Javascript must be enabled to continue!
Profil Pengetahuan dan Faktor Risiko terkait Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Non Kesehatan serta Ketepatan Tindakan Penanganannya
View through CrossRef
Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan dengan gejala, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, mual, muntah, perut kembung, sendawa, ataupun perut terasa kenyang secara berlebihan. Dispepsia merupakan salah satu problem kesehatan di Indonesia maupun dunia. Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gaya hidup yang tidak sehat, pola makan, stres, dan penggunaan obat NSAID. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa Universitas Airlangga fakultas non-kesehatan terkait dispepsia dan faktor risiko dispepsia serta tindakan penanganannya. Metode penelitian ini menggunakan studi observasional dengan metode survei secara accidental sampling. Berdasarkan penelitian menunjukkan profil pengetahuan 138 mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga terkait dispepsia yang termasuk tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 69 (50,0%), 56 (40,6%), dan 13 (9,4%) responden. Profil pengetahuan terkait faktor risiko dispepsia juga menunjukkan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 85 (61,6%). Dari 96 responden yang mengalami dispepsia, sebanyak 80 (83,83%) responden sudah tepat dalam melakukan tindakan penanganan dispepsia. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga telah memiliki pengetahuan yang baik dan tindakan penanganan yang tepat terkait dispepsia.
Universitas Airlangga
Title: Profil Pengetahuan dan Faktor Risiko terkait Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Non Kesehatan serta Ketepatan Tindakan Penanganannya
Description:
Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan dengan gejala, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, mual, muntah, perut kembung, sendawa, ataupun perut terasa kenyang secara berlebihan.
Dispepsia merupakan salah satu problem kesehatan di Indonesia maupun dunia.
Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gaya hidup yang tidak sehat, pola makan, stres, dan penggunaan obat NSAID.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa Universitas Airlangga fakultas non-kesehatan terkait dispepsia dan faktor risiko dispepsia serta tindakan penanganannya.
Metode penelitian ini menggunakan studi observasional dengan metode survei secara accidental sampling.
Berdasarkan penelitian menunjukkan profil pengetahuan 138 mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga terkait dispepsia yang termasuk tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 69 (50,0%), 56 (40,6%), dan 13 (9,4%) responden.
Profil pengetahuan terkait faktor risiko dispepsia juga menunjukkan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 85 (61,6%).
Dari 96 responden yang mengalami dispepsia, sebanyak 80 (83,83%) responden sudah tepat dalam melakukan tindakan penanganan dispepsia.
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga telah memiliki pengetahuan yang baik dan tindakan penanganan yang tepat terkait dispepsia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Dispepsia : Klasifikasi, Faktor Risiko, Patofisiologi dan Tatalaksana
Dispepsia : Klasifikasi, Faktor Risiko, Patofisiologi dan Tatalaksana
Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang mengarah pada penyakit/gangguan saluran pencernaan atas. Prevalensi uninvestigated dyspepsia dan dispepsia fungsional di Asia adalah 5-30%....
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, senda...
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Stres merupakan masalah psikologi yang menimbulkan perubahan perilaku, fisiologi maupun psikologi seseorang. Mahasiswa pendidikan dokter merupakan kalangan yang rentang terhadap s...
Hubungan Pola Hidup Sehat dengan Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir UNISBA
Hubungan Pola Hidup Sehat dengan Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir UNISBA
Abstract Dyspepsia is a common health problem in the productive age group, including university students. Final-year students are at high risk of developing dyspepsia due to irregu...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KOJA (Studi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja Tahun 2020)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KOJA (Studi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja Tahun 2020)
Dispepsia merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi di masyarakat. WHO memprediksi pada tahun 2020, proporsi angka kematian karena penyakit tidak menular akan mening...

