Javascript must be enabled to continue!
Latihan Range of Motion sebagai Intervensi Keperawatan dalam Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Stroke: Literature Review
View through CrossRef
Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis akibat gangguan suplai darah ke otak yang sering menimbulkan hemiparesis dan penurunan kekuatan otot. Rehabilitasi dini melalui latihan Range of Motion (ROM) menjadi salah satu intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan fungsi motorik pasien.
Tujuan: Menelaah dan menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke.
Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan penelusuran artikel pada database elektronik seperti PubMed, Scopus, ProQuest, CINAHL, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci: stroke, range of motion, dan muscle strength. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2016–2020, desain quasi-eksperimental, systematic review, dan studi observasional yang menilai kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi ROM. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Sebagian besar studi (n=10) menggunakan desain quasi-eksperimental dan menunjukkan peningkatan signifikan kekuatan otot setelah latihan ROM (p<0,05). Sebanyak 11 artikel membahas ROM aktif dan 4 artikel ROM pasif. Latihan dilakukan 2 kali sehari selama 15–35 menit dengan durasi intervensi minimal 4 minggu. Instrumen yang umum digunakan adalah Manual Muscle Testing (MMT) dan handgrip dynamometer.
Kesimpulan: Latihan ROM, baik aktif maupun pasif, efektif meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke dan direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi keperawatan berbasis bukti.
CV. Kiara Group
Title: Latihan Range of Motion sebagai Intervensi Keperawatan dalam Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Stroke: Literature Review
Description:
Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis akibat gangguan suplai darah ke otak yang sering menimbulkan hemiparesis dan penurunan kekuatan otot.
Rehabilitasi dini melalui latihan Range of Motion (ROM) menjadi salah satu intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan fungsi motorik pasien.
Tujuan: Menelaah dan menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke.
Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan penelusuran artikel pada database elektronik seperti PubMed, Scopus, ProQuest, CINAHL, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci: stroke, range of motion, dan muscle strength.
Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2016–2020, desain quasi-eksperimental, systematic review, dan studi observasional yang menilai kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi ROM.
Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Sebagian besar studi (n=10) menggunakan desain quasi-eksperimental dan menunjukkan peningkatan signifikan kekuatan otot setelah latihan ROM (p<0,05).
Sebanyak 11 artikel membahas ROM aktif dan 4 artikel ROM pasif.
Latihan dilakukan 2 kali sehari selama 15–35 menit dengan durasi intervensi minimal 4 minggu.
Instrumen yang umum digunakan adalah Manual Muscle Testing (MMT) dan handgrip dynamometer.
Kesimpulan: Latihan ROM, baik aktif maupun pasif, efektif meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke dan direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi keperawatan berbasis bukti.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Edukasi Latihan Terstruktur Berbasis Self Care Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke
Pengaruh Edukasi Latihan Terstruktur Berbasis Self Care Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke
Latar Belakang: Secara global stroke merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan penyebab kecacatan ketiga diseluruh dunia. Pemberian edukasi dengan latihan te...
Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic
Hubungan Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif dengan Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragic
Stroke non hemoragik merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh iskemik, trombosis, emboli dan penyempitan lumen. Salah satu dampak yang terjadi pada pasien stroke adalah mengal...
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Kasus
Abstract. Stroke occurs when blood vessel in the brain is blocked, causing blood flow to the brain to be disrupted. Hemiparesis is one of the symptoms of stroke, which is paralysis...
Efektifitas Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke: Study Systematic Review
Efektifitas Latihan ROM Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke: Study Systematic Review
Diketahuinya efektifitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Studi ini adalah Systematic review. Sumber pencarian jurnal pada penelitian ini adalah G...
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling se...
Implementasi Terapi Genggam Bola terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Implementasi Terapi Genggam Bola terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar
Stroke iskemik merupakan gangguan neurologi yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah ke otak yang mengakibatkan kurangnya asupan oksigen ke otak. Menurut World Stroke Organi...

