Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PARAMETER TEMPERATUR QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO REAR HUB SPINDLES

View through CrossRef
Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam mengalamai kemajuan yang sangat pesat. Perlakuan panas didefenisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada baja/logam atau paduan. Salah satu metode perlakuan panas tersebut dengan proses quenching. Proses perlakuan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan sifat mekanik dan struktur mikro yang terjadi pada material rear hub spindle yang digunakan untuk gigi power thresher setelah megalami proses perlakuan panas dengan media pendinginan oli. Dari hasil pengujian kekuatan bahan memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tertingi terdapat pada specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekuatan 602,46 N/mm2 dan nilai kekuatan terkecil pada spesimen uji yang diberi proses perlakuan panas pada temperatur 825 0C dengan nilai kekuatan tarik 537,50 N/mm2. Nilai kekerasan bahan tertinggi terdapat pada spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekerasan 219 HVN dan nilai kekerasan terkecil terjadi specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 825 oC dengan nilai kekerasan 168 HVN. Dari hasil pengujian mikro struktur memperlihatkan bahwa diameter butiran bahan menunjukkan menurunnya diameter butiran selama proses hardening dengan quenching oli dimana semakin kecil diameter butiran maka sifat mekanis bahan meningkat. Kata Kunci : Rear Hub Spindles, Perlakuan panas, Sifat Mekanik, Struktur mikro
Title: PENGARUH PARAMETER TEMPERATUR QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO REAR HUB SPINDLES
Description:
Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam mengalamai kemajuan yang sangat pesat.
Perlakuan panas didefenisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada baja/logam atau paduan.
Salah satu metode perlakuan panas tersebut dengan proses quenching.
Proses perlakuan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan sifat mekanik dan struktur mikro yang terjadi pada material rear hub spindle yang digunakan untuk gigi power thresher setelah megalami proses perlakuan panas dengan media pendinginan oli.
Dari hasil pengujian kekuatan bahan memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tertingi terdapat pada specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekuatan 602,46 N/mm2 dan nilai kekuatan terkecil pada spesimen uji yang diberi proses perlakuan panas pada temperatur 825 0C dengan nilai kekuatan tarik 537,50 N/mm2.
Nilai kekerasan bahan tertinggi terdapat pada spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekerasan 219 HVN dan nilai kekerasan terkecil terjadi specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 825 oC dengan nilai kekerasan 168 HVN.
Dari hasil pengujian mikro struktur memperlihatkan bahwa diameter butiran bahan menunjukkan menurunnya diameter butiran selama proses hardening dengan quenching oli dimana semakin kecil diameter butiran maka sifat mekanis bahan meningkat.
Kata Kunci : Rear Hub Spindles, Perlakuan panas, Sifat Mekanik, Struktur mikro.

Related Results

Human spindle variability
Human spindle variability
Abstract In humans, sleep spindles are 10-16 Hz oscillations lasting approximately 0.5-2 s. Spindles, along with cortical slow oscillations, facilitate memory conso...
Human sleep spindles track experimentally excited brain circuits
Human sleep spindles track experimentally excited brain circuits
Abstract Spindles are hallmark oscillations during non-rapid-eye-movement (NREM) sleep. Together with slow oscillations (SOs), they are thought t...
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
ANALISA VARIASI VISCOSITAS PELUMAS PADA PROSES QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI 1045
Baja AISI 1045 memiliki kadar komposisi kandungan karbon sekitar 0,43 sampai dengan 0,50. Aplikasi baja AISI 1045[1], [2]. banyak digunakan dalam bidang otomotif. seperti pembuatan...
Emergence of synchronous EEG spindles from asynchronous MEG spindles
Emergence of synchronous EEG spindles from asynchronous MEG spindles
AbstractSleep spindles are bursts of rhythmic 10–15 Hz activity, lasting ∼0.5–2 s, that occur during Stage 2 sleep. They are coherent across multiple cortical and thalamic location...
PENGARUH STRUKTUR MIKRO TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA STAINLESS STEEL M303 EXTRA UNTUK BAHAN MATA PISAU PEMANEN SAWIT
PENGARUH STRUKTUR MIKRO TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA STAINLESS STEEL M303 EXTRA UNTUK BAHAN MATA PISAU PEMANEN SAWIT
Perlakuan panas (heat treatment) didefenisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada b...
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Pengaruh Ajaran Tri Guna Dalam Pendidikan Budhi Pekerti Anak Di  TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta, Dalam mencapai pendidikan Budhi pekerti di dalam ajarangama Hindu terd...
Pengaruh Perlakuan Temperatur dan Media Pendinginan Terhadap Sifat Ketangguhan Baja AISI 3215
Pengaruh Perlakuan Temperatur dan Media Pendinginan Terhadap Sifat Ketangguhan Baja AISI 3215
Perlakuan panas adalah pemanasan yang diikuti dengan penahanan dan pendinginan menggunakan media quenching. Pengerasan adalah pemanasan logam hingga suhu austenit, tahan pada suhu ...

Back to Top