Javascript must be enabled to continue!
MAKNA KATA KONKRET PADA KUMPULAN PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis penggunaan kata konkret dalam tiga puisi karya Sapardi Djoko Damono: "Aku," "Hujan Bulan Juni," "Hatiku Selembar Daun." Dan “Yang sama adalah waktu” Kata konkret merupakan elemen penting dalam puisi karena membantu menciptakan gambaran visual yang kuat dan mendalam bagi pembaca. Dalam puisi "Aku," Sapardi menggunakan objek-objek seperti kayu, api, awan, dan hujan untuk menggambarkan perasaan cinta yang sederhana namun mendalam, serta perubahan dan pengorbanan yang terkait dengannya. Dalam "Hujan Bulan Juni," hujan, rintik, pohon berbunga, jejak kaki, dan akar digunakan untuk menyampaikan tema kerinduan, kebijaksanaan, dan pembersihan, di mana hujan bulan Juni menjadi simbol perasaan tersembunyi yang kuat. Sementara itu, dalam "Hatiku Selembar Daun," daun, rumput, dan terbaring digunakan untuk menciptakan imaji tentang kerapuhan hati dan keinginan untuk menikmati momen sederhana dalam kehidupan. Melalui penggunaan kata konkret, Sapardi berhasil menyampaikan perasaan yang kompleks dan mendalam dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, menciptakan puisi yang kaya akan imaji visual dan makna simbolis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kata konkret dalam puisi-puisi Sapardi tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis tetapi juga memperkaya tema dan pesan yang disampaikan.
Kata kunci: Sastra, Puisi, Kata- kata Konkrit
Title: MAKNA KATA KONKRET PADA KUMPULAN PUISI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Description:
Penelitian ini menganalisis penggunaan kata konkret dalam tiga puisi karya Sapardi Djoko Damono: "Aku," "Hujan Bulan Juni," "Hatiku Selembar Daun.
" Dan “Yang sama adalah waktu” Kata konkret merupakan elemen penting dalam puisi karena membantu menciptakan gambaran visual yang kuat dan mendalam bagi pembaca.
Dalam puisi "Aku," Sapardi menggunakan objek-objek seperti kayu, api, awan, dan hujan untuk menggambarkan perasaan cinta yang sederhana namun mendalam, serta perubahan dan pengorbanan yang terkait dengannya.
Dalam "Hujan Bulan Juni," hujan, rintik, pohon berbunga, jejak kaki, dan akar digunakan untuk menyampaikan tema kerinduan, kebijaksanaan, dan pembersihan, di mana hujan bulan Juni menjadi simbol perasaan tersembunyi yang kuat.
Sementara itu, dalam "Hatiku Selembar Daun," daun, rumput, dan terbaring digunakan untuk menciptakan imaji tentang kerapuhan hati dan keinginan untuk menikmati momen sederhana dalam kehidupan.
Melalui penggunaan kata konkret, Sapardi berhasil menyampaikan perasaan yang kompleks dan mendalam dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, menciptakan puisi yang kaya akan imaji visual dan makna simbolis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kata konkret dalam puisi-puisi Sapardi tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis tetapi juga memperkaya tema dan pesan yang disampaikan.
Kata kunci: Sastra, Puisi, Kata- kata Konkrit.
Related Results
STILISTIKA DALAM PUISI “KITA SAKSIKAN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
STILISTIKA DALAM PUISI “KITA SAKSIKAN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana bentuk asonansi dan aliterasi dalam kumpulan puisi “Kita Saksikan” Karya Sardi Djoko Damono? (2) Bagaimana pemi...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI TERBARING KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (KAJIAN STILISTIKA)
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI TERBARING KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (KAJIAN STILISTIKA)
This study aims to describe the style of language contained in Sapardi Djoko Damono's Terbaring poem using a stylistic approach. The stylistic approach is related to the use of lan...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Hawa, Taman, dan Cinta: Metafora Religiositas pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono
Hawa, Taman, dan Cinta: Metafora Religiositas pada Puisi-Puisi Sapardi Djoko Damono
AbstrakReligiositas menjadi tema yang sangat penting dalam puisi. Tema ini berkelindan mewujud bahasa figuratif dalam berbagai tataran, baik itu kata, frasa, kalimat, larik, bait, ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...

