Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Tafsir Nusantara

View through CrossRef
This article discusses the methodology of writing the al-Munir exegesis by Jalaluddin Thaib. The article employs a literature review method, drawing its sources from various literary works (library research). The findings of this research conclude that the al-Munir exegesis is a significant milestone in the history of exegesis in Indonesia. The work of Buya Jalaluddin Thaib represents an intellectual and spiritual treasure for Muslims, especially in Indonesia. Despite its great potential, a deep understanding of both the author and his work is still not widely disseminated. Buya Jalaluddin Thaib, a scholar from Minangkabau, displayed leadership qualities from a young age. His interest in education continued, including writing books for religious schools and establishing the Association of Religious School Teachers (PGSA) in the Minangkabau region. The al-Munir exegesis, authored by Buya Jalaluddin Thaib, aims to help the community understand the meanings and content of the Quran. It was written to facilitate beginners studying the Quran and to assist Muslims in their worship. The unique characteristics of the Al-Munir exegesis, authored by an Indonesian scholar, particularly from the Minangkabau region, offer hope that this valuable manuscript can be effectively managed to enhance access and preserve intellectual richness in Indonesia.   Artikel ini mengulas tentang metodologi penulisan tafsir Al-Munir karya Jalaluddin Thaib. Artikel ini menggunakan metode kepustakaan yang dimana sumber datannya bersumber dari literatur-literatur (library research). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Al-Munir merupakan salah satu babak penting dalam sejarah pemikiran tafsir di Indonesia. Karya Buya Jalaluddin Thaib ini merupakan harta intelektual dan spiritual bagi umat Muslim, terutama di Indonesia. Meskipun memiliki potensi yang besar, pemahaman mendalam tentangnya masih belum tersebar luas, baik mengenai pengarangnya maupun karyanya. Buya Jalaluddin Thaib adalah seorang ulama asal Minangkabau yang menunjukkan bakat kepemimpinan sejak usia dini. Minatnya dalam dunia pendidikan terus berlanjut, termasuk dalam penulisan buku untuk pendidikan di sekolah agama, serta pendirian Persatuan Guru-Guru Sekolah Agama (PGSA) se-Minangkabau.Tafsir Al-Munir yang ditulis oleh Buya Jalaluddin Thaib memiliki tujuan untuk membantu masyarakat memahami makna dan kandungan isi Al-Qur'an. Penulisannya bertujuan untuk memfasilitasi pemula yang mempelajari Al-Qur'an serta memudahkan umat Muslim dalam pelaksanaan ibadah. Karakteristik unik dari Tafsir Al-Munir yang ditulis oleh ulama asli Indonesia, khususnya Minangkabau, memberikan harapan bahwa manuskrip berharga ini dapat dikelola dengan baik untuk mempermudah akses dan melestarikan kekayaan intelektual di Indonesia.
Title: Kajian Tafsir Nusantara
Description:
This article discusses the methodology of writing the al-Munir exegesis by Jalaluddin Thaib.
The article employs a literature review method, drawing its sources from various literary works (library research).
The findings of this research conclude that the al-Munir exegesis is a significant milestone in the history of exegesis in Indonesia.
The work of Buya Jalaluddin Thaib represents an intellectual and spiritual treasure for Muslims, especially in Indonesia.
Despite its great potential, a deep understanding of both the author and his work is still not widely disseminated.
Buya Jalaluddin Thaib, a scholar from Minangkabau, displayed leadership qualities from a young age.
His interest in education continued, including writing books for religious schools and establishing the Association of Religious School Teachers (PGSA) in the Minangkabau region.
The al-Munir exegesis, authored by Buya Jalaluddin Thaib, aims to help the community understand the meanings and content of the Quran.
It was written to facilitate beginners studying the Quran and to assist Muslims in their worship.
The unique characteristics of the Al-Munir exegesis, authored by an Indonesian scholar, particularly from the Minangkabau region, offer hope that this valuable manuscript can be effectively managed to enhance access and preserve intellectual richness in Indonesia.
  Artikel ini mengulas tentang metodologi penulisan tafsir Al-Munir karya Jalaluddin Thaib.
Artikel ini menggunakan metode kepustakaan yang dimana sumber datannya bersumber dari literatur-literatur (library research).
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Al-Munir merupakan salah satu babak penting dalam sejarah pemikiran tafsir di Indonesia.
Karya Buya Jalaluddin Thaib ini merupakan harta intelektual dan spiritual bagi umat Muslim, terutama di Indonesia.
Meskipun memiliki potensi yang besar, pemahaman mendalam tentangnya masih belum tersebar luas, baik mengenai pengarangnya maupun karyanya.
Buya Jalaluddin Thaib adalah seorang ulama asal Minangkabau yang menunjukkan bakat kepemimpinan sejak usia dini.
Minatnya dalam dunia pendidikan terus berlanjut, termasuk dalam penulisan buku untuk pendidikan di sekolah agama, serta pendirian Persatuan Guru-Guru Sekolah Agama (PGSA) se-Minangkabau.
Tafsir Al-Munir yang ditulis oleh Buya Jalaluddin Thaib memiliki tujuan untuk membantu masyarakat memahami makna dan kandungan isi Al-Qur'an.
Penulisannya bertujuan untuk memfasilitasi pemula yang mempelajari Al-Qur'an serta memudahkan umat Muslim dalam pelaksanaan ibadah.
Karakteristik unik dari Tafsir Al-Munir yang ditulis oleh ulama asli Indonesia, khususnya Minangkabau, memberikan harapan bahwa manuskrip berharga ini dapat dikelola dengan baik untuk mempermudah akses dan melestarikan kekayaan intelektual di Indonesia.

Related Results

Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...

Back to Top