Javascript must be enabled to continue!
KONFIGURASI BANGUNAN HUNIAN RUMAH ADAT DESA WISATA OSING, BANYUWANGI
View through CrossRef
Desa Wisata Osing telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai cagar budaya serta mengembangkannya menjadi sebuah desa wisata. Desa Wisata ini sudah berdiri sejak diresmikan sebagai cagar budaya oleh Pemkab ini mempunyai area khusus yang hanya terdapat beberapa rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1960an dan masih bertahan sampai sekarang. Studi ini mengkaji tentang bentuk visual pada arsitektur vernakular pada Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi. Desa Wisata Osing Kemiren dipilih menjadi lokasi penelitian berdasarkan keunikan bentuk arsitekturnya yang menarik untuk dieksplorasi. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk visual arsitektur dari rumah adat Osing yang terletak pada Desa Wisata yang masih mempertahankan rumah adat sejak tahun 1960an. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan proses pengambilan data dilakukan berdasarkan hasil studi observasi sebagai data primer dan studi literatur sebagai data. Hasil observasi tersebut kemudian di analisis secara kualitatif dan dideskripsikan dengan menyajikan tabel observasi dari beberapa objek rumah yang terpilih dengan berlandaskan beberapa faktor penelitian untuk mendapatkan bentuk visual pada arsitekturnya. Hasil studi ini akan menjabarkan data hasil observasi secara bentuk visual dari arsitektur rumah adat Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren
Title: KONFIGURASI BANGUNAN HUNIAN RUMAH ADAT DESA WISATA OSING, BANYUWANGI
Description:
Desa Wisata Osing telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai cagar budaya serta mengembangkannya menjadi sebuah desa wisata.
Desa Wisata ini sudah berdiri sejak diresmikan sebagai cagar budaya oleh Pemkab ini mempunyai area khusus yang hanya terdapat beberapa rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1960an dan masih bertahan sampai sekarang.
Studi ini mengkaji tentang bentuk visual pada arsitektur vernakular pada Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi.
Desa Wisata Osing Kemiren dipilih menjadi lokasi penelitian berdasarkan keunikan bentuk arsitekturnya yang menarik untuk dieksplorasi.
Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang bentuk visual arsitektur dari rumah adat Osing yang terletak pada Desa Wisata yang masih mempertahankan rumah adat sejak tahun 1960an.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan proses pengambilan data dilakukan berdasarkan hasil studi observasi sebagai data primer dan studi literatur sebagai data.
Hasil observasi tersebut kemudian di analisis secara kualitatif dan dideskripsikan dengan menyajikan tabel observasi dari beberapa objek rumah yang terpilih dengan berlandaskan beberapa faktor penelitian untuk mendapatkan bentuk visual pada arsitekturnya.
Hasil studi ini akan menjabarkan data hasil observasi secara bentuk visual dari arsitektur rumah adat Osing di Desa Wisata Osing, Kemiren.
Related Results
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN SEBAGAI MEDIA PEBELAJARAN SOSIOLOGI
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU OSING DI DESA KEMIREN SEBAGAI MEDIA PEBELAJARAN SOSIOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk perubahan social yang terjadi pada Masyarakat Osing setelah dijadikannya Desa Wisata; (2) strategi masyarakat Osing untuk ...
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
THE ISLAMIC VALUES OF MYSTICAL REASON IN "KEBO-KEBOAN" TRADITION IN BANYUWANGI
ABSTRACT
One of the diversity of Indonesian manners and cultures is the Osing tribe lived in most Banyuwangi area. This tribe has an interesting traditional ritual, namely th...
Optimalisasi Fungsi Lembaga Adat dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Adat Osing Banyuwangi
Optimalisasi Fungsi Lembaga Adat dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat Adat Osing Banyuwangi
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi lembaga adat dalam pemerintahan desa, desa adat di banyuwangi, Hal ini diharapkan untuk dapat mendorong disusunnya per...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Studi Komparatif Sosial Lembaga Pada Desa Wisata Gamplong dan Desa Wisata Pulesari Kabupaten Sleman Sebagai Penggerak Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif
Studi Komparatif Sosial Lembaga Pada Desa Wisata Gamplong dan Desa Wisata Pulesari Kabupaten Sleman Sebagai Penggerak Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif
Kota Yogyakarta terkenal dengan jenis wisata yang khas, yaitu jenis wisata budaya sebagai cagar budaya Jawa. Dewasa ini para wisatawan mulai menggemari tempat wisata yang tidak han...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

