Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FENOMENA KAWIN CERAI DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA SOSIAL WILHEM DILTHEY

View through CrossRef
Fenomena kawin cerai di Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu isu sosial yang mencerminkan kompleksitas kehidupan manusia dalam konteks budaya, ekonomi, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif hermeneutika sosial Wilhelm Dilthey. Hermeneutika Dilthey berfokus pada tiga hal yakni pengalaman hidup (erlebnis), ungkapan (ausdruck), dan pemahaman (verstehen). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi makna mendalam yang terkandung dalam tindakan kawin cerai melalui interpretasi ungkapan ide, perilaku, dan ekspresi emosional pasangan yang mengalami perceraian. Data diperoleh melalui wawancara dan kajian literatur mengenai fenomena kawin cerai tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawin cerai tidak hanya dipicu oleh faktor ekonomi, seperti kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga oleh perubahan nilai budaya, seperti pergeseran norma patriarki dan meningkatnya kesadaran akan kesetaraan gender. Melalui lingkaran hermeneutika, penelitian ini menemukan bahwa perceraian tidak dapat dipahami secara terpisah dari konteks sejarah dan budaya masyarakat, tetapi merupakan refleksi dari transformasi nilai sosial yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman multidimensional tentang fenomena kawin cerai dan relevansinya terhadap dinamika sosial di era modern. Kata kunci: fenomena kawin cerai, hermeneutika, hermeneutika sosial Wilhem Dithley   The phenomenon of divorced marriage in Pranggong Village, Arahan Subdistrict, Indramayu Regency is one of the social issues that reflects the complexity of human life in a cultural, economic and psychological context. This study aims to analyze the phenomenon through the perspective of Wilhelm Dilthey's social hermeneutics. Dilthey's hermeneutics focuses on three things: life experience (erlebnis), expression (ausdruck), and understanding (verstehen). Using a qualitative descriptive method, this study explores the deep meaning contained in the act of divorce through the interpretation of the expression of ideas, behaviors, and emotional expressions of couples who experience divorce. Data were obtained through interviews and literature review on the phenomenon of divorce marriage. The results show that divorce is not only triggered by economic factors, such as poverty and unemployment, but also by changes in cultural values, such as shifting patriarchal norms and increasing awareness of gender equality. Through hermeneutic circles, this study found that divorce cannot be understood in isolation from the historical and cultural context of society, but is a reflection of broader social value transformations. With this approach, this research contributes to a multidimensional understanding of the phenomenon of divorce and its relevance to social dynamics in the modern era. Keywords: divorced marriage phenomenon, hermeneutics, social hermeneutics Wilhem Dithley
Title: FENOMENA KAWIN CERAI DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA SOSIAL WILHEM DILTHEY
Description:
Fenomena kawin cerai di Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu isu sosial yang mencerminkan kompleksitas kehidupan manusia dalam konteks budaya, ekonomi, dan psikologis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif hermeneutika sosial Wilhelm Dilthey.
Hermeneutika Dilthey berfokus pada tiga hal yakni pengalaman hidup (erlebnis), ungkapan (ausdruck), dan pemahaman (verstehen).
Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi makna mendalam yang terkandung dalam tindakan kawin cerai melalui interpretasi ungkapan ide, perilaku, dan ekspresi emosional pasangan yang mengalami perceraian.
Data diperoleh melalui wawancara dan kajian literatur mengenai fenomena kawin cerai tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawin cerai tidak hanya dipicu oleh faktor ekonomi, seperti kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga oleh perubahan nilai budaya, seperti pergeseran norma patriarki dan meningkatnya kesadaran akan kesetaraan gender.
Melalui lingkaran hermeneutika, penelitian ini menemukan bahwa perceraian tidak dapat dipahami secara terpisah dari konteks sejarah dan budaya masyarakat, tetapi merupakan refleksi dari transformasi nilai sosial yang lebih luas.
Dengan pendekatan ini, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman multidimensional tentang fenomena kawin cerai dan relevansinya terhadap dinamika sosial di era modern.
Kata kunci: fenomena kawin cerai, hermeneutika, hermeneutika sosial Wilhem Dithley   The phenomenon of divorced marriage in Pranggong Village, Arahan Subdistrict, Indramayu Regency is one of the social issues that reflects the complexity of human life in a cultural, economic and psychological context.
This study aims to analyze the phenomenon through the perspective of Wilhelm Dilthey's social hermeneutics.
Dilthey's hermeneutics focuses on three things: life experience (erlebnis), expression (ausdruck), and understanding (verstehen).
Using a qualitative descriptive method, this study explores the deep meaning contained in the act of divorce through the interpretation of the expression of ideas, behaviors, and emotional expressions of couples who experience divorce.
Data were obtained through interviews and literature review on the phenomenon of divorce marriage.
The results show that divorce is not only triggered by economic factors, such as poverty and unemployment, but also by changes in cultural values, such as shifting patriarchal norms and increasing awareness of gender equality.
Through hermeneutic circles, this study found that divorce cannot be understood in isolation from the historical and cultural context of society, but is a reflection of broader social value transformations.
With this approach, this research contributes to a multidimensional understanding of the phenomenon of divorce and its relevance to social dynamics in the modern era.
Keywords: divorced marriage phenomenon, hermeneutics, social hermeneutics Wilhem Dithley.

Related Results

Kedudukan Lafaz Cerai Ta’liq Lisan Menurut Perspektif Fiqh Dan Undang-Undang Keluarga Islam Di Malaysia
Kedudukan Lafaz Cerai Ta’liq Lisan Menurut Perspektif Fiqh Dan Undang-Undang Keluarga Islam Di Malaysia
Perceraian merupakan suatu fenomena yang berlaku dalam pelbagai medium apabila tiada persefahaman dan tolak ansur antara suami dan isteri termasuk juga cerai ta’liq lisan. Secara d...
NAFKAH IDDAH DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SAMARINDA PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH
NAFKAH IDDAH DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SAMARINDA PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH
Abstrak: Penelitian ini membahas apakah pada perkara cerai talak dan cerai gugat dalam prosesnya sama-sama memperjuangkan pemenuhan hak iddah atau tidak. Jenis penelitian hukum no...
PERLINDUNGAN HAK ANAK DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN
PERLINDUNGAN HAK ANAK DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN
 Jurnal dengan judul “Perlindungan Hak Anak Dalam Pemeriksaan Perkara Permohonan Dispensasi Kawin” ini berangkat dari permasalahan bagaimana bentuk perlindungan hak anak dalam peme...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muara...
Characteristics and Distribution of Great Argus (Argusianus argus) Display Courts in the Soraya Research Station, Aceh, Indonesia
Characteristics and Distribution of Great Argus (Argusianus argus) Display Courts in the Soraya Research Station, Aceh, Indonesia
Abstract: The Great Argus (Argusianus argus) is a ground-dwelling pheasant species whose reproductive behavior is characterized by the establishment and maintenance of display cour...
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Majene dalam Penetapan Dispensasi Kawin Perspektif Maslahah (Studi Kasus Tahun 2022-2024)
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Majene dalam Penetapan Dispensasi Kawin Perspektif Maslahah (Studi Kasus Tahun 2022-2024)
Pertimbangan hakim Pengadilan Agama Majene dalam penetapan dispensasi kawin pada tahun 2022-2024 menjadi latar belakang penelitian ini. Beberapa submasalah dalam pokok masalah ters...
Kajian Yuridis dan Syariah terhadap Fenomena Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Martapura
Kajian Yuridis dan Syariah terhadap Fenomena Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Martapura
Fenomena dispensasi kawin di Pengadilan Agama Martapura menjadi perbincangan hangat, mengingat semakin tingginya angka permohonan dispensasi kawin yang diajukan oleh pihak yang ing...
Perspektif Hukum Islam-Sosial Terhadap Kontekstualisasi Nafkah Cerai Gugat
Perspektif Hukum Islam-Sosial Terhadap Kontekstualisasi Nafkah Cerai Gugat
Sudah lazim diketahui bahwa dalam hukum Islam berlaku adagium “perubahan suatu hukum disebabkan karena dinamika permasalahan umat dalam masa dan kondisi tertentu.” Sehingga mendesa...

Back to Top