Javascript must be enabled to continue!
Peran Strategis Bakteria pada Bioremediasi Limbah Industri Farmasi di Perairan
View through CrossRef
Bioremediasi adalah suatu teknik pemulihan lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan limbah berbahaya, termasuk limbah industri farmasi yang mencemari perairan. Limbah ini mengandung senyawa kompleks seperti antibiotik dan bahan kimia lain yang sulit terurai dengan metode konvensional, serta dapat mengganggu ekosistem air. Artikel ini mengevaluasi dan membahas efektivitas penggunaan bakteri dalam menguraikan limbah industri farmasi dan memperbaiki kualitas perairan. Metode bioremediasi terdiri atas beberapa tahap: (1) isolasi dan seleksi bakteri dari lingkungan tercemar untuk memperoleh strain unggul seperti Pseudomonas sp., Bacillus sp., dan Paraburkholderia xenovorans; (2) uji kemampuan degradasi senyawa farmasi di laboratorium dengan menambahkan bakteri pada media cair yang mengandung senyawa uji seperti antibiotik dan antiepilepsi; (3) pengujian kondisi lingkungan (pH, suhu, dan ketersediaan oksigen) untuk menemukan kondisi optimal; dan (4) penerapan bioremediasi di skala lapangan dengan memonitor kualitas air berdasarkan parameter kimia (COD, BOD, dan konsentrasi senyawa farmasi) serta parameter biologi. Pseudomonas sp. menunjukkan kemampuan mendegradasi hingga 80% antibiotik dalam waktu 7 hari, sedangkan Bacillus sp. efektif menurunkan konsentrasi obat antiepilepsi hingga 75% dalam 10 hari. Kombinasi beberapa spesies bakteri meningkatkan efektivitas degradasi. Pengujian mikrobiologi menunjukkan peningkatan keragaman dan kepadatan populasi bakteri di lokasi yang dirawat, mengindikasikan pemulihan ekosistem perairan. Dapat disimpulkan bahwa peran strategis bakteri dalam bioremediasi limbah industri farmasi di perairan terbukti efektif dan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan. Implementasi metode ini memerlukan pengaturan kondisi lingkungan yang optimal agar proses degradasi berlangsung maksimal dan dampak negatif terhadap ekosistem dapat diminimalkan.
Kata kunci: Bioremediasi, Bakteri, Limbah Industri, Perairan
Title: Peran Strategis Bakteria pada Bioremediasi Limbah Industri Farmasi di Perairan
Description:
Bioremediasi adalah suatu teknik pemulihan lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan limbah berbahaya, termasuk limbah industri farmasi yang mencemari perairan.
Limbah ini mengandung senyawa kompleks seperti antibiotik dan bahan kimia lain yang sulit terurai dengan metode konvensional, serta dapat mengganggu ekosistem air.
Artikel ini mengevaluasi dan membahas efektivitas penggunaan bakteri dalam menguraikan limbah industri farmasi dan memperbaiki kualitas perairan.
Metode bioremediasi terdiri atas beberapa tahap: (1) isolasi dan seleksi bakteri dari lingkungan tercemar untuk memperoleh strain unggul seperti Pseudomonas sp.
, Bacillus sp.
, dan Paraburkholderia xenovorans; (2) uji kemampuan degradasi senyawa farmasi di laboratorium dengan menambahkan bakteri pada media cair yang mengandung senyawa uji seperti antibiotik dan antiepilepsi; (3) pengujian kondisi lingkungan (pH, suhu, dan ketersediaan oksigen) untuk menemukan kondisi optimal; dan (4) penerapan bioremediasi di skala lapangan dengan memonitor kualitas air berdasarkan parameter kimia (COD, BOD, dan konsentrasi senyawa farmasi) serta parameter biologi.
Pseudomonas sp.
menunjukkan kemampuan mendegradasi hingga 80% antibiotik dalam waktu 7 hari, sedangkan Bacillus sp.
efektif menurunkan konsentrasi obat antiepilepsi hingga 75% dalam 10 hari.
Kombinasi beberapa spesies bakteri meningkatkan efektivitas degradasi.
Pengujian mikrobiologi menunjukkan peningkatan keragaman dan kepadatan populasi bakteri di lokasi yang dirawat, mengindikasikan pemulihan ekosistem perairan.
Dapat disimpulkan bahwa peran strategis bakteri dalam bioremediasi limbah industri farmasi di perairan terbukti efektif dan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan.
Implementasi metode ini memerlukan pengaturan kondisi lingkungan yang optimal agar proses degradasi berlangsung maksimal dan dampak negatif terhadap ekosistem dapat diminimalkan.
Kata kunci: Bioremediasi, Bakteri, Limbah Industri, Perairan.
Related Results
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Evaluasi Pengelolaan Limbah di Pusat Riset Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi
Penggunaan bahan kimia ataupun radioaktif pada penelitian tentunya akan menjadi limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah yang dihasil...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Review: Bioremediasi Pencemaran Minyak Bumi
Review: Bioremediasi Pencemaran Minyak Bumi
Pemanfaatan minyak bumi yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan akan merugikan manusia dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan penanggulangan mela...
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA TEPUNG TAPIOKA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA TEPUNG TAPIOKA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN
AbstrakKota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki ragam industri, diantaranya industri rumah tangga pengolahan singkong untuk dijadikan sebagai tepung tapioka yang terdapat di 4 wilay...
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN METODE BIOREMEDIASI DI KAWASAN WISATA
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN METODE BIOREMEDIASI DI KAWASAN WISATA
Limbah cair domestik di kawasan wisata sering menjadi permasalahan lingkungan akibat tingginya aktivitas wisatawan. Pengolahan limbah yang tidak efektif dapat mencemari sumber air ...
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Studi Kualitatif Deskriptif : Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Beberapa Praktik Mandiri Bidan di Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok
Latar Belakang : Limbah medis sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) perlu dilakukan pengelolaan terpadu karena dapat menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia, makhluk ...
Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi
Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi
Tingkat pengangguran yang meningkat setiap tahunnya membuat masyarakat mencari sumber informasi dengan tujuan memperoleh dan mendapatkan lapangan pekerjaan, yang dapat dicapai deng...
Sistem Pengelolaan Limba Medis Covid-19 di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Sistem Pengelolaan Limba Medis Covid-19 di UPT. RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Limbah medis adalah Limbah Medis padat bahan berbahya dan beracun (B3) adalah semua limbah Rumah Sakit yang berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari li...

