Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PADAGINGAN DALAM TEKS DEWA TATWA (Perspektif Teologi Hindu)

View through CrossRef
Agama Hindu merupakan ajaran agama yang begitu kompleks yang di dalamnya terdapat berbagai jenis ajaran yang begitu luas untuk dipelajari dan akan terus berkembang seiring dengan berjalanya waktu. Salah satu yang menjadi bukti kekayaan ajaran agama Hindu adalah adanya lontar-lontar yang merupakan sebuah karya sastra yang berisi akan ajaran-ajaran agama yang menjadi dasar dari pelaksanaan setiap upacara, prilaku, dan mengatur kehidupan manusia. Salah satu teks lontar yang ada adalah teks dewa tattwa  yang merupakan teks yang berisikan ajaran tentang upacara mekiis, ngusaba nini, mendirikan sanggar tawang, dan padagingan pada palinggih. Palinggih dibangun dengan berbagai bentuk menyesuaikan dengan tujuan dari pembangunanya, namun tidak semua bangunan yang dibangun dapat disebutkan sebagai sebuah palinggih. Bangunan yang dapat disebut sebagai sebuah palinggih adalah bangunan yang telah melalui tahap sakralisasi dan pemberian spirit kedalam bangunan tersebut. Teks dewa tattwa  merupakan sebuah teks yang merujuk kepada teks-teks sebelumnya yakni teks widhitattwa, dan narmada tattwa. Didalamnya menjelaskan tentang bagaimana pentingnya sebuah padagingan pada sebuah bangunan palinggih. Dimana padagingan sebagai sebuah simbol dari adanya spirit dan entitas yang luar biasa yang memberikan sebuah vibrasi positif. Dalam praktiknya padagingan merupakan sebuah unsur materi yang diberikan daya untuk bisa menjadi sebuah media untuk menghubungkan antara manusia dengan Tuhan. Padagingan sendiri tersusun atas komponen-komponen yang seluruhnya bermakna sebagai sebuah simbol perwujudan yang akan saling terkait. Simbol-simbol ini disatukan menjadi sebuah satu kesatuan yang menjadi simbol akan manifestasi Tuhan yang begitu banyak yang semuanya berasal dari satu yang tidak terpikirkan. Simbol menjadi sebuah dasar keyakinan bagi masyarakat yang menganut kepercayaan tersebut. Keberadaan padagingan di luar sebagai sebuah sarana yang mendatangkan vibrasi positif juga sebagai sebuah media untuk meningkatkan kepercayaan dan keteguhan dalam melaksanakan ajaran agama.    
Title: PADAGINGAN DALAM TEKS DEWA TATWA (Perspektif Teologi Hindu)
Description:
Agama Hindu merupakan ajaran agama yang begitu kompleks yang di dalamnya terdapat berbagai jenis ajaran yang begitu luas untuk dipelajari dan akan terus berkembang seiring dengan berjalanya waktu.
Salah satu yang menjadi bukti kekayaan ajaran agama Hindu adalah adanya lontar-lontar yang merupakan sebuah karya sastra yang berisi akan ajaran-ajaran agama yang menjadi dasar dari pelaksanaan setiap upacara, prilaku, dan mengatur kehidupan manusia.
Salah satu teks lontar yang ada adalah teks dewa tattwa  yang merupakan teks yang berisikan ajaran tentang upacara mekiis, ngusaba nini, mendirikan sanggar tawang, dan padagingan pada palinggih.
Palinggih dibangun dengan berbagai bentuk menyesuaikan dengan tujuan dari pembangunanya, namun tidak semua bangunan yang dibangun dapat disebutkan sebagai sebuah palinggih.
Bangunan yang dapat disebut sebagai sebuah palinggih adalah bangunan yang telah melalui tahap sakralisasi dan pemberian spirit kedalam bangunan tersebut.
Teks dewa tattwa  merupakan sebuah teks yang merujuk kepada teks-teks sebelumnya yakni teks widhitattwa, dan narmada tattwa.
Didalamnya menjelaskan tentang bagaimana pentingnya sebuah padagingan pada sebuah bangunan palinggih.
Dimana padagingan sebagai sebuah simbol dari adanya spirit dan entitas yang luar biasa yang memberikan sebuah vibrasi positif.
Dalam praktiknya padagingan merupakan sebuah unsur materi yang diberikan daya untuk bisa menjadi sebuah media untuk menghubungkan antara manusia dengan Tuhan.
Padagingan sendiri tersusun atas komponen-komponen yang seluruhnya bermakna sebagai sebuah simbol perwujudan yang akan saling terkait.
Simbol-simbol ini disatukan menjadi sebuah satu kesatuan yang menjadi simbol akan manifestasi Tuhan yang begitu banyak yang semuanya berasal dari satu yang tidak terpikirkan.
Simbol menjadi sebuah dasar keyakinan bagi masyarakat yang menganut kepercayaan tersebut.
Keberadaan padagingan di luar sebagai sebuah sarana yang mendatangkan vibrasi positif juga sebagai sebuah media untuk meningkatkan kepercayaan dan keteguhan dalam melaksanakan ajaran agama.
   .

Related Results

TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Teologi kontemporer merupakan teologi yang selalu mengedepankan rasio dibandingkan iman. Teologi kontemporer merupakan hasil berpikir dari historis kritis para teolog. Teologi ini ...
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
IDENTIFIKASI DEWA-DEWA DALAM REG WEDA MANDALA I
IDENTIFIKASI DEWA-DEWA DALAM REG WEDA MANDALA I
Reg weda adalah kitab suci Hindu berbentuk mantra yang dipercaya sebagai wahyu Tuhan dan diterima oleh maha rsi. Mantra  reg weda menggunakan bahasa Sanskerta yang kaya dengan nila...
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
The shortage of Hindu Religion Teachers is one of the main problems for the world of education. We hope that with the large number of Hindu religious colleges and graduates of the ...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK   Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Tantangan Berteologi Dan Bergereja Masa Kini
Tantangan Berteologi Dan Bergereja Masa Kini
Theology is often not in line with the praxis of ministry in the church. As a result, theology is often separated from the church. This can happen, because theology in Indonesia in...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...

Back to Top