Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Potensi dan Kendala Wisata Bahari Di Pulau Panggang Kepulauan Seribu

View through CrossRef
Pulau Panggang di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara merupakan wilayah dengan potensi wisata bahari yang tinggi, didukung oleh keberadaan terumbu karang, ekosistem mangrove, dan budaya maritim lokal. Namun, pengembangan pariwisata di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infarstruktur, minimnya fasilitas pendukung, rendahnya aksesibilitas transportasi, serta kurangnya promosi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala wisata bahari di Pulau Panggang melalui analisis deskriptif kualitatif, berdasarkan empat variabel utama yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan ancillary services. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara kepada masyarakat lokal. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Panggang memiliki potensi wisata bahari dengan atraksi wisata beragam, yakni atraksi wisata alam, budaya, buatan, dan kegiatan wisata. Atraksi wisata alam berupa keindahan pantai dan terumbu karang; atraksi wisata buatan berupa rumah apung dan keramba apung. Atraksi wisata budaya berupa kuliner khas laut dan tradisi nelayan. Kegiatan wisata di pulau panggang juga cukup beragam seperti memancing dan snorkeling. Selain itu potensi juga terdapat di amenitas berupa toilet umum, pos keamanan, puskesmas, masjid, mushola, warung, jaringan listrik dan jaringan internet; aksesibilitas yang baik; serta ancillary service seperti informasi wisata dan pelayanan pendukung. Namun wisata bahari di Pulau Panggang masih memiliki beberapa kendala seperti kurangnya pengelolaan dan interpretasi atraksi profesional; masih terbatasnya amenitas dan belum mampu mendukung sepenuhnya pengembangan wisata bahari secara optimal; terbatasnya transportasi laut untuk menuju Pulau Panggang karena memiliki jam tertentu untuk menyebrang dan kembali ke pelabuhan; serta belum terdapatnya pusat informasi wisata atau pemandu wisata resmi yang dapat memberikan edukasi atau bimbingan kepada pengunjung.   Kata Kunci: atraksi, amenitas, aksesibilitas, ancillary service, potensi dan kendala ABSTRACT Panggang Island in the North Thousand Islands District is an area with high marine tourism potential, supported by the presence of coral reefs, mangrove ecosystems, and local maritime culture. However, tourism development in this area still faces various challenges such as limited infrastructure, a lack of supporting facilities, low transportation accessibility, and a lack of tourism promotion. This study aims to identify the potential and constraints of marine tourism on Panggang Island through qualitative descriptive analysis, based on four main variables, namely attractions, amenities, accessibility, and ancillary services. Data were obtained through field observations, documentation, and interviews with local communities. Meanwhile, the data analysis method used qualitative descriptive analysis. The results of the study show that Panggang Island has marine tourism potential with various tourist attractions, namely natural, cultural, man-made, and tourist activities. Natural tourist attractions include beautiful beaches and coral reefs; man-made tourist attractions include floating houses and floating cages. Cultural tourist attractions include seafood cuisine and fishing traditions. Tourist activities on Panggang Island are also quite diverse, such as fishing and snorkeling. In addition, there is also potential in amenities such as public toilets, security posts, health centers, mosques, prayer rooms, food stalls, electricity and internet networks; good accessibility; and ancillary services such as tourist information and support services. However, marine tourism on Panggang Island still faces several obstacles, such as a lack of professional management and interpretation of attractions; limited amenities that are not yet able to fully support the optimal development of marine tourism; limited sea transportation to Panggang Island due to specific hours for crossing and returning to the port; and the absence of a tourist information center or official tour guides who can provide education or guidance to visitors.   Keywords: attractions, amenities, accessibility, ancillary services, potential and challenges
Title: Identifikasi Potensi dan Kendala Wisata Bahari Di Pulau Panggang Kepulauan Seribu
Description:
Pulau Panggang di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara merupakan wilayah dengan potensi wisata bahari yang tinggi, didukung oleh keberadaan terumbu karang, ekosistem mangrove, dan budaya maritim lokal.
Namun, pengembangan pariwisata di wilayah ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infarstruktur, minimnya fasilitas pendukung, rendahnya aksesibilitas transportasi, serta kurangnya promosi wisata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala wisata bahari di Pulau Panggang melalui analisis deskriptif kualitatif, berdasarkan empat variabel utama yaitu atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan ancillary services.
Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara kepada masyarakat lokal.
Sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Panggang memiliki potensi wisata bahari dengan atraksi wisata beragam, yakni atraksi wisata alam, budaya, buatan, dan kegiatan wisata.
Atraksi wisata alam berupa keindahan pantai dan terumbu karang; atraksi wisata buatan berupa rumah apung dan keramba apung.
Atraksi wisata budaya berupa kuliner khas laut dan tradisi nelayan.
Kegiatan wisata di pulau panggang juga cukup beragam seperti memancing dan snorkeling.
Selain itu potensi juga terdapat di amenitas berupa toilet umum, pos keamanan, puskesmas, masjid, mushola, warung, jaringan listrik dan jaringan internet; aksesibilitas yang baik; serta ancillary service seperti informasi wisata dan pelayanan pendukung.
Namun wisata bahari di Pulau Panggang masih memiliki beberapa kendala seperti kurangnya pengelolaan dan interpretasi atraksi profesional; masih terbatasnya amenitas dan belum mampu mendukung sepenuhnya pengembangan wisata bahari secara optimal; terbatasnya transportasi laut untuk menuju Pulau Panggang karena memiliki jam tertentu untuk menyebrang dan kembali ke pelabuhan; serta belum terdapatnya pusat informasi wisata atau pemandu wisata resmi yang dapat memberikan edukasi atau bimbingan kepada pengunjung.
  Kata Kunci: atraksi, amenitas, aksesibilitas, ancillary service, potensi dan kendala ABSTRACT Panggang Island in the North Thousand Islands District is an area with high marine tourism potential, supported by the presence of coral reefs, mangrove ecosystems, and local maritime culture.
However, tourism development in this area still faces various challenges such as limited infrastructure, a lack of supporting facilities, low transportation accessibility, and a lack of tourism promotion.
This study aims to identify the potential and constraints of marine tourism on Panggang Island through qualitative descriptive analysis, based on four main variables, namely attractions, amenities, accessibility, and ancillary services.
Data were obtained through field observations, documentation, and interviews with local communities.
Meanwhile, the data analysis method used qualitative descriptive analysis.
The results of the study show that Panggang Island has marine tourism potential with various tourist attractions, namely natural, cultural, man-made, and tourist activities.
Natural tourist attractions include beautiful beaches and coral reefs; man-made tourist attractions include floating houses and floating cages.
Cultural tourist attractions include seafood cuisine and fishing traditions.
Tourist activities on Panggang Island are also quite diverse, such as fishing and snorkeling.
In addition, there is also potential in amenities such as public toilets, security posts, health centers, mosques, prayer rooms, food stalls, electricity and internet networks; good accessibility; and ancillary services such as tourist information and support services.
However, marine tourism on Panggang Island still faces several obstacles, such as a lack of professional management and interpretation of attractions; limited amenities that are not yet able to fully support the optimal development of marine tourism; limited sea transportation to Panggang Island due to specific hours for crossing and returning to the port; and the absence of a tourist information center or official tour guides who can provide education or guidance to visitors.
  Keywords: attractions, amenities, accessibility, ancillary services, potential and challenges.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGEMBANGAN AKTIVITAS WISATA EDUKASI BAHARI DI PULAU PARI
PENGEMBANGAN AKTIVITAS WISATA EDUKASI BAHARI DI PULAU PARI
Pulau Pari merupakan salah satu destinasi wisata yang berlokasi di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta. Destinasi tersebut memiliki potensi wisata yang dapat dikembang...
Strategi Pengembangan Gugusan Pulau-Pulau di Kepulauan Spermonde dalam Perencanaan Produk Perjalanan Wisata Berbasis Maritim
Strategi Pengembangan Gugusan Pulau-Pulau di Kepulauan Spermonde dalam Perencanaan Produk Perjalanan Wisata Berbasis Maritim
The Spermonde Islands are a group of islands inhabited by 121 islands that are effective for development. This study aims to formulate a strategy for the development of a group of ...
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
Abstract. The research was conducted in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, Seribu Islands, Jakarta Province from May to July 2013. The aims of the research were to examine the...
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
Wisata syariah adalah wisata yang mengedepankan nilai islam dalam setiap aktivitasnya, wisata syariah itu sendiri memiliki arti yang lebih luas yaitu pariwisata yang keseluruhannya...
STRATEGI PEMERINTAH DALAM MEMPROMOSIKAN WISATA BERSEPEDA DI PULAU AIR RAJA, BATAM
STRATEGI PEMERINTAH DALAM MEMPROMOSIKAN WISATA BERSEPEDA DI PULAU AIR RAJA, BATAM
Sebagai tempat wisata sejarah, Pulau Air Raja juga berpotensi dijadikan sebagai tempat wisata olahraga yakni bersepeda yang dicanangkan dari masyarakat setempat untuk menjadikan Pu...
IDENTIFIKASI POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA DI RESOR PULAU AYER, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA
IDENTIFIKASI POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA DI RESOR PULAU AYER, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA
Pulau Ayer merupakan salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata alam dan buatan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ...

Back to Top