Javascript must be enabled to continue!
PEMIKIRAN MOHAMMAD ILYAS TENTANG PENYATUAN KALENDER ISLAM INTERNASIONAL
View through CrossRef
The object of this study is Mohammad Ilyas’s concept of the unification of InternationalIslamic calendar. The Method of analysis is descriptif-analysis. The results of this researchshow that Mohammad Ilyas’s concept of the unification of International Islamic Calendarbased on the hisab of the crescent visibility and the International Lunar Date Line (ILDL).The Ilyas’s criteria of the crescent visibility use two parameter, i.e. geocentric relative altitudeand relatif azimut. The application of Mohammad Ilyas’s concept of the crescent visibility asthe unification of International Islamic calendar can’t accepted by Indonesia Moslem. Thisproblem is caused by the difference criteria between Indonesia Moslem (Indonesia ReligiousAffair) of the crescent visibility and Ilyas. Ilyas’s concept of International Lunar Date Line isalways change every month. This condition is cause the difference in the beginning of the dayon the first month in the region of the country.Keyword: unification, International Islamic calendar, crescent visibility.Abstrak: Umat Islam sampai saat ini masih berbeda-beda dalam menentukan awal bulankamariah. Perbedaan ini mengakibatkan perbedaan pula dalam memulai peribadatan-peribadatantertentu, yang paling menonjol ialah perbedaan dalam memulai puasa Ramadan, IdulFitri, dan Idul Adha. Perbedaan penetapan awal bulan tersebut membuat para tokoh falakdan astronomi bekerja keras untuk memikirkan upaya penyatuan kalender Islam, baik tingkatnasional maupun internasional. Salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan upaya penyatuankalender Islam Internasional adalah Mohammad Ilyas. Penelitian ini menunjukkanbahwa konsep pemikiran Mohammad Ilyas tentang Kalender Islam Internasional bertumpupada hisab imkan ar-rukyah (crescent visibiliy/visibilitas hilal) dan Garis Tanggal KamariahAntar Bangsa (International Lunar Date Line). Kriteria visibilitas hilal Ilyas menggunakankombinasi dua parameter, yaitu parameter ketinggian relatif geosentrik (geocentric relativealtitude) dan azimut relatif (relative azimut). Kriteria visibilitas hilal yang digunakan olehIlyas adalah: (1) Beda tinggi Bulan-Matahari minimum agar hilal dapat teramati adalah 4°jika beda azimut Bulan-Matahari lebih dari 45°. Jika beda azimutnya 0°, maka beda tinggi Bulan-Matahari harus lebih dari 10.5°, (2) Terbenamnya Bulan sekurang-kurangnya 41 menitlebih lambat daripada terbenamnya Matahari dan memerlukan beda waktu yang lebih besaruntuk daerah yang lintangnya tinggi, (3) Hilal harus berumur lebih dari 16.5 jam bagi pengamatdi daerah tropis dan lebih dari 20 jam bagi pengamat di daerah yang lintangnya lebihtinggi. Aplikabilitas pemikiran Mohammad Ilyas tentang kriteria visibilitas hilal (crescentvisibility) sebagai upaya penyatuan kalender Islam Internasional sampai saat ini belum dapatditerima oleh umat Islam di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kriteria visibilitashilal yang dipakai oleh umat Islam di Indonesia (Kementerian Agama RI) dengan kriteriaIlyas. Garis Tanggal Kamariah Antar Bangsa (International Lunar Date Line) yang digagasIlyas juga selalu berubah-ubah setiap bulan sehingga seringkali menimbulkan perbedaan haridalam memulai bulan baru di suatu daerah atau negara.Kata Kunci: penyatuan; kalender Islam Internasional; visibilitas hilal.
Title: PEMIKIRAN MOHAMMAD ILYAS TENTANG PENYATUAN KALENDER ISLAM INTERNASIONAL
Description:
The object of this study is Mohammad Ilyas’s concept of the unification of InternationalIslamic calendar.
The Method of analysis is descriptif-analysis.
The results of this researchshow that Mohammad Ilyas’s concept of the unification of International Islamic Calendarbased on the hisab of the crescent visibility and the International Lunar Date Line (ILDL).
The Ilyas’s criteria of the crescent visibility use two parameter, i.
e.
geocentric relative altitudeand relatif azimut.
The application of Mohammad Ilyas’s concept of the crescent visibility asthe unification of International Islamic calendar can’t accepted by Indonesia Moslem.
Thisproblem is caused by the difference criteria between Indonesia Moslem (Indonesia ReligiousAffair) of the crescent visibility and Ilyas.
Ilyas’s concept of International Lunar Date Line isalways change every month.
This condition is cause the difference in the beginning of the dayon the first month in the region of the country.
Keyword: unification, International Islamic calendar, crescent visibility.
Abstrak: Umat Islam sampai saat ini masih berbeda-beda dalam menentukan awal bulankamariah.
Perbedaan ini mengakibatkan perbedaan pula dalam memulai peribadatan-peribadatantertentu, yang paling menonjol ialah perbedaan dalam memulai puasa Ramadan, IdulFitri, dan Idul Adha.
Perbedaan penetapan awal bulan tersebut membuat para tokoh falakdan astronomi bekerja keras untuk memikirkan upaya penyatuan kalender Islam, baik tingkatnasional maupun internasional.
Salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan upaya penyatuankalender Islam Internasional adalah Mohammad Ilyas.
Penelitian ini menunjukkanbahwa konsep pemikiran Mohammad Ilyas tentang Kalender Islam Internasional bertumpupada hisab imkan ar-rukyah (crescent visibiliy/visibilitas hilal) dan Garis Tanggal KamariahAntar Bangsa (International Lunar Date Line).
Kriteria visibilitas hilal Ilyas menggunakankombinasi dua parameter, yaitu parameter ketinggian relatif geosentrik (geocentric relativealtitude) dan azimut relatif (relative azimut).
Kriteria visibilitas hilal yang digunakan olehIlyas adalah: (1) Beda tinggi Bulan-Matahari minimum agar hilal dapat teramati adalah 4°jika beda azimut Bulan-Matahari lebih dari 45°.
Jika beda azimutnya 0°, maka beda tinggi Bulan-Matahari harus lebih dari 10.
5°, (2) Terbenamnya Bulan sekurang-kurangnya 41 menitlebih lambat daripada terbenamnya Matahari dan memerlukan beda waktu yang lebih besaruntuk daerah yang lintangnya tinggi, (3) Hilal harus berumur lebih dari 16.
5 jam bagi pengamatdi daerah tropis dan lebih dari 20 jam bagi pengamat di daerah yang lintangnya lebihtinggi.
Aplikabilitas pemikiran Mohammad Ilyas tentang kriteria visibilitas hilal (crescentvisibility) sebagai upaya penyatuan kalender Islam Internasional sampai saat ini belum dapatditerima oleh umat Islam di Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan kriteria visibilitashilal yang dipakai oleh umat Islam di Indonesia (Kementerian Agama RI) dengan kriteriaIlyas.
Garis Tanggal Kamariah Antar Bangsa (International Lunar Date Line) yang digagasIlyas juga selalu berubah-ubah setiap bulan sehingga seringkali menimbulkan perbedaan haridalam memulai bulan baru di suatu daerah atau negara.
Kata Kunci: penyatuan; kalender Islam Internasional; visibilitas hilal.
Related Results
Peluang dan Tantangan Kalender Islam Internasional Mohammad Ilyas
Peluang dan Tantangan Kalender Islam Internasional Mohammad Ilyas
Abstrak: Keberadaan kalender Islam internasional sangat urgen, namun sampai saat ini belum ada metode dan kriteria yang mapan untuk dijadikan pedoman. Salah satu sarjana Mu...
PEMIKIRAN HUKUM SYAIKH MAULANA ILYAS TENTANG IBADAH DALAM JAMAAH TABLIGH
PEMIKIRAN HUKUM SYAIKH MAULANA ILYAS TENTANG IBADAH DALAM JAMAAH TABLIGH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara idealitas pemikiran hukum Syaikh Maulana Muhammad Ilyas al-Kandhlawi tentang ibadah dan realitas praksis sebagian ang...
DINAMIKA KALENDER HIJRIAH DALAM QANUN SYARIAT ISLAM PROVINSI ACEH
DINAMIKA KALENDER HIJRIAH DALAM QANUN SYARIAT ISLAM PROVINSI ACEH
<p class="06AbstrakIndonesia"><span lang="IN">Kalender Hijriah sudah lama dipakai oleh masyarakat Aceh untuk keperluan ibadah dan interaksi sosial. Pemberlakuan kalende...
KAJIAN ATAS PEMIKIRAN MOHAMMAD ILYAS TENTANG KALENDER ISLAM INTERNASIONAL
KAJIAN ATAS PEMIKIRAN MOHAMMAD ILYAS TENTANG KALENDER ISLAM INTERNASIONAL
<p>The problems of determining the beginning of the month Qamariyah among Muslims until now has not been also found an appropriate solution. And so we need a method that can ...
Unified Islamic Calendar in the Perspective of Islamic Legal Philosophy
Unified Islamic Calendar in the Perspective of Islamic Legal Philosophy
This paper discusses the principles of unified Islamic calendar in the perspective of Uṣūl al-Fiqh. It answers questions about the possibility of applying the theory of maqāṣid al-...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...
Implementasi Harmonisasi Prilaku Manusia Dengan Alam Pada Kalender Bali Berbasis Wariga BELOG
Implementasi Harmonisasi Prilaku Manusia Dengan Alam Pada Kalender Bali Berbasis Wariga BELOG
Kalender merupakan sebuah periode waktu yang dipergunakan dalam sistem perhitungan hari atau tanggal. Kalender sering digunakan sebagai acuan oleh masyarakat Bali dalam melakukan b...
Perancangan Desain Kalender Tahun 2024 Untuk Kementerian Agama Republik Indonesia
Perancangan Desain Kalender Tahun 2024 Untuk Kementerian Agama Republik Indonesia
Abstract. We can't let go of the name of the calendar, of course most homes or work spaces need a calendar. The calendar is not only limited as a reminder of the time, nowadays the...

