Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EKSTRAKSI SENYAWA FENOLIK DARI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) UNTUK AGEN ANTI-BIOFOULING PADA MEMBRAN

View through CrossRef
Bawang putih mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya yaitu senyawa fenol. Senyawa fenol pada bawang putih memiliki peranan penting sebagai zat antibakteri yang dapat diproses selanjutnya sebagai agen antibiofouling membran. Metode ekstraksi yang tepat seperti kombinasi Microwave-Assisted Extraction (MAE) dan maserasi digunakan untuk mendapatkan senyawa fenol pada bawang putih. Namun demikian variasi rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi yang sesuai perlu diperhatikan dengan menggunakan kombinasi metode tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan ekstrak fenol dari bawang putih dengan variasi perlakuan rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi. Hasil ekstrak fenol kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Selain itu penelitian ini juga melakukan karakterisasi hasil ekstrak fenol dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang ada pada ektrak secara kualitatif dan PSA melakukan pengujian ukuran ekstrak fenol bawang putih. Berdasarkan hasil yang diperoleh, total fenol tertinggi sebesar 9,94±0,85 mg GAE/g berat kering dapat diperoleh dengan rasio pelarut 1:8 (b/v) dan waktu ekstraksi selama 2 menit. Berdasarkan analisis FTIR, ekstrak kering terdiri dari kelompok alkohol, sehingga dapat membuktikan secara kualitatif bahwa ekstrak tersebut memiliki senyawa fenol. Berdasarkan pengukuran dengan PSA, hasil ekstrak senyawa fenol bawang putih memiliki ukuran partikel sebesar 72,08±4,55 nm yang selanjutnya dapat digunakan sebagai agen pencegahan biofouling pada membran dengan tipe mixed matrix.
Title: EKSTRAKSI SENYAWA FENOLIK DARI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) UNTUK AGEN ANTI-BIOFOULING PADA MEMBRAN
Description:
Bawang putih mengandung beberapa zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya yaitu senyawa fenol.
Senyawa fenol pada bawang putih memiliki peranan penting sebagai zat antibakteri yang dapat diproses selanjutnya sebagai agen antibiofouling membran.
Metode ekstraksi yang tepat seperti kombinasi Microwave-Assisted Extraction (MAE) dan maserasi digunakan untuk mendapatkan senyawa fenol pada bawang putih.
Namun demikian variasi rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi yang sesuai perlu diperhatikan dengan menggunakan kombinasi metode tersebut.
Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan ekstrak fenol dari bawang putih dengan variasi perlakuan rasio bahan dan pelarut serta lama waktu ekstraksi.
Hasil ekstrak fenol kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT.
Selain itu penelitian ini juga melakukan karakterisasi hasil ekstrak fenol dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang ada pada ektrak secara kualitatif dan PSA melakukan pengujian ukuran ekstrak fenol bawang putih.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, total fenol tertinggi sebesar 9,94±0,85 mg GAE/g berat kering dapat diperoleh dengan rasio pelarut 1:8 (b/v) dan waktu ekstraksi selama 2 menit.
Berdasarkan analisis FTIR, ekstrak kering terdiri dari kelompok alkohol, sehingga dapat membuktikan secara kualitatif bahwa ekstrak tersebut memiliki senyawa fenol.
Berdasarkan pengukuran dengan PSA, hasil ekstrak senyawa fenol bawang putih memiliki ukuran partikel sebesar 72,08±4,55 nm yang selanjutnya dapat digunakan sebagai agen pencegahan biofouling pada membran dengan tipe mixed matrix.

Related Results

Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Penyembuhan Influenza dan Batuk
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Penyembuhan Influenza dan Batuk
Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai ragam flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan didalam dunia pengobatan. Pengobatan tradisional menggunakan tumbuh tumbuhan ...
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempita...
Pengaruh Tri-n-Oktil Posfin Oksida dan Tingkat Ekstraksi pada Pemurnian Konsentrat Thorium
Pengaruh Tri-n-Oktil Posfin Oksida dan Tingkat Ekstraksi pada Pemurnian Konsentrat Thorium
Telah dilakukan ekstraksi konsentrat thorium oksalat hasil olah monasit memakai ekstraktan Tri – n - Oktil Posfin Oksida (TOPO).  Pengotor  yang paling banyak  terkandung dalam kon...
Sintesis Membran Komposit PVDF-Zeolit untuk Penghilangan Metilen Biru
Sintesis Membran Komposit PVDF-Zeolit untuk Penghilangan Metilen Biru
Metilen  biru  (MB)  merupakan  zat warna  kation  yang sering  digunakan  dalam industri tekstil, karena harganya yang ekonomis dan mudah diperoleh. Dalam pewarnaan, senyawa ini h...
Review: Pengembangan Metode Isolasi Allicin pada Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Suplementasi Antihipertensi
Review: Pengembangan Metode Isolasi Allicin pada Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Suplementasi Antihipertensi
Hipertensi (tekanan darah tinggi yang tak terkontrol) merupakan salah satu faktor risiko penyebab gagal jantung. Pengobatan hipertensi dapat dikontrol dengan penggunaan obat-obatan...
STUDI KEMAMPUAN EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) SEBAGAI ANTIDIABETES
STUDI KEMAMPUAN EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) SEBAGAI ANTIDIABETES
Diabetes melitus salah satu penyakit komorbid yang paling beresiko dan memperburuk orang yang terinfeksi COVID-19. Kontrol gula darah sangat penting untuk menjaga sistem imun tubuh...
EFEK ANTIVIRAL RIBAVIRIN DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EKSPLAN BAWANG PUTIH CV. LUMBU HIJAU, CV. LUMBU KUNING DAN CV. TAWANGMANGU
EFEK ANTIVIRAL RIBAVIRIN DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EKSPLAN BAWANG PUTIH CV. LUMBU HIJAU, CV. LUMBU KUNING DAN CV. TAWANGMANGU
Tanaman bawang putih (Allium sativum L) termasuk dalam genus Allium yang diperbanyak secara vegetatifmelalui umbi. Virus merupakan salah satu penyakit penting yang perlu dipecahkan...

Back to Top