Javascript must be enabled to continue!
STRUKTUR BAHASA; Pembentukan Kata dan Morfem sebagai Proses Morfemis dan Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia
View through CrossRef
Pembentukan kata dan morfem dalam bahasa Indonesia merupakan fokus artikel ini. Bahasa merupakan sebuah sistem tanda dan bunyi, berarti bahwa bahasa itu sistemis sekaligus sistematis. Dengan demikian, untuk memahami suatu bahasa terlebih dahulu kita harus memahami proses pembentukan kata dan morfem sebagai bagian terkecil dari bahasa itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan maksud untuk mengungkapkan proses pembentukan bahasa secara objektif dan apa adanya, yaitu dengan teknik menganalisa contoh kata dan morfem dalam bahasa Indonesia, selanjutnya menganalisa proses pembentukan tiap kata dan morfem tersebut. Proses pembentukan bahasa sejatinya melalui proses morfemis (a) derivasi zero, (b) afiksasi, (c) reduplikasi, (d) komposisi, (e) abrevasi, (f) derivasi balik, (g) metanalisis, (h) analogi dan (i) kombinasi proses sekaligus proses morfofonemik (a) �pemunculan �fonem; �(b) �pelesapan �fonem; �(c) peluluhan �fonem; �(d) perubahan �fonem; �(e) �pergeseran �fonem. Proses tersebut perlu dipahami sebagai bentuk kegiatan berkomunikasi untuk mengungkapkan makna, baik sebagai ide untuk mengungkap perasaan, permintaan, penolakan maupun yang lainnya. Ide tersebutlah yang kemudian disampaikan dalam bentuk kalimat yang mengandung makna.�
Title: STRUKTUR BAHASA; Pembentukan Kata dan Morfem sebagai Proses Morfemis dan Morfofonemik dalam Bahasa Indonesia
Description:
Pembentukan kata dan morfem dalam bahasa Indonesia merupakan fokus artikel ini.
Bahasa merupakan sebuah sistem tanda dan bunyi, berarti bahwa bahasa itu sistemis sekaligus sistematis.
Dengan demikian, untuk memahami suatu bahasa terlebih dahulu kita harus memahami proses pembentukan kata dan morfem sebagai bagian terkecil dari bahasa itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.
Dengan maksud untuk mengungkapkan proses pembentukan bahasa secara objektif dan apa adanya, yaitu dengan teknik menganalisa contoh kata dan morfem dalam bahasa Indonesia, selanjutnya menganalisa proses pembentukan tiap kata dan morfem tersebut.
Proses pembentukan bahasa sejatinya melalui proses morfemis (a) derivasi zero, (b) afiksasi, (c) reduplikasi, (d) komposisi, (e) abrevasi, (f) derivasi balik, (g) metanalisis, (h) analogi dan (i) kombinasi proses sekaligus proses morfofonemik (a) �pemunculan �fonem; �(b) �pelesapan �fonem; �(c) peluluhan �fonem; �(d) perubahan �fonem; �(e) �pergeseran �fonem.
Proses tersebut perlu dipahami sebagai bentuk kegiatan berkomunikasi untuk mengungkapkan makna, baik sebagai ide untuk mengungkap perasaan, permintaan, penolakan maupun yang lainnya.
Ide tersebutlah yang kemudian disampaikan dalam bentuk kalimat yang mengandung makna.
�.
Related Results
ANALISIS MORFEM PADA KATA ULANG “ROBOHNYA SURAU KAMI” KARYA ALI AKBAR NAVIS
ANALISIS MORFEM PADA KATA ULANG “ROBOHNYA SURAU KAMI” KARYA ALI AKBAR NAVIS
Morfologi merupakan salah satu bagian dari cabang linguistik atau ilmu bahasa. Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi yang berar...
Variasi Pembentukan Kata Majemuk (Fukugougo) dari Morfem Kanji ‘手’ dalam Bahasa Jepang
Variasi Pembentukan Kata Majemuk (Fukugougo) dari Morfem Kanji ‘手’ dalam Bahasa Jepang
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variasi fukugougo dalam pembentukan kata majemuk yang terbentuk dari morfem ‘手’ dengan kosa kata atau morfem lain dalam bahasa Jepang. Data ...
Benarkah morfologi bahasa Melayu sedia ada bersifat sekunder?
Benarkah morfologi bahasa Melayu sedia ada bersifat sekunder?
Morfologi adalah ilmu pembentukan kata, dan setiap kata dikatakan terbentuk daripada morfem iaitu unit bahasa terkecil yang mempunyai makna atau fungsi tatabahasa. Masalahnya ialah...
Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
Dinamika Pembentukan Kata Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa di dunia tidak mungkin mempertahankan kemurnian dan kemandiriannya. Bahkan, bahasa Indonesia tergolong bahasa yang tidak murni karena dar...
MENENTUKAN KATA BAKU UNSUR SERAPAN SETELAH MENGALAMI PROSES MORFOFONEMIK SISWA KELAS VIII
MENENTUKAN KATA BAKU UNSUR SERAPAN SETELAH MENGALAMI PROSES MORFOFONEMIK SISWA KELAS VIII
Bahasa sebagai alat komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia dapat berinteraksi baik dengan sesamanya, lingkungannya, maupun...
Penurunan Kata dengan Morfem Unik
Penurunan Kata dengan Morfem Unik
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan karakteristik penurunan kata dengan morfem unik dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbata...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
STUDI BANDING ANTARA PROSES MORFO FONEMIK BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA
STUDI BANDING ANTARA PROSES MORFO FONEMIK BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu peserta didik untuk mengetahui dan memahami tentang : (1) Proses morfofonemik bahasa Inggris (2) proses morfofonemik bahasa Indones...

