Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perkembangan Teknologi Artefak Serpih Batu Pada Paruh Awal Holosen di Leang Batti, Sulawesi Selatan

View through CrossRef
Penelitian yang intensif di gua-gua prasejarah Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemampuan kognitif penghuni Sulawesi yang mungkin jarang dimiliki populasi lain di Wallacea. Pada paruh awal Holosen kemampuan yang diperlihatkan adalah memodifikasi alat serpih yang dikenal dengan tekno-kompleks Toalean. Namun demikian, gambaran perkembangan teknologi artefak batu pada masa antara sebelum hingga awal perkembangan tekno-kompleks Toalean masih jarang diteliti secara intensif. Situs Leang Batti adalah situs hunian yang dapat mengisi kekosongan informasi melalui studi teknologi artefak serpih. Artefak berjumlah 1376 buah diklasifikasi dan dianalisis pada serpih dengan mengamati dinamika morfometrik dan teknologi tipe alat antara Holosen Awal hingga Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Holosen Awal, teknologi yang dominan adalah serpih yang digunakan sebagai alat secara langsung tanpa dimodifikasi. Pada fase Holosen Tengah, ukuran serpih mulai mengalami perubahan karena pengaruh Toalean dengan karakter teknologi serpih yang dimodifikasi mulai masuk dalam konsep dasar sipembuat alat, namun tidak terlalu kuat.
Title: Perkembangan Teknologi Artefak Serpih Batu Pada Paruh Awal Holosen di Leang Batti, Sulawesi Selatan
Description:
Penelitian yang intensif di gua-gua prasejarah Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemampuan kognitif penghuni Sulawesi yang mungkin jarang dimiliki populasi lain di Wallacea.
Pada paruh awal Holosen kemampuan yang diperlihatkan adalah memodifikasi alat serpih yang dikenal dengan tekno-kompleks Toalean.
Namun demikian, gambaran perkembangan teknologi artefak batu pada masa antara sebelum hingga awal perkembangan tekno-kompleks Toalean masih jarang diteliti secara intensif.
Situs Leang Batti adalah situs hunian yang dapat mengisi kekosongan informasi melalui studi teknologi artefak serpih.
Artefak berjumlah 1376 buah diklasifikasi dan dianalisis pada serpih dengan mengamati dinamika morfometrik dan teknologi tipe alat antara Holosen Awal hingga Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Holosen Awal, teknologi yang dominan adalah serpih yang digunakan sebagai alat secara langsung tanpa dimodifikasi.
Pada fase Holosen Tengah, ukuran serpih mulai mengalami perubahan karena pengaruh Toalean dengan karakter teknologi serpih yang dimodifikasi mulai masuk dalam konsep dasar sipembuat alat, namun tidak terlalu kuat.

Related Results

LUKISAN PRASEJARAH GUA LEANG-LEANG KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN: KAJIAN SIMBOL S. K. LANGER
LUKISAN PRASEJARAH GUA LEANG-LEANG KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN: KAJIAN SIMBOL S. K. LANGER
AbstrakLukisan di gua Leang-Leang merupakan salah satu artefak budaya sebagai bukti kekayaan dan simbol peradaban manusia. Lukisan merupakan abstraksi ide-ide, religi mitis, dan su...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PKM Pemberdayaan Karang Taruna dalam Membangkitkan Perekonomian di Kawasan Wisata Leang-Leang Maros
PKM Pemberdayaan Karang Taruna dalam Membangkitkan Perekonomian di Kawasan Wisata Leang-Leang Maros
Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat, yakni pemberdayaan Karang Taruna dalam membangkitkan perekono...
Inventarytation of Medicinal Plants in Leang-Leang Village, Bantimurung District, Maros Regency
Inventarytation of Medicinal Plants in Leang-Leang Village, Bantimurung District, Maros Regency
This study aimed to obtain data, information, and an inventory of medicinal plant species used by the community in Leang-Leang Village. The type of research used was descriptive qu...
TIPOLOGI ARTEFAK BATU LIANG ULIN 2
TIPOLOGI ARTEFAK BATU LIANG ULIN 2
Situs Liang Ulin 2 yang berada di kawasan karst Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan adalah salah satu gua hunian dari masa prasejarah. Data arkeologi yang berupa pec...
ARTEFAK LITIK DI KAWASAN PRASEJARAH BATU EJAYYA: TEKNOLOGI PERALATAN TOALIAN DI PESISIR SELATAN SULAWESI
ARTEFAK LITIK DI KAWASAN PRASEJARAH BATU EJAYYA: TEKNOLOGI PERALATAN TOALIAN DI PESISIR SELATAN SULAWESI
Batu Ejayya adalah salah satu kawasan prasejarah hunian Toalian di pesisir selatan Sulawesi. Kawasan ini mulai dihuni pada masa pertengahan hingga akhir holosen. Kawasan tersebut b...
PERENCANAAN INTERPRETASI WISATA DI RESORT MINASA TE’NE, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
PERENCANAAN INTERPRETASI WISATA DI RESORT MINASA TE’NE, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
Kawasan Karst Maros-Pangkep merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia setelah karst alam di China. Sebagian besar kawasan ini terdapat di dalam Taman Nasional Bantimurung Bulu...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...

Back to Top