Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Konsep Ekoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam : Arah Penerapan dan Kebijakan dalam Merespons Problematika Lingkungan
View through CrossRef
Krisis ekologis global dan lokal yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta eksploitasi sumber daya alam menuntut respons multidimensional, termasuk dari perspektif keagamaan. Islam, melalui konsep ekoteologi, menawarkan kerangka etis dan teologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep ekoteologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan arah penerapan dan kebijakan pendidikan dalam merespons problematika lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (qualitative library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait ekoteologi Islam, etika lingkungan, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekoteologi Islam seperti tauhid, khalifah, dan mizan, memiliki relevansi kuat untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum PAI guna membangun kesadaran ekologis peserta didik. Namun demikian, implementasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan materi ajar, minimnya pelatihan pendidik, serta resistensi terhadap pembaruan kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pedagogis yang kontekstual, reflektif, dan praksis, serta dukungan kebijakan pendidikan yang sinergis agar ekoteologi dapat diinternalisasikan secara efektif dalam pembelajaran PAI. Integrasi ekoteologi dalam pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang memiliki kesalehan spiritual sekaligus tanggung jawab ekologis.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Babussalam
Title: Implementasi Konsep Ekoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam : Arah Penerapan dan Kebijakan dalam Merespons Problematika Lingkungan
Description:
Krisis ekologis global dan lokal yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta eksploitasi sumber daya alam menuntut respons multidimensional, termasuk dari perspektif keagamaan.
Islam, melalui konsep ekoteologi, menawarkan kerangka etis dan teologis yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep ekoteologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta memetakan arah penerapan dan kebijakan pendidikan dalam merespons problematika lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (qualitative library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait ekoteologi Islam, etika lingkungan, dan pendidikan Islam.
Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekoteologi Islam seperti tauhid, khalifah, dan mizan, memiliki relevansi kuat untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum PAI guna membangun kesadaran ekologis peserta didik.
Namun demikian, implementasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan materi ajar, minimnya pelatihan pendidik, serta resistensi terhadap pembaruan kurikulum.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pedagogis yang kontekstual, reflektif, dan praksis, serta dukungan kebijakan pendidikan yang sinergis agar ekoteologi dapat diinternalisasikan secara efektif dalam pembelajaran PAI.
Integrasi ekoteologi dalam pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim yang memiliki kesalehan spiritual sekaligus tanggung jawab ekologis.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
EKOTEOLOGI DALAM KONSEP TRI HITA KARANA: INOVASI GERBANG LILIN PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANGLI
EKOTEOLOGI DALAM KONSEP TRI HITA KARANA: INOVASI GERBANG LILIN PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANGLI
Situasi lingkungan di Bali menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini. Lonjakan pariwisata pasca pandemi telah menyebabkan peningkatan permintaan energi, air bersih, dan pengelola...
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP ALBANNA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP ALBANNA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Latar belakang penelitian ini adalah terkait dengan problematika dan solusi dalam penerapan kurikulum mereka di SMP Albanna Denpasar. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yan...
Mengkaji Konsep Ekoteologi Menurut Nasaruddin Umar
Mengkaji Konsep Ekoteologi Menurut Nasaruddin Umar
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ekoteologi menurut Nasaruddin Umar. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisi...
Integrasi Ekoteologi dalam Pendidikan Agama Islam
Integrasi Ekoteologi dalam Pendidikan Agama Islam
The global environmental crisis has driven the Indonesian Ministry of Religious Affairs (Kementerian Agama RI) in 2025 to integrate ecotheology into the Islamic Religious Education...
IMPLEMENTASI KEBIIJAKAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) DI KALIMANTAN SELATAN
IMPLEMENTASI KEBIIJAKAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) DI KALIMANTAN SELATAN
Pendidikan Diniyah formal (PDF) merupakan Lembaga Pendidikan Islam formal yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah. Di satu sisi, Lembaga Pendidikan ini diakui oleh pem...

