Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Desain Perangkap Sampah (Waste Trap) untuk Ekosistem Mangrove Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kota Ternate
View through CrossRef
Dampak dari pengelolaan sampah yang belum optimal membuat sebagian Masyarakat di Kelurahan Gambesi Kota Ternate memilih membuangnya ke sungai yang pada akhirnya terbawa hingga ke wilayah pesisir. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah sampah terbawa ke lautan adalah menerapkan teknologi sederhana perangkap sampah pada muara sungai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait penerapan perangkap sampah (waste trap) pada ekosistem mangrove di Gambesi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu sosialisasi mengenai perangkap sampah, penerapan teknologinya, dan pendampingan kelompok mitra. Luaran yang ingin diperoleh dalam kegiatan ini yaitu peningkatan level pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan sampah, terpasangnya perangkap sampah pada ekosistem mangrove, dan terbangun kolaborasi dengan unit pengelola sampah di Kota Ternate. Pelaksanaan sosialisasi penerapan perangkap sampah telah dilakukan dan dihadiri oleh 45 peserta yang merupakan anggota Karang Taruna, Masyarakat umum Kelurahan Gambesi, dan mahasiswa di Kelurahan Gambesi. Materi sosialisasi mencakup pemaparan permasalahan sampah di Kota Ternate, dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, fungsi perangkap sampah, dan metode penerapannya. Peserta sosialisasi mengungkapkan bahwa telah menyadari permasalahan sampah di lingkungannya, namun baru mengetahui bahwa perangkap sampah dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan tersebut. Pemasangan perangkap sampah di Kelurahan Gambesi dilakukan pada muara sungai yang terhubung dengan laut dan ekosistem mangrove. Pada lokasi tersebut dilakukan pemasangan 10 unit perangkap. Sampah-sampah yang terperangkap ini kemudian dipilah sesuai jenisnya.
Universitas Muhammadiyah Palembang
Title: Penerapan Desain Perangkap Sampah (Waste Trap) untuk Ekosistem Mangrove Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kota Ternate
Description:
Dampak dari pengelolaan sampah yang belum optimal membuat sebagian Masyarakat di Kelurahan Gambesi Kota Ternate memilih membuangnya ke sungai yang pada akhirnya terbawa hingga ke wilayah pesisir.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah sampah terbawa ke lautan adalah menerapkan teknologi sederhana perangkap sampah pada muara sungai.
Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait penerapan perangkap sampah (waste trap) pada ekosistem mangrove di Gambesi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu sosialisasi mengenai perangkap sampah, penerapan teknologinya, dan pendampingan kelompok mitra.
Luaran yang ingin diperoleh dalam kegiatan ini yaitu peningkatan level pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan sampah, terpasangnya perangkap sampah pada ekosistem mangrove, dan terbangun kolaborasi dengan unit pengelola sampah di Kota Ternate.
Pelaksanaan sosialisasi penerapan perangkap sampah telah dilakukan dan dihadiri oleh 45 peserta yang merupakan anggota Karang Taruna, Masyarakat umum Kelurahan Gambesi, dan mahasiswa di Kelurahan Gambesi.
Materi sosialisasi mencakup pemaparan permasalahan sampah di Kota Ternate, dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, fungsi perangkap sampah, dan metode penerapannya.
Peserta sosialisasi mengungkapkan bahwa telah menyadari permasalahan sampah di lingkungannya, namun baru mengetahui bahwa perangkap sampah dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan tersebut.
Pemasangan perangkap sampah di Kelurahan Gambesi dilakukan pada muara sungai yang terhubung dengan laut dan ekosistem mangrove.
Pada lokasi tersebut dilakukan pemasangan 10 unit perangkap.
Sampah-sampah yang terperangkap ini kemudian dipilah sesuai jenisnya.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Sampah Rumah Tangga di Ternate
Sampah Rumah Tangga di Ternate
Abstrak Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH WARNA PERANGKAP TERHADAP KETERTARIKAN PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferr.)
PENGARUH WARNA PERANGKAP TERHADAP KETERTARIKAN PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferr.)
Abstrak . Hama penggerek buah kopi ( Hypothenemus hampei ) merupakan hama utama yang dapat menimbulkan kerusakan pada buah kopi. kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan H. hampe...
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak. Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...

