Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN INTERPRETASI WISATA DI RESORT MINASA TE’NE, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG

View through CrossRef
Kawasan Karst Maros-Pangkep merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia setelah karst alam di China. Sebagian besar kawasan ini terdapat di dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Dengan adanya potensi tersebut kawasan ini memiliki daya tarik yang potensial untuk dikunjungi. Salah satu objek yang menarik dikunjungi adalah barisan goa prasejarah di Desa Biraeng Kabupaten Pangkep. Namun pengunjung yang datang mengharapkan memperoleh pengetahuan yang mendalam setelah melakukan kegiatan wisata. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan interpretasi. Berdasarkan alasan tersebut maka penelitian bertujuan untuk menyusun rencana interpretasi alam di kawasan wisata Resort Minasa Te’ne Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Manfaat penelitian ini yakni dapat membantu pengelola dalam upaya mengembangkan wisata alam khususnya kegiatan interpretasi. Tema kegiatan interpretasi di kawasan ini adalah Wisata Alam dan Sejarah Minasa Te’ne. Lokasi kegiatan berada pada Resort Minasa Te’ne Kelurahan Biraeng dan Desa Panaikang Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep. Obyek interpretasi sumberdaya alam berupa kolam permandian alami yang airnya berasal dari dalam goa Leang Londong. Sedangkan objek interpretasi sejarah yang dapat ditemui antara lain Leang Bubbuka, Leang Caddia, Leang Lambuto, Leang Lompoa, Leang Kassi, Leang Kajuara dan Leang Pattenung. Terdapat tiga rencana yang mencakup perencanaan interpretasi yakni rencana satuan, rencana kegiatan, dan rencana penugasan.
Title: PERENCANAAN INTERPRETASI WISATA DI RESORT MINASA TE’NE, TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
Description:
Kawasan Karst Maros-Pangkep merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia setelah karst alam di China.
Sebagian besar kawasan ini terdapat di dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Dengan adanya potensi tersebut kawasan ini memiliki daya tarik yang potensial untuk dikunjungi.
Salah satu objek yang menarik dikunjungi adalah barisan goa prasejarah di Desa Biraeng Kabupaten Pangkep.
Namun pengunjung yang datang mengharapkan memperoleh pengetahuan yang mendalam setelah melakukan kegiatan wisata.
Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan interpretasi.
Berdasarkan alasan tersebut maka penelitian bertujuan untuk menyusun rencana interpretasi alam di kawasan wisata Resort Minasa Te’ne Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Manfaat penelitian ini yakni dapat membantu pengelola dalam upaya mengembangkan wisata alam khususnya kegiatan interpretasi.
Tema kegiatan interpretasi di kawasan ini adalah Wisata Alam dan Sejarah Minasa Te’ne.
Lokasi kegiatan berada pada Resort Minasa Te’ne Kelurahan Biraeng dan Desa Panaikang Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep.
Obyek interpretasi sumberdaya alam berupa kolam permandian alami yang airnya berasal dari dalam goa Leang Londong.
Sedangkan objek interpretasi sejarah yang dapat ditemui antara lain Leang Bubbuka, Leang Caddia, Leang Lambuto, Leang Lompoa, Leang Kassi, Leang Kajuara dan Leang Pattenung.
Terdapat tiga rencana yang mencakup perencanaan interpretasi yakni rencana satuan, rencana kegiatan, dan rencana penugasan.

Related Results

Keanekaragaman Hayati Kupu-kupu Berbasis Pelestarian Lingkungan di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
Keanekaragaman Hayati Kupu-kupu Berbasis Pelestarian Lingkungan di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung
Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung adalah salah satu habitat kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Sejak beberapa tahun yang lalu terjadi penurunan populasi kupu-kupu yang sangat cepa...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini mengkaji mengenai pengawasan taman nasional tesso nilo oleh balai taman nasional tesso nilo kecamatan ukui kabupaten pelalawan, dengan rumusan masalah tentang bagaim...
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Kontrak Konservasi Sebagai Dasar Kesepakatan Desa Penyangga Wisata Alam Taman Nasional Bali Barat
Pelestarian lingkungan kawasan wisata alam oleh Kesatuan Pelestarian Hutan Konservasi Taman Nasional Bali Barat saat ini telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak (mitra), s...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
UJICOBA PENANAMAN LADA - LADA (Micromelum minutum) UNTUK PEMBINAAN HABITAT KUPU – KUPU DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
UJICOBA PENANAMAN LADA - LADA (Micromelum minutum) UNTUK PEMBINAAN HABITAT KUPU – KUPU DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
Butterfly is a typical fauna in Bantimurung Bulusaraung National Park. Its population are more and more decreased in nature due to decreased of feed plant of butterfly caused by lo...

Back to Top