Javascript must be enabled to continue!
Keragaman Mamalia di Cagar Alam Imogiri Kabupaten Bantul
View through CrossRef
Kawasan konservasi Cagar Alam Imogiri terletak di Kabupaten Bantul dengan luas 11,822 Ha. Kawasan yang sebelumnya berfungsi sebagai hutan produksi dengan dominasi pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron) sehingga mempengaruhi keanekaragaman satwa yang ada di dalamnya, salah satunya keanekaragaman mamalia. Setelah kawasan ditetepkan menjadi Cagar Alam, baru sekali dilakukan pendataan mamalia yaitu pada tahun 2016. Up date data dan informasi keberagaman mamalia diperlukan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis mamalia, keanekaragaman dan kekayaan jenis di CA Imogiri. Pengambilan data dengan metode jelajah dan kamera trap. Data yang dihasilkan selama bulan Juli-November 2024 diinput ke Aplikasi Gunungan Balai KSDA kemudian dilanjutkan untuk analisis data. Analisis menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks kekayaan jenis mamalia (DMg). Hasil penelitian mendapatkan 5 jenis mamalia antara lain landak jawa (Hystrix javanica), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), Bajing kelapa (Callosciurus notatus), Musang luak (Paradoxurus hermaphroditus), dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dengan nilai keanekaragaman jenis rendah (indeks Shannon-Wiener 0.584) dan nilai kekayaan jenis tingkat sedang (indeks margalef 3.132). Perjumpaan mamalia dilindungi yaitu landak jawa (Hystrix javanica) dan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) menjadi penemuan baru di Cagar Alam Imogiri
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul
Title: Keragaman Mamalia di Cagar Alam Imogiri Kabupaten Bantul
Description:
Kawasan konservasi Cagar Alam Imogiri terletak di Kabupaten Bantul dengan luas 11,822 Ha.
Kawasan yang sebelumnya berfungsi sebagai hutan produksi dengan dominasi pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron) sehingga mempengaruhi keanekaragaman satwa yang ada di dalamnya, salah satunya keanekaragaman mamalia.
Setelah kawasan ditetepkan menjadi Cagar Alam, baru sekali dilakukan pendataan mamalia yaitu pada tahun 2016.
Up date data dan informasi keberagaman mamalia diperlukan dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis mamalia, keanekaragaman dan kekayaan jenis di CA Imogiri.
Pengambilan data dengan metode jelajah dan kamera trap.
Data yang dihasilkan selama bulan Juli-November 2024 diinput ke Aplikasi Gunungan Balai KSDA kemudian dilanjutkan untuk analisis data.
Analisis menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks kekayaan jenis mamalia (DMg).
Hasil penelitian mendapatkan 5 jenis mamalia antara lain landak jawa (Hystrix javanica), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), Bajing kelapa (Callosciurus notatus), Musang luak (Paradoxurus hermaphroditus), dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dengan nilai keanekaragaman jenis rendah (indeks Shannon-Wiener 0.
584) dan nilai kekayaan jenis tingkat sedang (indeks margalef 3.
132).
Perjumpaan mamalia dilindungi yaitu landak jawa (Hystrix javanica) dan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) menjadi penemuan baru di Cagar Alam Imogiri.
Related Results
Transformasi makna budaya tradisi nguras enceh pada generasi milenial
Transformasi makna budaya tradisi nguras enceh pada generasi milenial
Arus globalisasi dan modernisasi yang masif disertai dengan lemahnya rasa cinta tanah air membuat kebudayaan dan jati diri bangsa terkikis. Kebudayaan yang sudah berkurang peminatn...
SURVEY SINGKAT MAMALIA DI HUTAN DIPTEROKARPA DATARAN RENDAH, HUTAN LINDUNG BATU BEROK, LONG PAHANGAI, KALIMANTAN TIMUR
SURVEY SINGKAT MAMALIA DI HUTAN DIPTEROKARPA DATARAN RENDAH, HUTAN LINDUNG BATU BEROK, LONG PAHANGAI, KALIMANTAN TIMUR
ABSTRACTThe aimed of this research is to know of mammals composition in dipterocarpa lowland forest, Batu Berok Protection Forest (BBPF), Long Pahangai, East Kalimantan. Combinatio...
SURVEY SINGKAT MAMALIA DI HUTAN DIPTEROKARPA DATARAN RENDAH, HUTAN LINDUNG BATU BEROK, LONG PAHANGAI, KALIMANTAN TIMUR
SURVEY SINGKAT MAMALIA DI HUTAN DIPTEROKARPA DATARAN RENDAH, HUTAN LINDUNG BATU BEROK, LONG PAHANGAI, KALIMANTAN TIMUR
ABSTRACTThe aimed of this research is to know of mammals composition in dipterocarpa lowland forest, Batu Berok Protection Forest (BBPF), Long Pahangai, East Kalimantan. Combinatio...
Jenis Kupu-kupu di Cagar Alam Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Jenis Kupu-kupu di Cagar Alam Imogiri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Cagar Alam Imogiri ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang dan negara, dengan ekosistem untuk menjaga keanekaragaman hayatinya. Kajian keanekaragaman ku...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI
PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA CAGAR BUDAYA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS PGRI MAHADEWA INDONESIA PADA SITUS CANDI TEBING TEGALINGGAH, GIANYAR BALI
Kepemanduan wisata cagar budaya adalah salah satu program kegiatan pembelajaran sejarah yang memanfaatkan objek cagar budaya sebagai dasar implementasi kegiatannya. Metode pelaksa...

