Javascript must be enabled to continue!
SATUA CUPAK TEKEN GRANTANG (PAMASTIKA PSIKOLOGI TOKOH)
View through CrossRef
<p>Satua Bali merupakan karya sastra tradisonal yang disebut sebagai sastra lisan. Salah satu jenis satua Bali adalah satua Cupak teken Grantan. Satua ini merupakan salah satu warisan dari leluhur yang harus dilestarikan. Dalam satua ini, masyarakat dapat menjadikan cerminan dalam kehidupannya, mana yang patut dijadikan contoh dan mana yang tidak patut untuk dijadikan contoh. Karsatua Cupak teken Grantang ini berisi tentang ajaran yang baik dan ajaran yang tidak baik. Dengan demikian ajaran yang baik dapat dijadikan pedoman agar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.</p><p>Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana struktur intrinsik satua Cupak teken Grantang ? (2) Bagaimana karakter tokoh dalam satua Cupak teken Grantang? Dari rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur dari satua Cupak teken Grantang. (2) karakter tokoh dari satua Cupak teken Grantang.</p><p>Teori yang dipakai untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini adalah teori strukturalisme dan teori nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifdari petangkep deskriptif : (1) jenis dan sumber data , yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh dari kepustakaan, data utama juga diperoleh untuk data penegep. (2) dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dari penelitian ini adalah kepustakaan dan wawancara, data yang sudah dkumpulkan, kemudian diteruskan dalam metode analisis data dapat dibagi menjadi tiga (3) macam yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data.</p><p>Berdasarkan pembahasan hasil berikut ini adalah sebagai berikut : satua Cupak teken Grantang memiliki (1) unsur intrinsic yang terdiri dari elemen-elemen cipta sastra yang berupa insiden yaitu ketika I Grantang diusir dari rumahnya oleh ayahnya karena tipu muslihat I Cupak dan masih banyak lagi insiden yang ada dalam satua tersebut, alur yang dipakai yaitu alur maju, tokoh/penokohan ada tiga yaitu tokoh utama, tokoh sekunder, dan tokoh komplementer, latar yang dipakai yaitu latar genah, dan latar suasana, tema yang ada di satua tersebut berkaitan dengan religious, amanat terdapat dua amanat yang ada dalam satua Cupak Teken Grantang. (2) karakter tokoh yaitu karakter tokoh utama, karakter tokoh sekunder, karakter tokoh komplementer.</p>
Title: SATUA CUPAK TEKEN GRANTANG (PAMASTIKA PSIKOLOGI TOKOH)
Description:
<p>Satua Bali merupakan karya sastra tradisonal yang disebut sebagai sastra lisan.
Salah satu jenis satua Bali adalah satua Cupak teken Grantan.
Satua ini merupakan salah satu warisan dari leluhur yang harus dilestarikan.
Dalam satua ini, masyarakat dapat menjadikan cerminan dalam kehidupannya, mana yang patut dijadikan contoh dan mana yang tidak patut untuk dijadikan contoh.
Karsatua Cupak teken Grantang ini berisi tentang ajaran yang baik dan ajaran yang tidak baik.
Dengan demikian ajaran yang baik dapat dijadikan pedoman agar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
</p><p>Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana struktur intrinsik satua Cupak teken Grantang ? (2) Bagaimana karakter tokoh dalam satua Cupak teken Grantang? Dari rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur dari satua Cupak teken Grantang.
(2) karakter tokoh dari satua Cupak teken Grantang.
</p><p>Teori yang dipakai untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini adalah teori strukturalisme dan teori nilai.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifdari petangkep deskriptif : (1) jenis dan sumber data , yang digunakan adalah data kualitatif yang diperoleh dari kepustakaan, data utama juga diperoleh untuk data penegep.
(2) dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dari penelitian ini adalah kepustakaan dan wawancara, data yang sudah dkumpulkan, kemudian diteruskan dalam metode analisis data dapat dibagi menjadi tiga (3) macam yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data.
</p><p>Berdasarkan pembahasan hasil berikut ini adalah sebagai berikut : satua Cupak teken Grantang memiliki (1) unsur intrinsic yang terdiri dari elemen-elemen cipta sastra yang berupa insiden yaitu ketika I Grantang diusir dari rumahnya oleh ayahnya karena tipu muslihat I Cupak dan masih banyak lagi insiden yang ada dalam satua tersebut, alur yang dipakai yaitu alur maju, tokoh/penokohan ada tiga yaitu tokoh utama, tokoh sekunder, dan tokoh komplementer, latar yang dipakai yaitu latar genah, dan latar suasana, tema yang ada di satua tersebut berkaitan dengan religious, amanat terdapat dua amanat yang ada dalam satua Cupak Teken Grantang.
(2) karakter tokoh yaitu karakter tokoh utama, karakter tokoh sekunder, karakter tokoh komplementer.
</p>.
Related Results
AJARAN SUSILA DALAM SATUA LEAK MASLIKUAN
AJARAN SUSILA DALAM SATUA LEAK MASLIKUAN
Satua Bali merupakan salah satu jenis kesusastraan Bali yang dalam penyampaiannya menggunakan bahasa lisan dan di dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang luhur ...
Pop up Book Satua Bali Lutung Teken Kekua Memaling Isen pada Topik Bagian Tubuh Tumbuhan untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa
Pop up Book Satua Bali Lutung Teken Kekua Memaling Isen pada Topik Bagian Tubuh Tumbuhan untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa
Permasalahan tentang pembelajaran yang kurang tepat karena minimnya media pembelajaran yang tersedia menyebabkan rendahnya literasi sains siswa kelas IV SD. Penelitian ini bertujua...
Makna Ruwatan Wayang Cupak Dalang I Wayan Suaji
Makna Ruwatan Wayang Cupak Dalang I Wayan Suaji
Wayang Cupak termasuk pertunjukan langka di Bali, keberadaannya menambah genre pertunjukan Wayang Kulit Bali yang terus berkembang. Pertunjukan wayang kulit berfungsi sebagai wali,...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
Karmaphala dan Cinta Kasih Dalam Satua Dadong Jepun
Karmaphala dan Cinta Kasih Dalam Satua Dadong Jepun
Satua Bali is a literary work originating from local Balinese life. Satua-Satua Bali basically consists of two things, having its own aesthetic value and having human spiritual val...
CERITA RAKYAT BALI SEBAGAI REFERENSI NASKAH ANIMASI DALAM UPAYA PENGUATAN BUDAYA LOKAL
CERITA RAKYAT BALI SEBAGAI REFERENSI NASKAH ANIMASI DALAM UPAYA PENGUATAN BUDAYA LOKAL
The use of Balinese folklore as the basis for an animation script serves to preserve cultural heritage. Animation can be effective in spreading and preserving local cultural values...
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kumpulan Satua Bali I Oleh I Nengah Tinggen
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kumpulan Satua Bali I Oleh I Nengah Tinggen
Kasusastraan Bali merupakan seluruh pengetahuan yang tercipta dari hasil pikiran orang terdahulu di Bali yang ditulis menggunakan bahasa Bali dan aksara Bali. Salah satu kasusastra...
Teaching Education Values Of Hindu Religious Through Satua I Lacur
Teaching Education Values Of Hindu Religious Through Satua I Lacur
<p><em>This study aims to describe the teaching education value of the Hindu religion through Satua I Lacur for elementary school students in Denpasar City. Based on th...

