Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Pola Hidup Sehat dengan Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir UNISBA
View through CrossRef
Abstract Dyspepsia is a common health problem in the productive age group, including university students. Final-year students are at high risk of developing dyspepsia due to irregular lifestyles and academic pressure that triggers stress. This study aims to analyse the relationship between a healthy lifestyle (dietary habits and stress management) and the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Riskesdas questionnaire to assess healthy lifestyle habits and the Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) to measure the severity of dyspepsia. Data analysis included univariate and bivariate analyses performed using the Chi-Square test and Spearman’s rho correlation test. The results showed that most respondents experienced moderate dyspepsia (40%) and had poor dietary habits. Statistical analysis showed no significant relationship between nutritional variables (main meal, meal intervals, breakfast frequency, and weight loss attempts) and the incidence of dyspepsia (p > 0.05). Conversely, there was a significant relationship between stress levels and the incidence of dyspepsia (p < 0.05). Stress level is the most dominant factor associated with the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University, while dietary patterns showed no significant relationship. It is recommended that students focus more on stress management to reduce the severity of dyspepsia.
Abstrak. Dispepsia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada kelompok usia produktif, termasuk mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir memiliki risiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola hidup yang tidak teratur dan tekanan akademik yang memicu stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola hidup sehat (pola makan dan manajemen stres) dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Riskesdas untuk menilai pola hidup sehat dan kuesioner Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) untuk mengukur tingkat dispepsia. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami dispepsia kategori sedang (40%) dan memiliki pola makan yang kurang baik. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola makan (makanan utama, jeda makan, frekuensi sarapan, dan penurunan berat badan) dengan kejadian dispepsia (p > 0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p < 0,05). Tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung, sedangkan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Disarankan bagi mahasiswa untuk lebih fokus pada manajemen stres guna mencegah keparahan dispepsia.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Pola Hidup Sehat dengan Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir UNISBA
Description:
Abstract Dyspepsia is a common health problem in the productive age group, including university students.
Final-year students are at high risk of developing dyspepsia due to irregular lifestyles and academic pressure that triggers stress.
This study aims to analyse the relationship between a healthy lifestyle (dietary habits and stress management) and the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University.
This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach.
The sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique.
Data were collected using the Riskesdas questionnaire to assess healthy lifestyle habits and the Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) to measure the severity of dyspepsia.
Data analysis included univariate and bivariate analyses performed using the Chi-Square test and Spearman’s rho correlation test.
The results showed that most respondents experienced moderate dyspepsia (40%) and had poor dietary habits.
Statistical analysis showed no significant relationship between nutritional variables (main meal, meal intervals, breakfast frequency, and weight loss attempts) and the incidence of dyspepsia (p > 0.
05).
Conversely, there was a significant relationship between stress levels and the incidence of dyspepsia (p < 0.
05).
Stress level is the most dominant factor associated with the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University, while dietary patterns showed no significant relationship.
It is recommended that students focus more on stress management to reduce the severity of dyspepsia.
Abstrak.
Dispepsia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada kelompok usia produktif, termasuk mahasiswa.
Mahasiswa tingkat akhir memiliki risiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola hidup yang tidak teratur dan tekanan akademik yang memicu stres.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola hidup sehat (pola makan dan manajemen stres) dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Riskesdas untuk menilai pola hidup sehat dan kuesioner Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) untuk mengukur tingkat dispepsia.
Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman’s rho.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami dispepsia kategori sedang (40%) dan memiliki pola makan yang kurang baik.
Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola makan (makanan utama, jeda makan, frekuensi sarapan, dan penurunan berat badan) dengan kejadian dispepsia (p > 0,05).
Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p < 0,05).
Tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung, sedangkan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Disarankan bagi mahasiswa untuk lebih fokus pada manajemen stres guna mencegah keparahan dispepsia.
Related Results
Dispepsia : Klasifikasi, Faktor Risiko, Patofisiologi dan Tatalaksana
Dispepsia : Klasifikasi, Faktor Risiko, Patofisiologi dan Tatalaksana
Dispepsia merupakan kumpulan gejala yang mengarah pada penyakit/gangguan saluran pencernaan atas. Prevalensi uninvestigated dyspepsia dan dispepsia fungsional di Asia adalah 5-30%....
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Stres merupakan masalah psikologi yang menimbulkan perubahan perilaku, fisiologi maupun psikologi seseorang. Mahasiswa pendidikan dokter merupakan kalangan yang rentang terhadap s...
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, senda...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KOJA (Studi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja Tahun 2020)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD KOJA (Studi pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di RSUD Koja Tahun 2020)
Dispepsia merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi di masyarakat. WHO memprediksi pada tahun 2020, proporsi angka kematian karena penyakit tidak menular akan mening...
Penerapan Lima Pola Hidup Untuk Tetap Bugar Sehat Menuju Longevity
Penerapan Lima Pola Hidup Untuk Tetap Bugar Sehat Menuju Longevity
Pola hidup sehat merupakan upaya setiap orang yang ingin selalu sehat dan bugar, dengan memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Pen...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...

