Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTITAS DAYAK DAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
Persaingan  dan konflik, serta kerukunan dan persaudaraan antara Dayak dan Melayu mewarnai ruang publik di Kalimantan Barat.  Kedua kelompok utama (mayoritas) di Kalimantan Barat menjalani hubungan pasang dan surut. Keadaan inilah yang selalu menarik diamati, khususnya dalam konteks identitas. Penulis ingin melihat bagaimana identitas berkelindan di balik isu bipolaritas Dayak-Melayu. Tulisan ini merupakan hasil pemikiran yang  diperkuat  dengan  data  pendukung.  Data  tersebut  diperoleh dari berbagai sumber dokumentasi dan terbitan, yang di antaranya menunjukkan bahwa di balik perbedaan identitas antara Dayak dan Melayu dapat ditemukan pula persamaan pada beberapa unsur. Kedua identitas itu tumbuh di ruang yang sama dan sebagian darinya berasal dari sumber atau asal-usul yang sama. Proses selanjutnya memperlihatkan penerimaan dan penggunaan identitas budaya menjadi bahan untuk pengonstruksian bangunan identitas kelompok. Pada mulanya, identitas Dayak digunakan secara terpaksa, sedangkan identitas Melayu diterima dengan terbuka. Seiring perjalanan waktu, kedua identitas itu dipakai oleh dan untuk dua kelompok yang berbeda. Masing-masing memperkuat identitas dengan perubahan-perubahan tertentu pada unsur-unsur budaya yang sudah ada. Identitas budaya Dayak dan Melayu tetap cair tetapi gerakan perubahan itu cenderung ke arah yang berlawanan dan memperlebar jarak di antara keduanya. Itu pulalah yang menyebabkan rivalitas berkelanjutan, sehingga persoalan yang kecil dapat menjadi besar.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
Title: IDENTITAS DAYAK DAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Description:
Persaingan  dan konflik, serta kerukunan dan persaudaraan antara Dayak dan Melayu mewarnai ruang publik di Kalimantan Barat.
  Kedua kelompok utama (mayoritas) di Kalimantan Barat menjalani hubungan pasang dan surut.
Keadaan inilah yang selalu menarik diamati, khususnya dalam konteks identitas.
Penulis ingin melihat bagaimana identitas berkelindan di balik isu bipolaritas Dayak-Melayu.
Tulisan ini merupakan hasil pemikiran yang  diperkuat  dengan  data  pendukung.
  Data  tersebut  diperoleh dari berbagai sumber dokumentasi dan terbitan, yang di antaranya menunjukkan bahwa di balik perbedaan identitas antara Dayak dan Melayu dapat ditemukan pula persamaan pada beberapa unsur.
Kedua identitas itu tumbuh di ruang yang sama dan sebagian darinya berasal dari sumber atau asal-usul yang sama.
Proses selanjutnya memperlihatkan penerimaan dan penggunaan identitas budaya menjadi bahan untuk pengonstruksian bangunan identitas kelompok.
Pada mulanya, identitas Dayak digunakan secara terpaksa, sedangkan identitas Melayu diterima dengan terbuka.
Seiring perjalanan waktu, kedua identitas itu dipakai oleh dan untuk dua kelompok yang berbeda.
Masing-masing memperkuat identitas dengan perubahan-perubahan tertentu pada unsur-unsur budaya yang sudah ada.
Identitas budaya Dayak dan Melayu tetap cair tetapi gerakan perubahan itu cenderung ke arah yang berlawanan dan memperlebar jarak di antara keduanya.
Itu pulalah yang menyebabkan rivalitas berkelanjutan, sehingga persoalan yang kecil dapat menjadi besar.

Related Results

MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
ABSTRAK Tatag de Penyawo adalah sebuah koreografi kelompok yang ditampilkan oleh 9 orang penari laki-laki. Karya ini lahir dari hasil perenungan penata tari yang gelisah dengan ide...
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
Abstract Cultural Values as Represented in the Pali of Dayak Ngaju Community. This research aims to (1) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the D...
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto
Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politi...
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
Abstract Pantun is an old form of poetry in Malay literature that until now is still used actively in various activities of malay nusantara community life, including in West Kalima...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...

Back to Top