Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara

View through CrossRef
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial untuk berusahatani cabe rawit merah. Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Insana yang masyarakatnya berusahatani cabe rawit merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi; dan 3) Break Event Point (BEP) usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Apri- Juni 2017. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei. Sampel diambil dengan metode sensus, sebanyak 15 orang dijadikan sampel. Untuk mengetahui gambaran usahatani digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah digunakan analisis Cobb-Douglas. Selanjutnya juga dihitung Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 9-25 are. Usahatani dilakukan dengan tahapan 1) persiapan berupa pembersihan lahan; 2) pengolahan lahan; 3) benih cabe rawit merah disemaikan; 4) penanaman dilakukan setelah bibit berumur 21 hari; 5) pemeliharaan; 6) panen; dan 7) buah cabe rawit merah disimpan pada tempat yang kering dan sejuk, kemudian cabe rawit merah dijual. Faktor modal, luas lahan, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani, dan pupuk kandang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi cabe rawit merah. Secara parsial faktor pengalaman usahatani, pendidikan petani dan pupuk kandang memiliki pengaruh yang positif, faktor tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Sedangkan modal dan luas lahan tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah. Biaya produksi usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam Rp5.530.667,00 dengan harga jual ditingkat petani sebesar Rp60.000,00 per kilogram sehingga BEP rupiah sebesar Rp2.952.602,00 dan BEP unit sebesar 49 kg. ©2018 dipublikasikan oleh Agrimor.
Title: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Cabe Rawit Merah di Desa Tapenpah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara
Description:
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan potensial untuk berusahatani cabe rawit merah.
Desa Tapenpah merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Insana yang masyarakatnya berusahatani cabe rawit merah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani; 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi; dan 3) Break Event Point (BEP) usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU.
Penelitian dilaksanakan di desa Tapenpah, kecamatan Insana, kabupaten TTU pada bulan Apri- Juni 2017.
Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei.
Sampel diambil dengan metode sensus, sebanyak 15 orang dijadikan sampel.
Untuk mengetahui gambaran usahatani digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah digunakan analisis Cobb-Douglas.
Selanjutnya juga dihitung Break Event Point (BEP).
Hasil penelitian menunjukkan usahatani cabe rawit merah di desa Tapenpah dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 9-25 are.
Usahatani dilakukan dengan tahapan 1) persiapan berupa pembersihan lahan; 2) pengolahan lahan; 3) benih cabe rawit merah disemaikan; 4) penanaman dilakukan setelah bibit berumur 21 hari; 5) pemeliharaan; 6) panen; dan 7) buah cabe rawit merah disimpan pada tempat yang kering dan sejuk, kemudian cabe rawit merah dijual.
Faktor modal, luas lahan, tenaga kerja, pengalaman usahatani, pendidikan petani, dan pupuk kandang secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi cabe rawit merah.
Secara parsial faktor pengalaman usahatani, pendidikan petani dan pupuk kandang memiliki pengaruh yang positif, faktor tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi usahatani cabe rawit merah.
Sedangkan modal dan luas lahan tidak berpengaruh terhadap produksi usahatani cabe rawit merah.
Biaya produksi usahatani cabe rawit merah dalam satu kali musim tanam Rp5.
530.
667,00 dengan harga jual ditingkat petani sebesar Rp60.
000,00 per kilogram sehingga BEP rupiah sebesar Rp2.
952.
602,00 dan BEP unit sebesar 49 kg.
©2018 dipublikasikan oleh Agrimor.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG
Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah  tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamia...
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Usahatani cabai merah di Kabupaten Kebumen sebagian besar berada di Kecamatan Mirit. Produksi cabai merah di Kecamatan Mirit mengalami peningkatan produksi pada tahun 2012 dan meng...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan se...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan  seperti tertu...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top