Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perlindungan Hukum Perdata Terhadap Pihak Pelaksana Kontrak Dalam Hal Wanprestasi Yang Menimbulkan Beban Pajak

View through CrossRef
Angka Perjanjian merupakan sumber utama lahirnya perikatan dalam hukum perdata selain undang-undang, yang menimbulkan hubungan hukum berupa hak dan kewajiban bagi para pihak. Berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khususnya Pasal 1320 dan Pasal 1338, perjanjian yang dibuat secara sah memiliki kekuatan mengikat sebagai undang-undang bagi para pihak (pacta sunt servanda). Dalam praktik hubungan bisnis, pelanggaran terhadap perjanjian atau wanprestasi kerap terjadi, baik dalam bentuk tidak dipenuhinya prestasi, keterlambatan, maupun pelaksanaan yang tidak sesuai dengan isi kontrak. Keadaan tersebut menimbulkan konsekuensi hukum berupa hak bagi pihak yang dirugikan untuk menuntut pemenuhan prestasi, pembatalan perjanjian, serta ganti rugi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah ketentuan peraturan perundang-undangan, doktrin, serta literatur hukum yang relevan mengenai gugatan wanprestasi dan mekanisme pembuktiannya dalam hukum acara perdata. Fokus kajian diarahkan pada konstruksi gugatan wanprestasi, posisi pembuktian para pihak, serta dasar pemberian ganti rugi dalam praktik peradilan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa gugatan wanprestasi mensyaratkan adanya perjanjian yang sah, pelanggaran prestasi, kerugian, dan hubungan kausal antara pelanggaran dan kerugian tersebut. Beban pembuktian berada pada pihak penggugat sesuai prinsip actori incumbit probatio sebagaimana diatur dalam Pasal 163 HIR. Ganti rugi berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata mencakup kerugian nyata (damnum emergens), keuntungan yang hilang (lucrum cessans), serta dalam kondisi tertentu kerugian immaterial, yang seluruhnya harus dibuktikan secara konkret dan terukur. Dengan demikian, mekanisme gugatan perdata berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum yang menjamin kepastian, keadilan, dan keseimbangan dalam hubungan kontraktual.
Title: Perlindungan Hukum Perdata Terhadap Pihak Pelaksana Kontrak Dalam Hal Wanprestasi Yang Menimbulkan Beban Pajak
Description:
Angka Perjanjian merupakan sumber utama lahirnya perikatan dalam hukum perdata selain undang-undang, yang menimbulkan hubungan hukum berupa hak dan kewajiban bagi para pihak.
Berdasarkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khususnya Pasal 1320 dan Pasal 1338, perjanjian yang dibuat secara sah memiliki kekuatan mengikat sebagai undang-undang bagi para pihak (pacta sunt servanda).
Dalam praktik hubungan bisnis, pelanggaran terhadap perjanjian atau wanprestasi kerap terjadi, baik dalam bentuk tidak dipenuhinya prestasi, keterlambatan, maupun pelaksanaan yang tidak sesuai dengan isi kontrak.
Keadaan tersebut menimbulkan konsekuensi hukum berupa hak bagi pihak yang dirugikan untuk menuntut pemenuhan prestasi, pembatalan perjanjian, serta ganti rugi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah ketentuan peraturan perundang-undangan, doktrin, serta literatur hukum yang relevan mengenai gugatan wanprestasi dan mekanisme pembuktiannya dalam hukum acara perdata.
Fokus kajian diarahkan pada konstruksi gugatan wanprestasi, posisi pembuktian para pihak, serta dasar pemberian ganti rugi dalam praktik peradilan.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa gugatan wanprestasi mensyaratkan adanya perjanjian yang sah, pelanggaran prestasi, kerugian, dan hubungan kausal antara pelanggaran dan kerugian tersebut.
Beban pembuktian berada pada pihak penggugat sesuai prinsip actori incumbit probatio sebagaimana diatur dalam Pasal 163 HIR.
Ganti rugi berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata mencakup kerugian nyata (damnum emergens), keuntungan yang hilang (lucrum cessans), serta dalam kondisi tertentu kerugian immaterial, yang seluruhnya harus dibuktikan secara konkret dan terukur.
Dengan demikian, mekanisme gugatan perdata berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum yang menjamin kepastian, keadilan, dan keseimbangan dalam hubungan kontraktual.

Related Results

PERSPEKTIF FORCE MAJEURE DAN REBUS SIC STANTIBUS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
PERSPEKTIF FORCE MAJEURE DAN REBUS SIC STANTIBUS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Peranan kontrak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kontrak adalah: Kesepakatan para pihak tentang sesuatu hal yang melahirkan perikatan/hubungan hukum, menimbulkan hak dan...
REVIEW OF ISLAMIC LAW ON DEFAULTS IN WORKING AGREEMENTS FOR PERMANENT LECTURERS AT WEST JAVA PRIVATE RELIGIOUS UNIVERSITIES (PTKS)
REVIEW OF ISLAMIC LAW ON DEFAULTS IN WORKING AGREEMENTS FOR PERMANENT LECTURERS AT WEST JAVA PRIVATE RELIGIOUS UNIVERSITIES (PTKS)
Introduction/Main Objectives: This study aims to determine the concept of default carried out by lecturers and private religious colleges (PTKS) in terms of Islamic law perspective...
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Sooner or later Indonesia will have its own law of contract. Reasons ...
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
POSISI HUKUM ADAT DALAM HUKUM KONTRAK NASIONAL INDONESIA
<h2>Abstract</h2><p>Cepat atau lambat Indonesia akan memiliki hukum perjanjiannya sendiri. Alasan dari pernyataan ini adalah bahwa, pertama, hukum kontrak Indoens...
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BANK DALAM PERJANJIAN KREDIT AKIBAT WANPRESTASI NASABAH
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BANK DALAM PERJANJIAN KREDIT AKIBAT WANPRESTASI NASABAH
<p class="normal" align="center"><em>Abstract</em></p><p class="normal"><em>This artricles aims to examines the problems regarding sanctions or ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Hak Dan Kewajiban Penjual Dan Pembeli Sebagai Substansi Kontrak Dagang Elektronik Mereduksi Asas Kebebasan Berkontrak
Hak Dan Kewajiban Penjual Dan Pembeli Sebagai Substansi Kontrak Dagang Elektronik Mereduksi Asas Kebebasan Berkontrak
HIAK DAN KEWA.DBAN PENJUAL DAN PEMBELI SEBAGA1 SUBSTANSI KKONTRAK DAGANG ELEKTRONIK MEREDUKSI ASAS KEBEBASAN BERKONTRAKRehulinaDosen Universitas Dian NusantaraABSTRAKSIHukum perjan...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku. Tujuan penelit...

Back to Top