Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER SINGLE AXIS DENGAN 4 REFLEKTOR CAHAYA

View through CrossRef
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tropis seperti Indonesia sangat dipengaruhi oleh seberapa optimal panel surya menangkap radiasi matahari. Panel surya statis mengalami penurunan output yang signifikan terutama pada pagi dan sore hari akibat sudut datang cahaya matahari yang miring dan intensitas iradiasi yang rendah. Sementara itu, solar tracker konvensional sudah cukup baik menjaga panel tetap tegak lurus terhadap matahari, namun outputnya tetap rendah ketika iradiasi matahari di waktu tersebut memang rendah. Penelitian ini merancang dan menguji solar tracker single axis yang dilengkapi empat reflektor cahaya, dengan harapan dapat memantulkan cahaya tambahan ke permukaan panel saat pagi dan sore hari. Reflektor ini dilengkapi mekanisme otomatis yang membuka untuk memantulkan cahaya dan menutup ketika suhu panel melebihi ambang batas, guna mencegah penurunan performa akibat panas berlebih. Sistem menggunakan dua sensor UV GUVA-S12SD yang dihadapkan ke arah timur dan barat sebagai pendeteksi arah matahari, motor DC dengan driver H-Bridge L298N sebagai aktuator, dan ESP32 sebagai mikrokontroler. Pengujian dilakukan selama empat hari dengan variasi sudut reflektor 45°, 50°, 55°, dan 60°. Validasi menunjukkan sensor UV mampu membaca radiasi dengan baik dan berfungsi presisi untuk pelacakan matahari, meski nilainya belum setara UV Index global akibat perbedaan parameter konversi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan energi harian pv solar tracker berkisar 12,2% hingga 19,4%, dengan hasil terbaik didapatkan dari pengujian dengan sudut reflektor 60°. Peningkatan terjadi pada waktu dengan iradiasi matahari rendah yaitu sekitar pukul (06.00-08.00 dan 15.00-18.00), sementara pada siang hari (11.00-13.00) hasil output dari pv solar tracker dan pv statis relatif sama karena matahari berada di PSH (Peek Sun Hour) atau di titik puncaknya sehingga sudut datang cahaya  hampir tegak lurus dengan panel surya di kedua metode. Ditemukan juga dari hasil penelitihan bahwa tegangan keluaran panel surya cenderung jenuh pada kisaran 13-14 V saat siang hari akibat efek dari kenaikan suhu panel, walaupun iradiansinya terus meningkat. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi tracking dan reflektor cahaya yang dilengkapi dengan penjagaan suhu nagar tidak terlalu panas dengan memutar reflektor berdasarkan hasil sensor suhu tidak terlalu worth it di indonesia khususnya di daerah panas seperti sidoarjo karena meskipun ada peningkatan hasil output panel surya, di waktu pagi dan sore posisi iradiasi yang minim tetap saja tidak dapat menunjang output panel surya menjadi jauh lebih besar
Title: RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER SINGLE AXIS DENGAN 4 REFLEKTOR CAHAYA
Description:
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tropis seperti Indonesia sangat dipengaruhi oleh seberapa optimal panel surya menangkap radiasi matahari.
Panel surya statis mengalami penurunan output yang signifikan terutama pada pagi dan sore hari akibat sudut datang cahaya matahari yang miring dan intensitas iradiasi yang rendah.
Sementara itu, solar tracker konvensional sudah cukup baik menjaga panel tetap tegak lurus terhadap matahari, namun outputnya tetap rendah ketika iradiasi matahari di waktu tersebut memang rendah.
Penelitian ini merancang dan menguji solar tracker single axis yang dilengkapi empat reflektor cahaya, dengan harapan dapat memantulkan cahaya tambahan ke permukaan panel saat pagi dan sore hari.
Reflektor ini dilengkapi mekanisme otomatis yang membuka untuk memantulkan cahaya dan menutup ketika suhu panel melebihi ambang batas, guna mencegah penurunan performa akibat panas berlebih.
Sistem menggunakan dua sensor UV GUVA-S12SD yang dihadapkan ke arah timur dan barat sebagai pendeteksi arah matahari, motor DC dengan driver H-Bridge L298N sebagai aktuator, dan ESP32 sebagai mikrokontroler.
Pengujian dilakukan selama empat hari dengan variasi sudut reflektor 45°, 50°, 55°, dan 60°.
Validasi menunjukkan sensor UV mampu membaca radiasi dengan baik dan berfungsi presisi untuk pelacakan matahari, meski nilainya belum setara UV Index global akibat perbedaan parameter konversi.
Hasil pengujian menunjukkan peningkatan energi harian pv solar tracker berkisar 12,2% hingga 19,4%, dengan hasil terbaik didapatkan dari pengujian dengan sudut reflektor 60°.
Peningkatan terjadi pada waktu dengan iradiasi matahari rendah yaitu sekitar pukul (06.
00-08.
00 dan 15.
00-18.
00), sementara pada siang hari (11.
00-13.
00) hasil output dari pv solar tracker dan pv statis relatif sama karena matahari berada di PSH (Peek Sun Hour) atau di titik puncaknya sehingga sudut datang cahaya  hampir tegak lurus dengan panel surya di kedua metode.
Ditemukan juga dari hasil penelitihan bahwa tegangan keluaran panel surya cenderung jenuh pada kisaran 13-14 V saat siang hari akibat efek dari kenaikan suhu panel, walaupun iradiansinya terus meningkat.
Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi tracking dan reflektor cahaya yang dilengkapi dengan penjagaan suhu nagar tidak terlalu panas dengan memutar reflektor berdasarkan hasil sensor suhu tidak terlalu worth it di indonesia khususnya di daerah panas seperti sidoarjo karena meskipun ada peningkatan hasil output panel surya, di waktu pagi dan sore posisi iradiasi yang minim tetap saja tidak dapat menunjang output panel surya menjadi jauh lebih besar.

Related Results

Solar Trackers Using Six-Bar Linkages
Solar Trackers Using Six-Bar Linkages
Abstract A solar panel faces the sun or has the solar ray normal to its face to enhance power reaping. A fixed solar panel can only meet this condition at one moment...
Pengaruh Penggunaan Reflektor Datar Dengan Variasi Sudut Terhadap Daya Keluaran Panel Surya
Pengaruh Penggunaan Reflektor Datar Dengan Variasi Sudut Terhadap Daya Keluaran Panel Surya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan solar reflektor dengan variasi sudut reflektor sebesar 60º, 75º, dan 90º  terhadap daya keluaran panel surya. Solar re...
RANCANG BANGUN ANTENA BICONICAL UHF UNTUK APLIKASI KANAL TV
RANCANG BANGUN ANTENA BICONICAL UHF UNTUK APLIKASI KANAL TV
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan sinyal lemah yang diterima oleh sebuah antena TV yang menyebabkan gambar tidak jelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, kita haru...
Peningkatan Daya Keluaran Panel Surya Menggunakan Single Axis Tracker Pada Daerah Khatulistiwa
Peningkatan Daya Keluaran Panel Surya Menggunakan Single Axis Tracker Pada Daerah Khatulistiwa
Artikel ini memaparkan tentang peningkatan daya keluaran panel surya menggunakan single axis tracker pada daerah khatulistiwa. Sistem tracker ini diuji menggunakan panel surya deng...
Design, Fabrication and Testing of a Novel Dual-Axis Automatic Solar Tracker System Using a Fresnel-Lens Solar Concentrator
Design, Fabrication and Testing of a Novel Dual-Axis Automatic Solar Tracker System Using a Fresnel-Lens Solar Concentrator
This thesis project investigates, analyzes, designs, simulates, constructs and tests a dual-axis solar tracker system to track the sun and concentrates the heat of the sunlight, us...
Solar wind interaction with comet 67P around perihelion
Solar wind interaction with comet 67P around perihelion
AbstractNear perihelion, when comet 67P was most active, the Rosetta spacecraft resided inside the comet induced magnetosphere. The solar wind magnetic field was still present, but...
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU RUANGAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU RUANGAN MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA
Abstrak. Aktivitas manusia sebagian besar membutuhkan cahaya, akan tetapi sinar cahaya matahari tidak bersinar selama 24 jam atau cuaca mendung, manusia tetap bisa beraktivitas den...

Back to Top