Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINES (SVM) DAN NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT JANTUNG

View through CrossRef
Jantung merupakan salah satu organ terpenting yang ada pada tubuh manusia. Dengan ada nya jantung, darah dapat tersalurkan keseluruh tubuh dengan baik. diperlukannya sebuah pola klasifikasi penyakit jantung. Klasifikasi yang digunakan yaitu dengan metode Support Vector Machines (SVM) dan Neural Net kinerja yang sangat baik. Pada dataset ini memiliki total 416 instance. Confusion Matrix algoritma SVM terdapat 36 + 34 prediksi yang benar dan 7 + 7 prediksi yang salah. Confusion Matrix algoritma Neural Network terdapat 164 + 180 prediksi yang benar dan 41 + 33 prediksi yang salah. Algoritma SVM memiliki tingakat accuracy lebih tinggi dibandingkan algoritma Neural Net. Yang berisi nilai pada AUC 0.833, CA 0.83, F1 0.835, Precision 0.835 dan Recall 0.835.Berdasarkan hasil penelitian pada kedua algoritma, bahwa algoritma SVM dapat menyelesaikan masalah klasifikasi penyakit jantung lebih baik dengan nilai akurasi 83% sedangkan pada algoritma Neural Net memiliki nilai akurasi 82% dalam menyelesaikan penyakit jantung.
Title: PERBANDINGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINES (SVM) DAN NEURAL NETWORK UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT JANTUNG
Description:
Jantung merupakan salah satu organ terpenting yang ada pada tubuh manusia.
Dengan ada nya jantung, darah dapat tersalurkan keseluruh tubuh dengan baik.
diperlukannya sebuah pola klasifikasi penyakit jantung.
Klasifikasi yang digunakan yaitu dengan metode Support Vector Machines (SVM) dan Neural Net kinerja yang sangat baik.
Pada dataset ini memiliki total 416 instance.
Confusion Matrix algoritma SVM terdapat 36 + 34 prediksi yang benar dan 7 + 7 prediksi yang salah.
Confusion Matrix algoritma Neural Network terdapat 164 + 180 prediksi yang benar dan 41 + 33 prediksi yang salah.
Algoritma SVM memiliki tingakat accuracy lebih tinggi dibandingkan algoritma Neural Net.
Yang berisi nilai pada AUC 0.
833, CA 0.
83, F1 0.
835, Precision 0.
835 dan Recall 0.
835.
Berdasarkan hasil penelitian pada kedua algoritma, bahwa algoritma SVM dapat menyelesaikan masalah klasifikasi penyakit jantung lebih baik dengan nilai akurasi 83% sedangkan pada algoritma Neural Net memiliki nilai akurasi 82% dalam menyelesaikan penyakit jantung.

Related Results

PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
PENGUATAN PERAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO PENYAKIT JANTUNG
Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung sebagai sistem kardiovaskuler,  seperti Angina Pectoris (Nyeri dada), Acut Miocar...
Komparasi Kinerja Algoritma Random Forest dan Decision Tree dalam Klasifikasi Penyakit Jantung
Komparasi Kinerja Algoritma Random Forest dan Decision Tree dalam Klasifikasi Penyakit Jantung
Penyakit jantung masih menjadi penyakit yang merenggut banyak nyawa, sehingga sangat penting untuk menemukan cara yang lebih cepat dan akurat dalam mendiagnosisnya. Perkembangan pe...

Back to Top