Javascript must be enabled to continue!
Potensi Vegetasi dan Arthropoda di Kawasan Mangrove Gili Sulat Lombok Timur
View through CrossRef
ABSTRAKPenelitian iniÃÂ dilakukan di Gili Sulat pada pada posisi ÃÂ geogafis 8016' 46" - 8020' 44" LS dan 116041'06" - 116044'35" BT ÃÂ denganÃÂ tujuanÃÂ untuk menganalisis potensi danÃÂ kekhasan ÃÂ vegetasiÃÂ dan Artropoda ÃÂ pada komunitas mangrove ÃÂ di Gili Sulat Lombok Timur. MetodeÃÂ penelitian potensi kekhasan vegetasi dan fauna yang ada di Kawasan Mangrove Gili Sulat dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung. Pengambilan data vegetasi dilakukan pada transek dengan metode kwadrat dalam 15 plot, sedangkan pengambilan data fauna dilakukan sebanyak enam kali denga menggunaka Pitfalltrap pada daerah 300 m2. AnalisisÃÂ ÃÂ kekhasan vegetasi dengan menghitung INPÃÂ dan Indeks keanekaragaman. Sedangkan Artropoda dengan menghitung potensi dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7ÃÂ dari 11 spesies mangrove yang khas ditemukan ÃÂ diÃÂ stasiun II Gili Sulat, sedangkan Arthropoda yang ditemukan berjumlah 18 spesies. Delapan spesies dengan frekuensi kehadiran ÃÂ 100% yaitu Ptenothrix fisecllat, Entomobrya cingula, Folsomia octoculata, Hypogastrura armata, Acheta sp.,ÃÂ Anineus sp., Palaemonetes sp., Uca sp.ÃÂ Kesimpulan dari penelitian ini adalah vegetesai mangrove dan Artropoda mempunyai potensi ekologis, ekonomis, dan estetika yang bernilai tinggi.Kata kunci: Pemetaan, kekhasan, vegetasi, fauna, ÃÂ dan mangrove.ÃÂ ABSTRACTThis research was conducted in Gili Sulat on a geographical position 8016 '46' - 8020 '44 "latitude and 116041'06" - 116044'35 "BT for the purpose of analyzing the potential and peculiarities of vegetation and mangrove arthropod communities in East Lombok Gili Sulat. Methods of the research potential of the peculiarities of the vegetation and fauna that exist in the region Gili Sulat Mangrove conducted using direct observation. Data retrieval vegetation transect method performed on the square of the 15 plots, while the fauna data retrieval held six times menggunaka Pitfalltrap premises on the area of 300 m2. Analysis of vegetation by counting INP distinctiveness and diversity index. While arthropod to calculate the potential and diversity index. The results showed that there were 7 of 11 mangrove species are typically found in the station II Gili Sulat, while Arthropods found amounted to 18 species. Eight species with the frequency of attendance of 100%, ie Ptenothrix fisecllat, Entomobrya cingula, Folsomia octoculata, Hypogastrura armata, Acheta sp., Anineus sp., Palaemonetes sp., Uca sp. The conclusion of this study is vegetesai mangrove and arthropod has the potential ecological, economic, and aesthetic value.Keywords : Mapping, distinctiveness, vegetation, fauna, and mangrove
Title: Potensi Vegetasi dan Arthropoda di Kawasan Mangrove Gili Sulat Lombok Timur
Description:
ABSTRAKPenelitian iniÃÂ dilakukan di Gili Sulat pada pada posisi ÃÂ geogafis 8016' 46" - 8020' 44" LS dan 116041'06" - 116044'35" BT ÃÂ denganÃÂ tujuanÃÂ untuk menganalisis potensi danÃÂ kekhasan ÃÂ vegetasiÃÂ dan Artropoda ÃÂ pada komunitas mangrove ÃÂ di Gili Sulat Lombok Timur.
MetodeÃÂ penelitian potensi kekhasan vegetasi dan fauna yang ada di Kawasan Mangrove Gili Sulat dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung.
Pengambilan data vegetasi dilakukan pada transek dengan metode kwadrat dalam 15 plot, sedangkan pengambilan data fauna dilakukan sebanyak enam kali denga menggunaka Pitfalltrap pada daerah 300 m2.
AnalisisÃÂ ÃÂ kekhasan vegetasi dengan menghitung INPÃÂ dan Indeks keanekaragaman.
Sedangkan Artropoda dengan menghitung potensi dan indeks keanekaragaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7ÃÂ dari 11 spesies mangrove yang khas ditemukan ÃÂ diÃÂ stasiun II Gili Sulat, sedangkan Arthropoda yang ditemukan berjumlah 18 spesies.
Delapan spesies dengan frekuensi kehadiran ÃÂ 100% yaitu Ptenothrix fisecllat, Entomobrya cingula, Folsomia octoculata, Hypogastrura armata, Acheta sp.
,ÃÂ Anineus sp.
, Palaemonetes sp.
, Uca sp.
ÃÂ Kesimpulan dari penelitian ini adalah vegetesai mangrove dan Artropoda mempunyai potensi ekologis, ekonomis, dan estetika yang bernilai tinggi.
Kata kunci: Pemetaan, kekhasan, vegetasi, fauna, ÃÂ dan mangrove.
ÃÂ ABSTRACTThis research was conducted in Gili Sulat on a geographical position 8016 '46' - 8020 '44 "latitude and 116041'06" - 116044'35 "BT for the purpose of analyzing the potential and peculiarities of vegetation and mangrove arthropod communities in East Lombok Gili Sulat.
Methods of the research potential of the peculiarities of the vegetation and fauna that exist in the region Gili Sulat Mangrove conducted using direct observation.
Data retrieval vegetation transect method performed on the square of the 15 plots, while the fauna data retrieval held six times menggunaka Pitfalltrap premises on the area of 300 m2.
Analysis of vegetation by counting INP distinctiveness and diversity index.
While arthropod to calculate the potential and diversity index.
The results showed that there were 7 of 11 mangrove species are typically found in the station II Gili Sulat, while Arthropods found amounted to 18 species.
Eight species with the frequency of attendance of 100%, ie Ptenothrix fisecllat, Entomobrya cingula, Folsomia octoculata, Hypogastrura armata, Acheta sp.
, Anineus sp.
, Palaemonetes sp.
, Uca sp.
The conclusion of this study is vegetesai mangrove and arthropod has the potential ecological, economic, and aesthetic value.
Keywords : Mapping, distinctiveness, vegetation, fauna, and mangrove.
Related Results
Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur
Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur
Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat–Gili Lawang sudah berjalan 17 (tujuh belas) tahun, namun pengelolaannya masih belum maksimal terutama pada perlindungan ekosistem m...
Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur
Identifikasi Jenis Mangrove Di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat – Gili Lawang Kabupaten Lombok Timur
Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Gili Sulat–Gili Lawang sudah berjalan 17 (tujuh belas) tahun, namun pengelolaannya masih belum maksimal terutama pada perlindungan ekosistem m...
Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganali...
Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganali...
Kekhasan Morfologi Spesies Mangrove di Gili Sulat
Kekhasan Morfologi Spesies Mangrove di Gili Sulat
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis kekhasan morfologi spesies mangrove diGili Sulat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey melaluipengamatan...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
- KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DAN IDENTIFIKASI FAUNA SECARA VERTIKAL DIPESISIR PANTAI KECAMATAN POMALA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
- KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DAN IDENTIFIKASI FAUNA SECARA VERTIKAL DIPESISIR PANTAI KECAMATAN POMALA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi, dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 14 ...
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...

