Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok

View through CrossRef
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial kontribusi ekosistem mangrove sebagai blue carbon dalam konteks implementasi FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink di Pulau Lombok. Metodologi yang digunakan melibatkan analisis data penginderaan jauh, pemetaan spasial, serta penghitungan stok karbon berdasarkan parameter biogeofisik mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ekosistem mangrove di Pulau Lombok tidak merata dengan potensi karbon tertinggi ditemukan pada kawasan dengan luas ekosistem mangrove tertinggi, hasil ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki luasan mangrove terbesar yang tersebar di Mangrove Gili Lawang (429,18 ha) dan Gili Sulat (683,30 ha), serta beberapa lokasi lain seperti Gili Petagan (79,34 ha), Seruni Mumbul (11,27 ha), dan Teluk Jor (66,69 ha). Estimasi potensi simpanan karbon tertinggi terdapat di Gili Sulat dengan total sebesar 110.537 ton, dan Gili lawang mencapai 69.428,4 ton. Potensi yang besar pada simpanan dan serapan karbon ini berkontribusi terhadap nilai jasa ejosistem dengan estimasi terbesar ditemukan pada ekosistem mangrove Gili Sulat (Rp30,39 miliar) dan Gili Lawang (Rp19,09 miliar). Estimasi potensi blue karbon ekosistem mangrove pulau Lombok dapat dipengarhi oleh faktor seperti luas area, jenis vegetasi, dan kondisi ekosistem menjadi penentu utama estimasi simpanan carbon (carbon sink), serapan karbon diosida (CO2), dan produksi oksigen (O2).
Title: Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Description:
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial kontribusi ekosistem mangrove sebagai blue carbon dalam konteks implementasi FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink di Pulau Lombok.
Metodologi yang digunakan melibatkan analisis data penginderaan jauh, pemetaan spasial, serta penghitungan stok karbon berdasarkan parameter biogeofisik mangrove.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran ekosistem mangrove di Pulau Lombok tidak merata dengan potensi karbon tertinggi ditemukan pada kawasan dengan luas ekosistem mangrove tertinggi, hasil ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur memiliki luasan mangrove terbesar yang tersebar di Mangrove Gili Lawang (429,18 ha) dan Gili Sulat (683,30 ha), serta beberapa lokasi lain seperti Gili Petagan (79,34 ha), Seruni Mumbul (11,27 ha), dan Teluk Jor (66,69 ha).
Estimasi potensi simpanan karbon tertinggi terdapat di Gili Sulat dengan total sebesar 110.
537 ton, dan Gili lawang mencapai 69.
428,4 ton.
Potensi yang besar pada simpanan dan serapan karbon ini berkontribusi terhadap nilai jasa ejosistem dengan estimasi terbesar ditemukan pada ekosistem mangrove Gili Sulat (Rp30,39 miliar) dan Gili Lawang (Rp19,09 miliar).
Estimasi potensi blue karbon ekosistem mangrove pulau Lombok dapat dipengarhi oleh faktor seperti luas area, jenis vegetasi, dan kondisi ekosistem menjadi penentu utama estimasi simpanan carbon (carbon sink), serapan karbon diosida (CO2), dan produksi oksigen (O2).

Related Results

Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Analisis Sebaran Spasial Kontribusi Ekosistem Mangrove Sebagai Blue Carbon Dalam Implementasi FOLU Net Sink Di Pulau Lombok
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang signifikan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganali...
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Abstract. One Thesis Title : Development of Halal Tourism Strategy on Lombok Island Lombok Island is one of the islands in West Nusa Tenggara Province which has a variety of superi...
Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Pesisir Desa Kramat merupakan bagian dari sebaran mangrove di kawasan Teluk Tomini. Tekanan lingkungan akibat aktivitas masyarakat seperti alih fungsi kawasan dan sampah pesisir di...
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
Wisata syariah adalah wisata yang mengedepankan nilai islam dalam setiap aktivitasnya, wisata syariah itu sendiri memiliki arti yang lebih luas yaitu pariwisata yang keseluruhannya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Ecology of Yuqing County Carbon Sink Calculation and Ecosystem Protection Measures
Ecology of Yuqing County Carbon Sink Calculation and Ecosystem Protection Measures
Based on the remote sensing statistical data of land use of terrestrial ecosystems in Yuqing County, this paper calculates the amount of carbon sinks in the county according to the...
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...

Back to Top