Javascript must be enabled to continue!
Kajian Penentuan Sistem Pusat Pelayanan Kawasan Perkotaan di Kecamatan Jatinangor
View through CrossRef
Perkotaan merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukan oleh kumpulan permukiman dan memiliki fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Jatinangor merupakan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumedang yang sudah mencirikan Kawasan Perkotaan. Untuk dapat mengoptimalkan perkembangan kawasan perkotaan di Kecamatan Jatinangor, maka sistem pusat pelayanan kawasan perlu diarahkan ke dalam rencana tata ruang kawasan. Metode data pada penelitian menggunakan teknik observasi dan untuk metode analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan deskritif kuantitatif. Hasil akhir dari penelitian ini adalah hierarki pusat pelayanan kawasan di Kecamatan Jatinangor yang terdiri dari 12 Desa terbagi kedalam tiga hierarki pusat pelayanan. Hierarki pertama yaitu Pusat Pertumbuhan Kawasan yang terdiri dari Desa Hegarmanah, Cipacing, Sayang, Cikeruh, dan CIbeusi. Kemudian hierarki kedua adalah Pusat Kegiatan Perindustrian yang terdiri dari Desa Cintamulya, Jatimukti, Mekargalih, dan Cisempur.untuk hirari yang ketiga yaitu Pusat Permukiman yang terletak di Desa Jatiroke, Cileles, dan Cilayung. Bentuk struktur Pusat Pelayanan Perkotaan Jatinangor merupakan konsep konsentris, dengan pola perkembangan perkotan berada di tengah-tengah kawasa sebagai daerah pusat kawasan. Bentuk struktur Perkotaan Jatinangor pembangunan konsep konsentris, pola perkembangan kotanya berada di tengah-tengah Perkotaan Jatinangor sebagai daerah pusat Kawasan
Title: Kajian Penentuan Sistem Pusat Pelayanan Kawasan Perkotaan di Kecamatan Jatinangor
Description:
Perkotaan merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukan oleh kumpulan permukiman dan memiliki fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.
Jatinangor merupakan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumedang yang sudah mencirikan Kawasan Perkotaan.
Untuk dapat mengoptimalkan perkembangan kawasan perkotaan di Kecamatan Jatinangor, maka sistem pusat pelayanan kawasan perlu diarahkan ke dalam rencana tata ruang kawasan.
Metode data pada penelitian menggunakan teknik observasi dan untuk metode analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan deskritif kuantitatif.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah hierarki pusat pelayanan kawasan di Kecamatan Jatinangor yang terdiri dari 12 Desa terbagi kedalam tiga hierarki pusat pelayanan.
Hierarki pertama yaitu Pusat Pertumbuhan Kawasan yang terdiri dari Desa Hegarmanah, Cipacing, Sayang, Cikeruh, dan CIbeusi.
Kemudian hierarki kedua adalah Pusat Kegiatan Perindustrian yang terdiri dari Desa Cintamulya, Jatimukti, Mekargalih, dan Cisempur.
untuk hirari yang ketiga yaitu Pusat Permukiman yang terletak di Desa Jatiroke, Cileles, dan Cilayung.
Bentuk struktur Pusat Pelayanan Perkotaan Jatinangor merupakan konsep konsentris, dengan pola perkembangan perkotan berada di tengah-tengah kawasa sebagai daerah pusat kawasan.
Bentuk struktur Perkotaan Jatinangor pembangunan konsep konsentris, pola perkembangan kotanya berada di tengah-tengah Perkotaan Jatinangor sebagai daerah pusat Kawasan.
Related Results
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN SUPERBLOK JATINANGOR TEMA HIGH TECH ARCHITECTURE
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN SUPERBLOK JATINANGOR TEMA HIGH TECH ARCHITECTURE
Abstract: Jatinangor Superblock is an integrated superblock complex located in the strategic area of Jatinangor education province. This design is based on the significant growth o...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Strategi Komunikasi Pemasaran pada Rebranding Usaha Kuliner Kopi
Abstract. In a rebranding there are several stages in the form of renaming, relaunching, redesigning, repositioning. At the rebranding stage carried out by a business, a marketing ...
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Reward (2) Punishment; (3) Kinerja Pegawai; serta (4) Pengaruh Reward dan Punishment terhadap Kinerja ...
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
Jatinangor merupakan salah satu kawasan yang rawan terjadinya bencana banjir . Wilayah ini merupakan kawasan pendidikan dan permukiman padat yang kini berkembang pesat, beda sepert...
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Penentuan Lokasi Potensial dan Arahan Pengembangan Kawasan Perdagangan Secara Berkelanjutan Di Kota Masamba
Penentuan Lokasi Potensial dan Arahan Pengembangan Kawasan Perdagangan Secara Berkelanjutan Di Kota Masamba
Perkembangan perdagangan dan jasa di Kawasan Perkotaan Masamba membentuk pola linier pada jalan-jalan utama. Di samping itu, pada kawasan transisi dan kawasan pinggiran perdagangan...
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang mengalami urbanisasi wilayah yang ditandai oleh perkembangan kawasan perkotaan yang massif di wilayahnya. Pada tahun 2019 kab...

