Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Mitigasi Bencana Kebakaran di Sekolah Sebagai Upaya Mendukung SDGs 11 Melalui Penyuluhan dan Penerapan Sistem Peringatan Dini Berbasis Sensor
View through CrossRef
Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang berpotensi menimbulkan kerugian besar, khususnya di lingkungan sekolah dasar yang memiliki keterbatasan fasilitas penanggulangan darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Budi Luhur Pondok Aren dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah melalui penyuluhan kebencanaan dan penerapan sistem peringatan dini berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi titik rawan kebakaran, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan jadwal dan materi edukasi, serta perakitan sistem berbasis mikrokontroler yang dilengkapi sensor asap dan sensor api. Kegiatan inti dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 melalui seminar, penyuluhan, simulasi evakuasi darurat, serta pelatihan penggunaan sistem peringatan dini kepada guru, staf, dan pegawai sekolah. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan beberapa capaian, yaitu terbentuknya prototipe sistem peringatan dini kebakaran yang siap diuji, peningkatan pengetahuan guru dan staf mengenai mitigasi bencana, serta dihasilkannya luaran berupa materi penyuluhan, publikasi berita pada media massa elektronik, draft artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi, dan draft dokumen Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan warga sekolah melalui pendekatan edukasi dan teknologi yang aplikatif. Rekomendasi ke depan adalah implementasi permanen sistem peringatan dini di sekolah mitra serta pelaksanaan simulasi kebakaran secara rutin agar budaya kesiapsiagaan dapat terinternalisasi dengan baik.
Title: Peningkatan Mitigasi Bencana Kebakaran di Sekolah Sebagai Upaya Mendukung SDGs 11 Melalui Penyuluhan dan Penerapan Sistem Peringatan Dini Berbasis Sensor
Description:
Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang berpotensi menimbulkan kerugian besar, khususnya di lingkungan sekolah dasar yang memiliki keterbatasan fasilitas penanggulangan darurat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Budi Luhur Pondok Aren dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah melalui penyuluhan kebencanaan dan penerapan sistem peringatan dini berbasis teknologi sederhana.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi titik rawan kebakaran, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan jadwal dan materi edukasi, serta perakitan sistem berbasis mikrokontroler yang dilengkapi sensor asap dan sensor api.
Kegiatan inti dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 melalui seminar, penyuluhan, simulasi evakuasi darurat, serta pelatihan penggunaan sistem peringatan dini kepada guru, staf, dan pegawai sekolah.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Hasil kegiatan menunjukkan beberapa capaian, yaitu terbentuknya prototipe sistem peringatan dini kebakaran yang siap diuji, peningkatan pengetahuan guru dan staf mengenai mitigasi bencana, serta dihasilkannya luaran berupa materi penyuluhan, publikasi berita pada media massa elektronik, draft artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi, dan draft dokumen Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan warga sekolah melalui pendekatan edukasi dan teknologi yang aplikatif.
Rekomendasi ke depan adalah implementasi permanen sistem peringatan dini di sekolah mitra serta pelaksanaan simulasi kebakaran secara rutin agar budaya kesiapsiagaan dapat terinternalisasi dengan baik.
Related Results
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
Latar Belakang: Pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul Sosialisasi tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran di rt 001/07 kelurahan papanggo jakarta utar...
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Mitigasi Kebakaran melalui Masyarakat
Upaya dini pencegahan kebakaran telah mampu menurunkan risiko kecelakaan di lingkungan permukiman padat perkotaan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi kebutuhan masyarak...
PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA KEBAKARAN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO
PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA KEBAKARAN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO
Kebakaran yang terjadi di lingkungan asrama militer dan gedung perkantoran masih menjadi ancaman serius, sebagaimana tercatat pada beberapa insiden kebakaran pada tahun 2024 dan 20...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Mitigasi Bencana di Indonesia
Mitigasi Bencana di Indonesia
Negara Indonesia menjadi salah satu negara mempunyai potensi tinggi terhadap bencana gempabumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah (tanah longsor). Posisi wilayah Indones...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...

