbentuknya masyarakat yang terintergrasi oleh informasi untuk mencapai tujuan bersama.
Kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi kegenerasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat, yang menjadi ciri khas suatu daerah yang diterapkan dalam diri masyrakat yang melakukannya dan telah menjadi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
Dalam makna tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan Betung ini terdapat beberapa rangkaian komunikasi nonverbal yang memiliki makna simbolik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik pada Tradisi Larangan Menikah Antar Desa Adumanis Dan Desa Betung Kabupaten OKU Timur.
Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Pendekatan yang digunakan dalam memaknai proses komunikasi nonverbal pada Makna tradisi Larangan Menikah Antar Adumanis Dan Betung menggunakan teori Interaksi Simbolik.
Teori interaksi simbolik berpegang pada individu membentuk sebuah makna melalui interaksi dan komunikasi.
Hasil penelitian secara keseluruhan didapatkan bahwa Pemaknaan tradisi larangan menikah antar desa Adumanis dan desa Betung, telah mengalami pergeseran nilai makna kebudayaan dalam kehidupan bemasyarakat, masyarakat memang mempercayai namun tetap melanggar larangan menikah antar dua desa ini dikarenakan melalui interaksi secara terus menerus, pola kehidupan manusia yang selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tradisi ini sudah mulai tertinggal dan sudah mulai terabaikan oleh kedua masyarakat desa tersebut.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Larangan Menikah Di Bulan Shafar Perspektif Konstruksi Sosial
Larangan Menikah Di Bulan Shafar Perspektif Konstruksi Sosial
Beberapa masyarakat menkonstruksi mitos larangan menikah di bulan shafar, hal ini dilakukan oleh masyarakat Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Mempertahankan trad...
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD NEGERI OKU
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DAN PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD NEGERI OKU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas V SD Negeri OKU membaca cepat dan pemahaman. Metode yang digunakan deskripsi analisis. Sampel penelitian berjum...
Oku Okut Derneği Faaliyet Raporu-2021
Oku Okut Derneği Faaliyet Raporu-2021
Öğrencilerin okuma becerilerini geliştirmek ve topluma okuma alışkanlığı kazandırmak amacıyla projeler üretmeyi ve bu alanda ücretsiz hizmet sunmayı görev edinen Oku Okut Derneği, ...
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Komunikasi Wanita Dewasa Yang Belum Menikah Dengan Orang Tua
Rata-rata setiap wanita mempunyai target usia menikah. Namun tidak semuanya sesuai dengan target usia pernikahan yang diinginkan. Antara lain mereka lebih mengutamakan karir diband...
EKRANISASI NOVEL TEMAN TAPI MENIKAH KARYA AYUDIA BING SLAMET DAN DITTO PERCUSSION MENJADI FILM TEMAN TAPI MENIKAH SUTRADARA RAKO PRIJANTO
EKRANISASI NOVEL TEMAN TAPI MENIKAH KARYA AYUDIA BING SLAMET DAN DITTO PERCUSSION MENJADI FILM TEMAN TAPI MENIKAH SUTRADARA RAKO PRIJANTO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi novel Teman Tapi Menikah karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion menjadi film T...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
MAKNA PROPERTI TARI TUPENG NATUNA KABUPATEN NATUNA
MAKNA PROPERTI TARI TUPENG NATUNA KABUPATEN NATUNA
The Natuna Tupeng Dance is a traditional folk dance that grows and develops in Kelanga Village, North East Bunguran District, Natuna Regency, however there has been no writing abou...

