Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Jejak Benteng Peninggalan Inggris Di Bengkulu (Tinjauan Historis- Filosofis)

View through CrossRef
Penelitian ini membahas keberadaan tiga benteng tinggalan kolonial Inggris di Bengkulu, yaitu Benteng Marlborough, Benteng Anna, dan Benteng Linau, dalam perspektif historis dan filosofis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang melibatkan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Fokus utama adalah menganalisis pelestarian fisik dan pemaknaan filosofis dari ketiga benteng tersebut di tengah masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Benteng Marlborough masih berdiri kokoh dan dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme serta dijadikan ikon wisata Kota Bengkulu. Benteng Anna mengalami kerusakan berat akibat penjarahan dan dianggap sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap kembalinya kekuasaan kolonial. Sementara itu, Benteng Linau sudah tidak tersisa secara fisik dan keberadaannya mulai diliputi mitos masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari eksploitasi liar. Ketimpangan dalam pelestarian fisik berdampak langsung pada hilangnya nilai filosofis yang melekat. Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai historis-filosofis sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya tinggalan kolonial yang masih tersisa di Indonesia, khususnya Bengkulu.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu
Title: Jejak Benteng Peninggalan Inggris Di Bengkulu (Tinjauan Historis- Filosofis)
Description:
Penelitian ini membahas keberadaan tiga benteng tinggalan kolonial Inggris di Bengkulu, yaitu Benteng Marlborough, Benteng Anna, dan Benteng Linau, dalam perspektif historis dan filosofis.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang melibatkan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Fokus utama adalah menganalisis pelestarian fisik dan pemaknaan filosofis dari ketiga benteng tersebut di tengah masyarakat lokal.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Benteng Marlborough masih berdiri kokoh dan dimaknai sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme serta dijadikan ikon wisata Kota Bengkulu.
Benteng Anna mengalami kerusakan berat akibat penjarahan dan dianggap sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap kembalinya kekuasaan kolonial.
Sementara itu, Benteng Linau sudah tidak tersisa secara fisik dan keberadaannya mulai diliputi mitos masyarakat sebagai bentuk perlindungan dari eksploitasi liar.
Ketimpangan dalam pelestarian fisik berdampak langsung pada hilangnya nilai filosofis yang melekat.
Penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi nilai-nilai historis-filosofis sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya tinggalan kolonial yang masih tersisa di Indonesia, khususnya Bengkulu.

Related Results

BENTENG LIAMOPUTE DI KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA : 1575-1968
BENTENG LIAMOPUTE DI KECAMATAN TONGKUNO KABUPATEN MUNA : 1575-1968
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang pembangunan Benteng Liamopute dan fungsi Benteng Liamopute yang terletak di Kecamatan Tongkuno (Kabupaten Muna). Selain me...
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Berdasarkan Pasal 1127 KUHPerdata Balai Harta Peninggalan ditugaskan menjalankan pengurusan atas setiap warisan yang tak terurus selama 30 tahun/ lebih, setelah melakukan pengelola...
PEMANFAATAN BENTENG ANNA (FORT ANN) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 3 MUKOMUKO
PEMANFAATAN BENTENG ANNA (FORT ANN) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 3 MUKOMUKO
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya sekolah dalam memanfaatkan situs Benteng Anna sebagai sumber belajar sejarah bagi peserta didik tingkat SMA di kabupaten Mukomuko...
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN (FISHING GROUND) NELAYAN KOTA BENGKULU, PROVINSI BENGKULU
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN (FISHING GROUND) NELAYAN KOTA BENGKULU, PROVINSI BENGKULU
Sebagian besar kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan di Kota Bengkulu masih menggunakan armada dan alat tangkap sederhana. Teknologi sederhana berdampak pada daerah penangkapan ik...
ANALISIS NILAI PATRIOTISME NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN KARYA AYI JUFRIDAR
ANALISIS NILAI PATRIOTISME NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN KARYA AYI JUFRIDAR
This research aims to describe the value of patriotism in the novel 693 KM Jejak Gerilya Sudirman by Ayi Jufridar.  This research is qualitative descriptive. The data in this resea...
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU
ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pendidikan mitigasi bencana dalam pembelajaran IPA, mengetahui persepsi guru dan peserta didik terhadap penting...

Back to Top