Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Bela Negara Sebagai Metode Pencegahan Ancaman Radikalisme Di Indonesia

View through CrossRef
<p><strong>Abstrak – </strong>Terorisme, yang berakar dari gerakan-gerakan radikal pasca peristiwa 9/11 di Amerika<strong> </strong>Serikat, mulai berkembang pesat juga di Indonesia. Gerakan radikal, terutama yang berlandaskan agama, berkembang menjadi gerakan teror yang mengancam keamanan dan pertahanan negara. Bela negara adalah bagian dari penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara. Radikalisme, baik sebagai gerakan maupun ideologi atau paham yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia, adalah ancaman bagi negara yang bersifat non-konvensional. Untuk itu, bela negara dapat menjadi program yang dapat mengubah budaya masyarakat agar menempatkan cinta bangsa dan negara sebagai hal yang terutama, dengan demikian dapat mencegah berkembangnya gerakan dan ideologi radikal di Indonesia. Unsur-unsur religiusitas (agama) juga dapat berperan penting dalam menangkal ancaman radikalisme jika diintegrasikan ke dalam kurikulum bela negara. Tulisan ini akan melihat bagaimana program bela negara dapat digunakan sebagai sarana mencegah ancaman radikalisme di Indonesia.</p><p><strong>Kata Kunci : </strong>bela negara, radikalisme, dan pertahanan negara</p><p> </p><p><strong><em>Abstract – </em></strong><em>Terrorism, rooted in radical movement post 9/11 event in the United States, began to grow<strong> </strong>rapidly also in Indonesia. Radical movements, especially those based on religion, evolved into terrorist movements that threaten state security and defense. Civic education is part of the implementation of state defense and security system. Radicalism, both as a movement and an ideology or a growing notion among Indonesians, is a threat to the state, that has a non-conventional nature. Therefore, civic education can be a program that can change people’s culture to put the love of the nation and the country as the main thing, thereby preventing the development of radical movements and ideology in Indonesia. The elements of religiosity (religion) can also play an important role in counteracting the threat of radicalism if it is integrated into the civic education curriculum.This paper will look at how civic education program can be used as a means of preventingthe threat of radicalism in Indonesia.</em></p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>civic education, radicalism, and state defense</em></p>
Title: Bela Negara Sebagai Metode Pencegahan Ancaman Radikalisme Di Indonesia
Description:
<p><strong>Abstrak – </strong>Terorisme, yang berakar dari gerakan-gerakan radikal pasca peristiwa 9/11 di Amerika<strong> </strong>Serikat, mulai berkembang pesat juga di Indonesia.
Gerakan radikal, terutama yang berlandaskan agama, berkembang menjadi gerakan teror yang mengancam keamanan dan pertahanan negara.
Bela negara adalah bagian dari penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara.
Radikalisme, baik sebagai gerakan maupun ideologi atau paham yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia, adalah ancaman bagi negara yang bersifat non-konvensional.
Untuk itu, bela negara dapat menjadi program yang dapat mengubah budaya masyarakat agar menempatkan cinta bangsa dan negara sebagai hal yang terutama, dengan demikian dapat mencegah berkembangnya gerakan dan ideologi radikal di Indonesia.
Unsur-unsur religiusitas (agama) juga dapat berperan penting dalam menangkal ancaman radikalisme jika diintegrasikan ke dalam kurikulum bela negara.
Tulisan ini akan melihat bagaimana program bela negara dapat digunakan sebagai sarana mencegah ancaman radikalisme di Indonesia.
</p><p><strong>Kata Kunci : </strong>bela negara, radikalisme, dan pertahanan negara</p><p> </p><p><strong><em>Abstract – </em></strong><em>Terrorism, rooted in radical movement post 9/11 event in the United States, began to grow<strong> </strong>rapidly also in Indonesia.
Radical movements, especially those based on religion, evolved into terrorist movements that threaten state security and defense.
Civic education is part of the implementation of state defense and security system.
Radicalism, both as a movement and an ideology or a growing notion among Indonesians, is a threat to the state, that has a non-conventional nature.
Therefore, civic education can be a program that can change people’s culture to put the love of the nation and the country as the main thing, thereby preventing the development of radical movements and ideology in Indonesia.
The elements of religiosity (religion) can also play an important role in counteracting the threat of radicalism if it is integrated into the civic education curriculum.
This paper will look at how civic education program can be used as a means of preventingthe threat of radicalism in Indonesia.
</em></p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>civic education, radicalism, and state defense</em></p>.

Related Results

Konseptualisasi Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Upaya Bela Negara
Konseptualisasi Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Upaya Bela Negara
Upaya bela negara merupakan wujud pertahanan yang harus disesuaikan  dengan keadaan masa sekarang dan masa yang akan datang. Bela Negara yang sesuai untuk saat ini ialah bela Negar...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
KURIKULUM BELA NEGARA SEBUAH KEBUTUHAN KURIKULUM SAAT INI DAN MASA DEPAN
KURIKULUM BELA NEGARA SEBUAH KEBUTUHAN KURIKULUM SAAT INI DAN MASA DEPAN
Bela Negara merupakan hak dan kewajiban warga negara sesuai dengan tuntunan UUD 1945.Bela Negara adalah salah satu sistem pertahanan rakyat semesta yang perlu dilakukan untuk dapat...
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
MEMBANGUN KOMPONEN CADANGAN BERBASIS KEMAMPUAN BELA NEGARA SEBAGAI KEKUATAN PERTAHANAN INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN NIR-MILITER
MEMBANGUN KOMPONEN CADANGAN BERBASIS KEMAMPUAN BELA NEGARA SEBAGAI KEKUATAN PERTAHANAN INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN NIR-MILITER
<p>Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) Indonesia di masa depan sangat bersifat nir-militer (non-konvensional). Paradigma pertahanan Indonesia jika hanya mengand...
Perlindungan Hukum Bagi Anak dalam Perspektif Pancasila dan Bela Negara
Perlindungan Hukum Bagi Anak dalam Perspektif Pancasila dan Bela Negara
Abstrak : Pancasila adalah Ideologi dan sumber dari segala pembentukan perturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 d...
MENGHADIRKAN PEREMPUAN DALAM HISTORIOGRAFI PASCA MERDEKA: MEMBANGUN KARAKTER BELA NEGARA MELALUI NARASI SEJARAH
MENGHADIRKAN PEREMPUAN DALAM HISTORIOGRAFI PASCA MERDEKA: MEMBANGUN KARAKTER BELA NEGARA MELALUI NARASI SEJARAH
<p>Makalah ini membahas pentingnya narasi sejarah dalam upaya menumbuhkan karakter bela negara. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan pola pikir mengenai bela negara...

Back to Top