Javascript must be enabled to continue!
Proses Negosiasi Penentuan Böwö dalam Adat Perkawinan Nias
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses negosiasi penentuan böwö dalam adat perkawinan Nias. Böwö pada masayarakat etnis Nias merupakan hadiah pemberian yang diberikan oleh keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan dalam melangsungkan perkawinan. Pada tahap proses negosiasi böwö, keluarga dari pihak laki-laki maupun perempuan akan membicarakan, membahas dan mempertimbangkan segala bentuk resiko yang akan terjadi dalam setiap keputusan yang akan disepakati. Proses negosiasi böwö menimbulkan tawar-menawar antara keluarga pihak laki-laki dengan keluarga pihak perempuan dan dibicarakan secara tertutup. Proses negosiasi böwö akan menjadi masalah ketika salah satu dari pihak keluarga calon mempelai tidak setuju atau menimbulkan konflik. Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains dari James P. Spradley. Teknik pemilihan informan yaitu snowball sampling dengan jumlah informan10 orang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi aktif. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan analisis data yang digunakan adalah model analisis data menurut J. P. Spradley. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa: proses negosiasi penentuan böwö dalam perkawinan adat Nias yaitu: musyawarah keluarga tentang lamaran (pihak laki-laki dan perempuan), penentuan böwö, pertemuan si’o (pihak laki-laki dan perempuan), kesepakatan böwö.
Universitas Negeri Padang
Title: Proses Negosiasi Penentuan Böwö dalam Adat Perkawinan Nias
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses negosiasi penentuan böwö dalam adat perkawinan Nias.
Böwö pada masayarakat etnis Nias merupakan hadiah pemberian yang diberikan oleh keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan dalam melangsungkan perkawinan.
Pada tahap proses negosiasi böwö, keluarga dari pihak laki-laki maupun perempuan akan membicarakan, membahas dan mempertimbangkan segala bentuk resiko yang akan terjadi dalam setiap keputusan yang akan disepakati.
Proses negosiasi böwö menimbulkan tawar-menawar antara keluarga pihak laki-laki dengan keluarga pihak perempuan dan dibicarakan secara tertutup.
Proses negosiasi böwö akan menjadi masalah ketika salah satu dari pihak keluarga calon mempelai tidak setuju atau menimbulkan konflik.
Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains dari James P.
Spradley.
Teknik pemilihan informan yaitu snowball sampling dengan jumlah informan10 orang.
Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi aktif.
Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan analisis data yang digunakan adalah model analisis data menurut J.
P.
Spradley.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa: proses negosiasi penentuan böwö dalam perkawinan adat Nias yaitu: musyawarah keluarga tentang lamaran (pihak laki-laki dan perempuan), penentuan böwö, pertemuan si’o (pihak laki-laki dan perempuan), kesepakatan böwö.
Related Results
Bowo Perkawinan Adat Suku Nias Dengan Dasar Perkawinan Gereja Katolik
Bowo Perkawinan Adat Suku Nias Dengan Dasar Perkawinan Gereja Katolik
Böwö marriage of the Nias tribe is generally interpreted as sumange (giving awards). Böwö is masi-masi/hele-hele dödö Zatua khö nono nia ono alawe (giving affection/proof of the br...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
Pencatatan perkawinan merupakan proses yang sangat penting untuk kepastian hukum pada suatu pasangan yang melakukan perkawinan. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang P...
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DALAM PELAKSANAAN PERKAWINAN ADAT DI DESA ADAT BULELENG
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DALAM PELAKSANAAN PERKAWINAN ADAT DI DESA ADAT BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tata cara pelaksanaan perkawinan adat yang dilakukan menurut hukum adat di Desa Adat Buleleng, dan untuk mengetahui (2) syarat perkaw...
SUSUR GALUR STUDI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU DESA KELAPAPATI KABUPATEN BENGKALIS
SUSUR GALUR STUDI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU DESA KELAPAPATI KABUPATEN BENGKALIS
Islam sebagai agama yang universal (rahmatan lil’alamin) memiliki sifat mudah beradaptasi untuk tumbuh di segala tempat dan waktu, salah satunya dalam perkawinan. Bagi suku bangsa ...

