Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Fitokimia Ekstrak Daun Nantu (Palaquium obovatum Engl) Dari Provinsi Sulawesi Tengah

View through CrossRef
Uji fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam suatu penelitian fitokimia yang bertujuan memberi gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang diteliti. Metode skirining fitokimia yang dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna. Identifikasi dan Analisis fitokimia ekstrak daun nantu ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang kandungan senyawa kimia dari ekstrak daun nantu Daun nantu telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional.  Kandungan kimia yang terdapat dalam daun nantu ini memiliki peran dalam memberi farmakologi yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai kadungan senyawa kimia dari ekstrak daun nantu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Tadulako.  Tahapan-tahapan penelitian ini, meliputi: a). Pengambilan sampel, b). Pengamatan ciri makroskopis, c). Pegujian alkaloid dan flavonoid, d). Pengujian saponin, polifenol dan tanin, steroid dan triterpenoid,dan e). Analasis data. Hasil pengujian fitokimia ekstrak daun nantu menggunakan pelarut etanol 96% diketahui terdapat kandungan senyawa steroid, tanin dan polifenol.  Sedangkan dengan menggunakan pelarut n-heksan hasil yang diperoleh adalh mengandung senyawa steroid.  Dari kandungan senyawa yang dihasilkan menunjukkan bahwa ekstrak daun nantu mengandung beberapa senyawa yang bersifat antibakteri dan antiperadangan. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun nantu dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional.
Title: Analisis Fitokimia Ekstrak Daun Nantu (Palaquium obovatum Engl) Dari Provinsi Sulawesi Tengah
Description:
Uji fitokimia merupakan tahap pendahuluan dalam suatu penelitian fitokimia yang bertujuan memberi gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang diteliti.
Metode skirining fitokimia yang dilakukan dengan melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna.
Identifikasi dan Analisis fitokimia ekstrak daun nantu ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang kandungan senyawa kimia dari ekstrak daun nantu Daun nantu telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional.
  Kandungan kimia yang terdapat dalam daun nantu ini memiliki peran dalam memberi farmakologi yang berbeda.
Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai kadungan senyawa kimia dari ekstrak daun nantu.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Tadulako.
  Tahapan-tahapan penelitian ini, meliputi: a).
Pengambilan sampel, b).
Pengamatan ciri makroskopis, c).
Pegujian alkaloid dan flavonoid, d).
Pengujian saponin, polifenol dan tanin, steroid dan triterpenoid,dan e).
Analasis data.
Hasil pengujian fitokimia ekstrak daun nantu menggunakan pelarut etanol 96% diketahui terdapat kandungan senyawa steroid, tanin dan polifenol.
  Sedangkan dengan menggunakan pelarut n-heksan hasil yang diperoleh adalh mengandung senyawa steroid.
  Dari kandungan senyawa yang dihasilkan menunjukkan bahwa ekstrak daun nantu mengandung beberapa senyawa yang bersifat antibakteri dan antiperadangan.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun nantu dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional.

Related Results

Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Abstract. The fig plant (Ficus carica L.) is from West Asia. Fig leaf extract has secondary metabolites flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. These compounds make fig l...
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Pengaruh Ekstrak Daun Katu (Sauropus androgynus) Fermentasi terhadap Kualitas Karkas Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun Katu (Sauropus androgynus) yang difermentasi terhadap kualitas karkas pada broiler. Penelitian ini menggunakan Ran...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Sabun  merupakan sediaan yang bermanfaat sebagai agen pembersih dari kotoran. Penambahan ekstrak dari suatu tanaman yang berkhasiat antibakteri diharapkan dapat menambah daya guna ...
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
UJI TOKSISITAS EKSTRAK TUMBUHAN AGERATUM CONYZOIDES L.TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI DARAH MENCIT
Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas ekstrak tumbuhan Ageratum conyzoides L. dari ekstrak akar dan daun terhadap pertum-buhan dan fisiologi darah mencit. Tujuan peneli...

Back to Top