Javascript must be enabled to continue!
Relativitas Kelicikan Jawa: Analisis Semiotika Lakon Banjaran Sengkuni Ki Purbo Asmoro
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengkaji relativitas kelicikan dalam kebudayaan Jawa. Unit analisis penelitian berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon Banjaran Sengkuni oleh Ki Purbo Asmoro. Dengan menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes dan Charles Charles Sanders Peirce, penelitian ini mengungkap konstruksi kelicikan pada tataran denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui tuturan dan tindakan tokoh Sengkuni dalam lakon tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelicikan tokoh Sengkuni bersifat relatif, karena dalam konteks tertentu dimaknai sebagai bentuk loyalitas keluarga, instrumen kelanggengan kekuasaan, dan kecerdasan strategi untuk memperoleh kekuasaan. Ttemuan ini menegaskan bahwa wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan pendidikan moral, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan praktik kekuasaan yang terus relevan dengan kehidupan masyarakat.
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Title: Relativitas Kelicikan Jawa: Analisis Semiotika Lakon Banjaran Sengkuni Ki Purbo Asmoro
Description:
Penelitian ini bertujuan mengkaji relativitas kelicikan dalam kebudayaan Jawa.
Unit analisis penelitian berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon Banjaran Sengkuni oleh Ki Purbo Asmoro.
Dengan menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes dan Charles Charles Sanders Peirce, penelitian ini mengungkap konstruksi kelicikan pada tataran denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui tuturan dan tindakan tokoh Sengkuni dalam lakon tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelicikan tokoh Sengkuni bersifat relatif, karena dalam konteks tertentu dimaknai sebagai bentuk loyalitas keluarga, instrumen kelanggengan kekuasaan, dan kecerdasan strategi untuk memperoleh kekuasaan.
Ttemuan ini menegaskan bahwa wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan pendidikan moral, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan praktik kekuasaan yang terus relevan dengan kehidupan masyarakat.
Related Results
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. This study aims to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance at PT. Kimia Farma Tbk Plant Banjaran. This research is motivated...
TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)
TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)
Tinjauan Intrinsik Drama Bila Malam Bertambah Malam dan Edan karya Putu Wijaya.Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pembaharuan yang dilakukan Putu Wijaya dalam menulislakon dra...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. This study aims to determine the effect of emotional intelligence and motivation on employee performance at PT. This research is motivated by the unstable performance of ...
Pertunjukan Musik Teatrikal “IBU” Produksi Teater Koma
Pertunjukan Musik Teatrikal “IBU” Produksi Teater Koma
Penelitian ini membahas musik teatrikal bergaya opera dari pertunjukan musik teatrikal Ibu produksi Teater Koma. Teater Koma telah memilih berbagai komunikasi ekpresifnya, di anta...
KREATIVITAS PURBO ASMORO DALAM PENCIPTAAN DAN PENYAJIAN PAKELIRAN PURWA LAKON DUMADINE GAMELAN
KREATIVITAS PURBO ASMORO DALAM PENCIPTAAN DAN PENYAJIAN PAKELIRAN PURWA LAKON DUMADINE GAMELAN
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga rumusan masalah: bagaimana Purbo Asmoro
menciptakan lakon Dumadine Gamelan, bagaimana sanggit lakonnya, dan bagaimana garap
pakeliran-nya? ...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta
<p>Dalam pewayangan Semar merupakan rokoh yang mempunyai pengaruh besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep pada wanda Semar terhadap lakon-lakon yang S...
SANGGIT TOKOH DALAM BANJARAN SENGKUNI
SANGGIT TOKOH DALAM BANJARAN SENGKUNI
Banjaran Sengkuni is a play that tells the story of the life of a wayang character named Sengkuni, from his birth to tragic death. Through the play the puppeteer believes that the ...

