Javascript must be enabled to continue!
MAKNA PEMBEBASAN : SEBUAH REFLEKSI PEMBEBASAN BERDASARKAN KITAB ESTER
View through CrossRef
Umat Yahudi sangat menderita dan tertekan akibat undang-undang yang telah dikeluarkan Haman meliputi seluruh negeri Persia. Penderitaan di sini adalah sebuah kata majemuk yang memperlihatkan baik kondisi fisik maupun batin umat Yahudi. Mereka adalah bangsa tawanan, masyarakat kelas dua yang tidak punya kekuatan untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Mereka pasrah seutuhnya pada tindakan dan karya Allah bagi kehidupan mereka. perjuangan pembebasan Ester dapat dimaknai bukan sekedar pembebasan bangsa Yahudi dari pemusnahan, tetapi juga merupakan pengangkatan hak-hak kaum tertindas, masyarakat kelas dua, bangsa yang lemah dan tak berdaya. Pembebasan itu juga bermakna sebagai kelepasan bagi kaum perempuan untuk mampu mengeluarkan hak suaranya, permohonannya didengar dan dihargai. Untuk memahami teks ini maka penulis menggunakan metode hermeneutik sosio-historis lalu akan dikaji secara teologis makna pembebasan yang terdapat dalam kitab Ester, sebab pembebasan dalam kitab Ester memiliki makna yang luas dan kompleks, yang pada akhirnya mengarah pada kebebasan yang bertanggung jawab. Pembebasan dalam Kitab Ester menginspirasi dua prinsip yang paling mendasar yang perlu dikembangkan gereja masa kini. Pertama, pengakuan atas perlu atau mendesaknya pembebasan dari setiap jenis penindasan, baik politik, ekonomi, sosial, seksual, rasial, maupun agamawi. Kedua, penegasan bahwa teologi harus tumbuh dari komunitas-komunitas basis Kristen, bukan dipaksakan dari atas
Institut Agama Kristen Negeri Manado
Title: MAKNA PEMBEBASAN : SEBUAH REFLEKSI PEMBEBASAN BERDASARKAN KITAB ESTER
Description:
Umat Yahudi sangat menderita dan tertekan akibat undang-undang yang telah dikeluarkan Haman meliputi seluruh negeri Persia.
Penderitaan di sini adalah sebuah kata majemuk yang memperlihatkan baik kondisi fisik maupun batin umat Yahudi.
Mereka adalah bangsa tawanan, masyarakat kelas dua yang tidak punya kekuatan untuk memperjuangkan nasibnya sendiri.
Mereka pasrah seutuhnya pada tindakan dan karya Allah bagi kehidupan mereka.
perjuangan pembebasan Ester dapat dimaknai bukan sekedar pembebasan bangsa Yahudi dari pemusnahan, tetapi juga merupakan pengangkatan hak-hak kaum tertindas, masyarakat kelas dua, bangsa yang lemah dan tak berdaya.
Pembebasan itu juga bermakna sebagai kelepasan bagi kaum perempuan untuk mampu mengeluarkan hak suaranya, permohonannya didengar dan dihargai.
Untuk memahami teks ini maka penulis menggunakan metode hermeneutik sosio-historis lalu akan dikaji secara teologis makna pembebasan yang terdapat dalam kitab Ester, sebab pembebasan dalam kitab Ester memiliki makna yang luas dan kompleks, yang pada akhirnya mengarah pada kebebasan yang bertanggung jawab.
Pembebasan dalam Kitab Ester menginspirasi dua prinsip yang paling mendasar yang perlu dikembangkan gereja masa kini.
Pertama, pengakuan atas perlu atau mendesaknya pembebasan dari setiap jenis penindasan, baik politik, ekonomi, sosial, seksual, rasial, maupun agamawi.
Kedua, penegasan bahwa teologi harus tumbuh dari komunitas-komunitas basis Kristen, bukan dipaksakan dari atas.
Related Results
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
النظرية الإشارية و التصورية
النظرية الإشارية و التصورية
Kontekstual dapat diartikan sebagai makna kata atau leksem yangberada pada suatu uraian atau kalimat yang dapat mengandung atau menambah kejelasan makna, yang dipengaruh oleh situa...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Kitab Ahl Menurut Al-Shahrastani dalam bukunya al-Mila wa al-Nihal
Al-Syahrastani (wafat 548 H/1153 M) adalah seorang sejarawan dan filsuf yang memiliki latar belakang keagamaan yang kuat yang mempengaruhi agama dan heresiografer. Dia adalah salah...
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...
SISTEM PENDETEKSI TERJEMAHAN KIFAYATUL MUHTADI KEDALAM BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE MINKOWSKI DISTANCE
SISTEM PENDETEKSI TERJEMAHAN KIFAYATUL MUHTADI KEDALAM BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE MINKOWSKI DISTANCE
Kitab Kifayatul Muhtadi merupakan sebuah karya Syeikh Muhammad Nur al-Fathani seorang matan Hakim Syari’ Makkah. Kitab ini disusun oleh beliau sebagai huraian atau syarah bagi kit...
LANDASAN ALKITAB DAN TEOLOGIS KONSEP PELAYANAN HOLISTIK
LANDASAN ALKITAB DAN TEOLOGIS KONSEP PELAYANAN HOLISTIK
Tuhan Yesus menyatakan misi-Nya sebagai “misi pembebasan” (Lukas 4:18-19). Misi pembebasan ini menyangkut pembebasan ekonomi, pembebasan politik, pembebasan dari penyakit, pembebas...

