Javascript must be enabled to continue!
Kehadiran Gembala sebagai Bentuk Pengorbanan: Studi Teologis Yohanes 10:11–15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Moderneologis Yohanes 10:11-15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Modern
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji makna pengorbanan gembala dalam Yohanes 10:11–15 dengan menyoroti keterkaitan erat antara pengorbanan dan kehadiran relasional. Penafsiran terhadap ungkapan “gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-domba” seringkali dibatasi pada horizon soteriologis sebagai rujukan pada kematian Yesus di salib. Melalui pembacaan eksegesis naratif dan leksikal, penelitian ini menunjukkan bahwa Injil Yohanes membangun makna pengorbanan dalam kerangka relasi penggembalaan yang ditandai oleh kehadiran, pengenalan, dan kesetiaan terhadap kawanan. Dengan menggunakan pendekatan psychological biblical interpretation, metafora gembala–domba dibaca sebagai gambaran relasi yang merespons kerentanan eksistensial, dimana kehadiran gembala membentuk rasa aman dan keterikatan relasional. Elaborasi Kristologis menegaskan bahwa kehadiran tersebut merupakan ekspresi integral dari identitas Yesus sebagai Gembala yang Baik, bukan sekadar fungsi atau strategi penggembalaan. Kritik terhadap figur “upahan” memperlihatkan bahwa penggembalaan yang autentik ditentukan oleh kualitas relasi, bukan oleh keberlangsungan fungsi atau struktur semata. Penelitian ini juga menguraikan implikasi teologis dan pastoral dari pemahaman pengorbanan sebagai kehadiran bagi pelayanan gereja masa kini
Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang
Title: Kehadiran Gembala sebagai Bentuk Pengorbanan: Studi Teologis Yohanes 10:11–15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Moderneologis Yohanes 10:11-15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Modern
Description:
Penelitian ini mengkaji makna pengorbanan gembala dalam Yohanes 10:11–15 dengan menyoroti keterkaitan erat antara pengorbanan dan kehadiran relasional.
Penafsiran terhadap ungkapan “gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-domba” seringkali dibatasi pada horizon soteriologis sebagai rujukan pada kematian Yesus di salib.
Melalui pembacaan eksegesis naratif dan leksikal, penelitian ini menunjukkan bahwa Injil Yohanes membangun makna pengorbanan dalam kerangka relasi penggembalaan yang ditandai oleh kehadiran, pengenalan, dan kesetiaan terhadap kawanan.
Dengan menggunakan pendekatan psychological biblical interpretation, metafora gembala–domba dibaca sebagai gambaran relasi yang merespons kerentanan eksistensial, dimana kehadiran gembala membentuk rasa aman dan keterikatan relasional.
Elaborasi Kristologis menegaskan bahwa kehadiran tersebut merupakan ekspresi integral dari identitas Yesus sebagai Gembala yang Baik, bukan sekadar fungsi atau strategi penggembalaan.
Kritik terhadap figur “upahan” memperlihatkan bahwa penggembalaan yang autentik ditentukan oleh kualitas relasi, bukan oleh keberlangsungan fungsi atau struktur semata.
Penelitian ini juga menguraikan implikasi teologis dan pastoral dari pemahaman pengorbanan sebagai kehadiran bagi pelayanan gereja masa kini.
Related Results
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Peran Gembala Mencerminkan Sifat Allah Bagi Kehidupan Jemaat
Pandangan dan Perdebatan tentang Allah selalu menjadi topik yang sering dibahas, terutama konsep-konsep tentang Allah yang bertentangan dengan Alkitab, yang dimana ada konsep tenta...
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kin...
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Dalam kenyataan hidup orang kristen pada umumnya dan katolik pada khususnya terdapat aneka bentuk pelayanan. Pelayanan yang lebih dikenal dengan istilah: pastoral (Indonesia) dari ...
Studi Hermeneutika terhadap Relasi Korban Abraham dengan Pengorbanan Yesus
Studi Hermeneutika terhadap Relasi Korban Abraham dengan Pengorbanan Yesus
Abstract: This article specifically discusses how hermeneutics studies the correlation between Abraham's sacrifice and Jesus' sacrifice. This topic is elaborated by the author base...
Toward an Integrative Model of Christian Counseling: Insights from Jesus’ Holistic Ministry
Toward an Integrative Model of Christian Counseling: Insights from Jesus’ Holistic Ministry
This study examines Jesus’ holistic ministry as a theological resource for developing an integrative model of Christian counseling. While previous studies in Christian psychology a...
Peran Gembala Sidang Dalam Pelayanan Pastoral Terhadap Era Society 5.0
Peran Gembala Sidang Dalam Pelayanan Pastoral Terhadap Era Society 5.0
Perubahan yang terjadi di era baru ini dikenal dengan Society 5.0. Melalui pemanfaatan berbagai perubahan teknologi informasi dan komunikasi yang diikuti adanya kemajuan era sepert...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
Konsep “dunia” (kosmos) dalam Injil Yohanes merupakan salah satu tema teologis yang paling kompleks dan ambivalen dalam Perjanjian Baru. Injil Yohanes menampilkan dunia sebagai cip...

