Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

WUJUD KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PEDAGANG DI PASAR SENTRA ANTASARI BANJARMASIN (A FORM OF POLITENES AND NOT POLITENESS SPEAK AT MARKET TRADERS SENTRA ANTASARI BANJARMASIN)

View through CrossRef
Wujud Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa Pedagang di Pasar Sentra AntasariBanjarmasin. Kesantunan berbahasa sebagai wujud kesopanan memegang kendali yang sangat pokok293dalam komunikasi, agar tujuan yang diharapkan dalam komunikasi tesebut terwujud. Kesalahandalam memilih cara berbicara atau bahkan salah dalam memilih kata akan menimbulkan kemarahanatau ketidaksenangan bagi mitra tutur. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji Bagaimanawujud kesantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Bagaimana wujudketidaksantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Pendekatan kualitatif dipilih karenapermasalahan bersifat holistik, kompleks, dinamis, dan penuh makna sehingga tidak mungkin datapada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif. Selain itu, peneliti bermaksudmemahami situasi sosial secara mendalam. Data tuturan dalam transaksi jual beli di Pasar SentraAntasari Banjarmasin diperoleh dari hasil perekaman antara pedagang dan pembeli, terutama saatterjadi penawaran di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin tersebut dalam interaksi jual beli antarapedagang dan pembeli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai budaya tentang hubunganmanusia Kesantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalamkepatuhan-kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) kepatuhan terhadap maksim kebijaksanaan, (b)kepatuhan terhadap maksim kedermawanan, (c) kepatuhan terhadap maksim penghargaan, (d)kepatuhan terhadap maksim kesederhanaan, dan (e) kepatuhan terhadap maksim kemufakatan.Ketidaksantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalampelanggaran-pelanggaran terhadap maksim, yaitu (a) pelanggaran terhadap maksim kebijaksanaan,(b) pelanggaran terhadap maksim kedermawanan, (c) pelanggaran terhadap maksim penghargaan, (d)pelanggaran terhadap maksim kesederhanaan, (e) pelanggaran terhadap maksim kemufakatan, dan (f)pelanggaran terhadap maksim kesimpatian. Saran yang ditawarkan adalah kepada peneliti selanjutnyatentang bahasa pedagang perlu diteliti lebih mendalam melalui berbagai teori lain yang membahasdari sudut pandang yang berbeda. Penelitian terhadap kesantunan dan ketidaksantunan berbahasapedagang dapat dikaji dari pusat-pusat perbelanjaan lain guna mengatahui tingkat kesantunanberbahasa pada saat transaksi jual-beli.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, ketidaksantunan berbahasa, maksim
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: WUJUD KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PEDAGANG DI PASAR SENTRA ANTASARI BANJARMASIN (A FORM OF POLITENES AND NOT POLITENESS SPEAK AT MARKET TRADERS SENTRA ANTASARI BANJARMASIN)
Description:
Wujud Kesantunan dan Ketidaksantunan Berbahasa Pedagang di Pasar Sentra AntasariBanjarmasin.
Kesantunan berbahasa sebagai wujud kesopanan memegang kendali yang sangat pokok293dalam komunikasi, agar tujuan yang diharapkan dalam komunikasi tesebut terwujud.
Kesalahandalam memilih cara berbicara atau bahkan salah dalam memilih kata akan menimbulkan kemarahanatau ketidaksenangan bagi mitra tutur.
Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji Bagaimanawujud kesantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Bagaimana wujudketidaksantunan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin? Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Pendekatan kualitatif dipilih karenapermasalahan bersifat holistik, kompleks, dinamis, dan penuh makna sehingga tidak mungkin datapada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif.
Selain itu, peneliti bermaksudmemahami situasi sosial secara mendalam.
Data tuturan dalam transaksi jual beli di Pasar SentraAntasari Banjarmasin diperoleh dari hasil perekaman antara pedagang dan pembeli, terutama saatterjadi penawaran di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin tersebut dalam interaksi jual beli antarapedagang dan pembeli.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai budaya tentang hubunganmanusia Kesantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalamkepatuhan-kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) kepatuhan terhadap maksim kebijaksanaan, (b)kepatuhan terhadap maksim kedermawanan, (c) kepatuhan terhadap maksim penghargaan, (d)kepatuhan terhadap maksim kesederhanaan, dan (e) kepatuhan terhadap maksim kemufakatan.
Ketidaksantuanan berbahasa pedagang di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin ditemukan dalampelanggaran-pelanggaran terhadap maksim, yaitu (a) pelanggaran terhadap maksim kebijaksanaan,(b) pelanggaran terhadap maksim kedermawanan, (c) pelanggaran terhadap maksim penghargaan, (d)pelanggaran terhadap maksim kesederhanaan, (e) pelanggaran terhadap maksim kemufakatan, dan (f)pelanggaran terhadap maksim kesimpatian.
Saran yang ditawarkan adalah kepada peneliti selanjutnyatentang bahasa pedagang perlu diteliti lebih mendalam melalui berbagai teori lain yang membahasdari sudut pandang yang berbeda.
Penelitian terhadap kesantunan dan ketidaksantunan berbahasapedagang dapat dikaji dari pusat-pusat perbelanjaan lain guna mengatahui tingkat kesantunanberbahasa pada saat transaksi jual-beli.
Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, ketidaksantunan berbahasa, maksim.

Related Results

MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
MALE AND FEMALE STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, CENTRAL JAVA
The students' language politeness can be observed from gender perspective. The objective of this research is to describe the form of language politeness between male and female stu...
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
AbstractLanguage Politeness of Military Families. This research was conducted in military families due to politeness in military families is closely related to the discipline, firm...
Kesantunan Berbahasa dalam Animasi Adit & Sopo Jarwo episode Festival Tumpeng Meriah
Kesantunan Berbahasa dalam Animasi Adit & Sopo Jarwo episode Festival Tumpeng Meriah
Language politeness exits with the aim of realizing effective communication and building interpersonal relationshipsh and minimizing potential conflicts. The form of language polit...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Analisis Kesejahteraan Pedagang Pasar Pagi Sambas dalam Perspektif Maqashid al-Syariah
Pedagang pasar pagi Sambas perlu mendapatkan dukungan, bimbingan, dan arahan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan pendapatan sehingga berpengaruh kepada tingkat kes...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...

Back to Top