Javascript must be enabled to continue!
Studi Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Bertingkat Tahan Gempa Menggunakan Material Beton Bertulang Dan Baja
View through CrossRef
Pembangunan gedung bertingkat dipengaruhi oleh keterbatasan lahan dan kemajuan teknologi konstruksi. Namun, struktur ini memiliki risiko teknis yang lebih kompleks, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia. Perencanaan struktur tahan gempa merupakan pendekatan preventif untuk mengurangi potensi korban jiwa dan kerugian pasca bencana, bukan untuk membuat bangunan yang sepenuhnya tahan gempa. Beton dan baja adalah material struktur yang sering digunakan pada gedung bertingkat karena kekuatannya yang besar, namun pemilihan material ini juga mempertimbangkan berbagai parameter lain selain kekuatan. Studi ini menganalisis perbandingan kinerja seismik model bangunan bertingkat yang menggunakan material baja dan beton bertulang. Analisis dilakukan pada gaya geser dasar, tanggapan simpangan antar lantai, dan dampak efek P-Delta dengan menggunakan metode respons spektrum dalam perangkat lunak ETABS v.21. Hasil menunjukkan bahwa gaya geser dasar total (Vtotal) pada model Struktur Beton Bertulang (SBB) sebesar 28.979,31 kN, sedangkan pada model Struktur Baja (SB) sebesar 8.133,61 kN. Nilai lebih tinggi pada model SBB disebabkan oleh berat struktur yang lebih besar dan periode struktur yang lebih pendek. Kedua model memenuhi batas simpangan antar lantai yang diizinkan, dengan simpangan model SBB lebih kecil: 50,001 mm (arah X, lantai 10) dan 41,058 mm (arah Y, lantai 9), dibandingkan model SB yang mencapai 50,930 mm (arah X, lantai 8) dan 40,700 mm (arah Y, lantai 7). Serta Efek P-Delta pada kedua model masih dalam batas aman, namun model SBB menunjukkan nilai maksimum yang lebih kecil 0,0220 dan 0,0185 dibandingkan model SB, yaitu 0,0649 dan 0,0530, yang menunjukkan stabilitas gempa yang lebih baik pada struktur beton bertulang.
Title: Studi Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Bertingkat Tahan Gempa Menggunakan Material Beton Bertulang Dan Baja
Description:
Pembangunan gedung bertingkat dipengaruhi oleh keterbatasan lahan dan kemajuan teknologi konstruksi.
Namun, struktur ini memiliki risiko teknis yang lebih kompleks, terutama di wilayah rawan gempa seperti Indonesia.
Perencanaan struktur tahan gempa merupakan pendekatan preventif untuk mengurangi potensi korban jiwa dan kerugian pasca bencana, bukan untuk membuat bangunan yang sepenuhnya tahan gempa.
Beton dan baja adalah material struktur yang sering digunakan pada gedung bertingkat karena kekuatannya yang besar, namun pemilihan material ini juga mempertimbangkan berbagai parameter lain selain kekuatan.
Studi ini menganalisis perbandingan kinerja seismik model bangunan bertingkat yang menggunakan material baja dan beton bertulang.
Analisis dilakukan pada gaya geser dasar, tanggapan simpangan antar lantai, dan dampak efek P-Delta dengan menggunakan metode respons spektrum dalam perangkat lunak ETABS v.
21.
Hasil menunjukkan bahwa gaya geser dasar total (Vtotal) pada model Struktur Beton Bertulang (SBB) sebesar 28.
979,31 kN, sedangkan pada model Struktur Baja (SB) sebesar 8.
133,61 kN.
Nilai lebih tinggi pada model SBB disebabkan oleh berat struktur yang lebih besar dan periode struktur yang lebih pendek.
Kedua model memenuhi batas simpangan antar lantai yang diizinkan, dengan simpangan model SBB lebih kecil: 50,001 mm (arah X, lantai 10) dan 41,058 mm (arah Y, lantai 9), dibandingkan model SB yang mencapai 50,930 mm (arah X, lantai 8) dan 40,700 mm (arah Y, lantai 7).
Serta Efek P-Delta pada kedua model masih dalam batas aman, namun model SBB menunjukkan nilai maksimum yang lebih kecil 0,0220 dan 0,0185 dibandingkan model SB, yaitu 0,0649 dan 0,0530, yang menunjukkan stabilitas gempa yang lebih baik pada struktur beton bertulang.
Related Results
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang
Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa di negara Indonesia menjadi suatu hal yang sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Indonesia terletak dalam wilayah gempa d...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Pengaruh Serat Baja Canai Dingin Bergelombang Terhadap Kekuatan Tekan Dan Lentur Beton
Beton merupakan material konstruksi yang bersifat getas. Kombinasinya dengan baja pada material beton bertulang menjadikan material beton yang getas getas menjadi daktail. Pada bet...
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Pengaruh Dinding Bata terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak
Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada se...
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG SDN 07/10 PARAK JUAR KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG SDN 07/10 PARAK JUAR KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
Gedung SD N 07/10 yang terletak di Parak Juar Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar menjadi sorotan untuk saya yang akan melakukan penelitian yang berkaitan dengan bangunan ged...
Perencanaan Struktur Rangka Baja Portal Ganda Pada Gedung Bertingkat di Wilayah Rawan Gempa
Perencanaan Struktur Rangka Baja Portal Ganda Pada Gedung Bertingkat di Wilayah Rawan Gempa
Perencanaan struktur gedung bertingkat di wilayah rawan gempa memerlukan pendekatan yang cermat dan rasional, terutama dalam pemilihan sistem struktur utama yang mampu menahan beba...
PERILAKU STRUKTUR BALOK BETON BERONGGA BOLA
PERILAKU STRUKTUR BALOK BETON BERONGGA BOLA
Beton merupakan material bangunan yang sangat populer di dunia konstruksi karena mempunyai kekuatan menahan gaya tekan yang tinggi. Namun beton mempunyai kelemahan yaitu kuat tarik...

