Javascript must be enabled to continue!
Kajian Arsitektur Tropis pada Rumah Adat Osing Di Kemiren Banyuwangi
View through CrossRef
Arsitektur tropis adalah hasil produk kebudayaan manusia yang berupa arsitektur yang menerapkan prinsip tropis sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya. Rumah Adat Osing merupakan salah satu arsitektur tradisional yang menerapkan prinsip arsitektur tropis. Dalam memahami lebih lanjut penerapan arsitektur tropis pada rumah adat Osing artikel ini menyajikan identifikasi prinsip-prinsip ke tropisan yang dapat ditemukan pada Rumah Adat Osing, melalui analisis visual. Adapun metode yang digunakan berupa deskriptif-kualitatif dalam menggambarkan hasil kajian tropis pada Rumah Adat Osing. Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa bentuk adaptasi arsitektur Rumah Osing terhadap iklim tropis meliputi: penggunaan warna cerah pada selubung bangunan, adanya atap teras dan tritisan pada ampok yang cukup lebar, bentuk dan kemiringan atap yang landai, elevasi lantai yang tinggi, keberadaan pepohonan pada lanskap alami, arah hadap bangunan utara-selatan, vegetasi peneduh di sisi barat-timur, penggunaan material alami dengan konduktivitas rendah, ventilasi yang kecil, dan adanya dinding berpori berupa anyaman bambu.
Title: Kajian Arsitektur Tropis pada Rumah Adat Osing Di Kemiren Banyuwangi
Description:
Arsitektur tropis adalah hasil produk kebudayaan manusia yang berupa arsitektur yang menerapkan prinsip tropis sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya.
Rumah Adat Osing merupakan salah satu arsitektur tradisional yang menerapkan prinsip arsitektur tropis.
Dalam memahami lebih lanjut penerapan arsitektur tropis pada rumah adat Osing artikel ini menyajikan identifikasi prinsip-prinsip ke tropisan yang dapat ditemukan pada Rumah Adat Osing, melalui analisis visual.
Adapun metode yang digunakan berupa deskriptif-kualitatif dalam menggambarkan hasil kajian tropis pada Rumah Adat Osing.
Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa bentuk adaptasi arsitektur Rumah Osing terhadap iklim tropis meliputi: penggunaan warna cerah pada selubung bangunan, adanya atap teras dan tritisan pada ampok yang cukup lebar, bentuk dan kemiringan atap yang landai, elevasi lantai yang tinggi, keberadaan pepohonan pada lanskap alami, arah hadap bangunan utara-selatan, vegetasi peneduh di sisi barat-timur, penggunaan material alami dengan konduktivitas rendah, ventilasi yang kecil, dan adanya dinding berpori berupa anyaman bambu.
Related Results
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN SEBAGAI MEDIA PEBELAJARAN SOSIOLOGI
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN SEBAGAI MEDIA PEBELAJARAN SOSIOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk perubahan social yang terjadi pada Masyarakat Osing setelah dijadikannya Desa Wisata; (2) strategi masyarakat Osing untuk ...
KONFIGURASI BANGUNAN HUNIAN RUMAH ADAT DESA WISATA OSING, BANYUWANGI
KONFIGURASI BANGUNAN HUNIAN RUMAH ADAT DESA WISATA OSING, BANYUWANGI
Desa Wisata Osing telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai cagar budaya serta mengembangkannya menjadi sebuah desa wisata. Desa Wisata ini sudah berdiri se...
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
ABSTRACT
One of the diversity of Indonesian manners and cultures is the Osing tribe lived in most Banyuwangi area. This tribe has an interesting traditional ritual, namely th...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Optimalisasi Fungsi Lembaga Adat dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Adat Osing Banyuwangi
Optimalisasi Fungsi Lembaga Adat dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Adat Osing Banyuwangi
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi lembaga adat dalam pemerintahan desa, desa adat di banyuwangi, Hal ini diharapkan untuk dapat mendorong disusunnya per...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
Osing Language in Intergenerational Discourse: A Sociolinguistic Case Study from Kemiren Village
Osing Language in Intergenerational Discourse: A Sociolinguistic Case Study from Kemiren Village
Kemiren Village in Banyuwangi Regency is a vital site for preserving the Osing language, a key element of the region's cultural identity. However, the influence of modernization, n...

