Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS OPTIMALISASI POLA TANAM AGROFORESTRI DUKUH DENGAN APLIKASI SExI-FS DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR
View through CrossRef
ABSTRACT. This study aimed to evaluate spatial modeling and optimize planting patterns in dukuh agroforestry systems using the Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Field data consisting of tree species, diameter, height, and spatial coordinates were used as input to simulate horizontal and vertical stand structures. The model generated crown map, root map, and light map to assess canopy distribution, root interaction, and light availability as key indicators of spatial efficiency. The results showed that both Dukuh Rumah and Dukuh Gunung exhibited adaptive spatial configurations, with light intensity ranging from 67–89.4% and 65–85%, respectively, and root density indicating low to moderate competition. More complex vertical stratification contributed to a more even distribution of light without significantly increasing competition. The optimization analysis revealed that planting arrangement based on spatial configuration and canopy stratification improves resource use efficiency and reduces interspecific competition. These findings demonstrate that SExI-FS provides a quantitative approach for designing more adaptive and sustainable planting patterns in dukuh agroforestry systems. Keywords: spatial modeling; planting optimization; SExI-FS; agroforestry; spatial structure ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemodelan spasial dan mengoptimalkan pola tanam pada sistem agroforestri dukuh menggunakan aplikasi Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Data lapangan berupa jenis, diameter, tinggi, dan koordinat spasial pohon digunakan sebagai input untuk mensimulasikan struktur tegakan secara horizontal dan vertikal. Model menghasilkan crown map, root map, dan light map yang digunakan untuk menganalisis distribusi tajuk, interaksi perakaran, serta ketersediaan cahaya sebagai indikator efisiensi ruang tumbuh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Dukuh Rumah dan Dukuh Gunung memiliki konfigurasi spasial yang adaptif, dengan intensitas cahaya masing-masing berkisar 67–89,4% dan 65–85%, serta kepadatan akar yang mencerminkan tingkat kompetisi rendah hingga sedang. Stratifikasi vertikal yang lebih kompleks berkontribusi terhadap distribusi cahaya yang lebih merata tanpa meningkatkan kompetisi secara signifikan. Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa pengaturan pola tanam berbasis konfigurasi spasial dan stratifikasi tajuk mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan menekan kompetisi antarjenis. Hasil ini menegaskan bahwa SExI-FS dapat digunakan sebagai pendekatan kuantitatif dalam merancang pola tanam agroforestri dukuh yang lebih adaptif dan berkelanjutan.Kata kunci: pemodelan spasial; optimalisasi pola tanam; SExI-FS; agroforestri; struktur spasial
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: ANALISIS OPTIMALISASI POLA TANAM AGROFORESTRI DUKUH DENGAN APLIKASI SExI-FS DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR
Description:
ABSTRACT.
This study aimed to evaluate spatial modeling and optimize planting patterns in dukuh agroforestry systems using the Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS).
Field data consisting of tree species, diameter, height, and spatial coordinates were used as input to simulate horizontal and vertical stand structures.
The model generated crown map, root map, and light map to assess canopy distribution, root interaction, and light availability as key indicators of spatial efficiency.
The results showed that both Dukuh Rumah and Dukuh Gunung exhibited adaptive spatial configurations, with light intensity ranging from 67–89.
4% and 65–85%, respectively, and root density indicating low to moderate competition.
More complex vertical stratification contributed to a more even distribution of light without significantly increasing competition.
The optimization analysis revealed that planting arrangement based on spatial configuration and canopy stratification improves resource use efficiency and reduces interspecific competition.
These findings demonstrate that SExI-FS provides a quantitative approach for designing more adaptive and sustainable planting patterns in dukuh agroforestry systems.
Keywords: spatial modeling; planting optimization; SExI-FS; agroforestry; spatial structure ABSTRAK.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemodelan spasial dan mengoptimalkan pola tanam pada sistem agroforestri dukuh menggunakan aplikasi Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS).
Data lapangan berupa jenis, diameter, tinggi, dan koordinat spasial pohon digunakan sebagai input untuk mensimulasikan struktur tegakan secara horizontal dan vertikal.
Model menghasilkan crown map, root map, dan light map yang digunakan untuk menganalisis distribusi tajuk, interaksi perakaran, serta ketersediaan cahaya sebagai indikator efisiensi ruang tumbuh.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa Dukuh Rumah dan Dukuh Gunung memiliki konfigurasi spasial yang adaptif, dengan intensitas cahaya masing-masing berkisar 67–89,4% dan 65–85%, serta kepadatan akar yang mencerminkan tingkat kompetisi rendah hingga sedang.
Stratifikasi vertikal yang lebih kompleks berkontribusi terhadap distribusi cahaya yang lebih merata tanpa meningkatkan kompetisi secara signifikan.
Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa pengaturan pola tanam berbasis konfigurasi spasial dan stratifikasi tajuk mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan menekan kompetisi antarjenis.
Hasil ini menegaskan bahwa SExI-FS dapat digunakan sebagai pendekatan kuantitatif dalam merancang pola tanam agroforestri dukuh yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kata kunci: pemodelan spasial; optimalisasi pola tanam; SExI-FS; agroforestri; struktur spasial.
Related Results
ANALISIS PROFITABILITAS AGROFORESTRI DUKUH DI KABUPATEN BANJAR
ANALISIS PROFITABILITAS AGROFORESTRI DUKUH DI KABUPATEN BANJAR
The existence of dukuh (traditional agroforestry plots) in Banjar Regency represents a form of natural resource utilization, particularly land, with the expectation of providing ma...
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur
Hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri memiliki pengaruh terhadap aspek ekologi, seperti: udara bersih, erosi terkendali, serapan karbon, pengaturan tata air, penyangga ekosis...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI PUSKESMAS KARANG INTAN 2 KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR DESCRIPTION OF PATIENT SATISFACTION LEVELS ON DRUG INFORMATION SERVICES AT KARANG INTAN HEALTH CENTER 2, KARANG INTAN DI
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI PUSKESMAS KARANG INTAN 2 KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR DESCRIPTION OF PATIENT SATISFACTION LEVELS ON DRUG INFORMATION SERVICES AT KARANG INTAN HEALTH CENTER 2, KARANG INTAN DI
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP
PELAYANAN INFORMASI OBAT DI PUSKESMAS KARANG
INTAN 2 KECAMATAN KARANG INTAN
KABUPATEN BANJAR
DESCRIPTION OF PATIENT SATISFACTION LEVEL...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunja...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
SEBARAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU LIUKANGLOE, KABUPATEN BULUKUMBA
SEBARAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU LIUKANGLOE, KABUPATEN BULUKUMBA
Ikan karang merupakan ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang dan keberadaannya ditentukan oleh variasi dan kompleksitas terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengana...

